Social Icons

Showing posts with label Speaking. Show all posts
Showing posts with label Speaking. Show all posts

Monday, April 21, 2014

Asking & Giving Suggestion

English Expressions: Asking & Giving Suggestion (Meminta dan memberi saran) adalah salah satu ungkapan bahasa Inggris sehari-hari yang perlu diketahui oleh semua kalangan. Tidak hanya oleh para siswa tingkat elementary dan intermediate saja, tingkat advance pun harusnya sudah bisa menguasai materi percakapan ini.

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita mendapatkan berbagai masalah yang mungkin tidak bisa kita selesaikan sendiri. Terkadang kita membutuhkan saran orang lain agar masalah yang sedang kita hadapi bisa menemukan solusi yang tepat. Lalu bagaimanakah meminta saran dalam bahasa Inggris? Serta bagaimana memberikan saran tersebut? Oke kita langsung menuju dialog di bawah ini agar lebih mudah : 

Anton : I have a serious problem today. I have just lost my driver license.
Shally : Don't be so sad my friend, let us search it around the park.
Anton : I have looked for it for hours but I do not find it, do you have some ideas?
Shally : You had better tell the securities to announce it to other students.
Anton : Yeah, that sounds good. I do hope it helps.

Nah itu dia contoh dialog asking & giving suggestion. Kata bergaris bawah pertama adalah salah satu ungkapan meminta saran. Sedang kata bergaris bawah kedua adalah salah satu ungkapan memberi saran dalam bahasa Inggris. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat beberapa ungkapan umum yang sering digunakan ketika meminta saran dan bagaimana memberikannya di bawah ini :


Asking Suggestion
Giving Suggestion
Do you have any ideas for me?
(Apa kau punya ide untukku?)
Do you have any suggestions for me?
(Apa kau punya saran untukku?)
Do you have any advice for me?
(Apa kau punya nasihat untukku?)
Would you mind giving me your suggestion?
(Apakah kau mau memberikan saran?)
Can you tell me what I should do?
(Bisakah kau katakana apa yang harus aku lakukan)
What should I do?
(Aku seharusnya melakukan apa?)
You should + V1
(Kau seharusnya + Kata kerja
You had better + V1
(Kau lebih baik + Kata kerja)
You ought to + V1
(Kau seharusnya + Kata Kerja)
I advise you to + V1
(saya sarankan kau untuk + kata kerja)
I suggest you to + V1
(saya sarankan kau untuk + kata kerja)
I recommend you to + V1
(saya anjurkan kau untuk + kata kerja)

Mungkin ungkapan di atas sudah sangat mewakili berbagai ungkapan asking dan giving suggestion lainnya. Karena jika penguasaan vocabulary kita sudah sangat mantap, berbagai expressions bisa kita kuasai sekaligus. 

Do you have any suggestions how I should write and explain the other expressions? Apa sobat punya saran apa yang bagaimana saya tulis dan jelaskan ungkapan-ungkapan lain tentang asking & giving suggestion?

Saturday, April 19, 2014

Teknik Mengajar Speaking - What is It?

Teknik mengajar speaking - what is it? ini diperkenalkan Nation, seorang professor ahli pengajaran bahasa Inggris. Teknik ini sangat cocok bagi guru bahasa Inggris yang sedang mengajarkan materi describing things. Biasanya, materi tersebut berbarengan dengan materi reading dan writing descriptive text.

Untuk membuat teknik ini sukses, tentu ada prosedur yang harus dijalankan oleh seorang guru. Agar lebih singkat, berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan :

Guru menulis beberapa kalimat di papan tulis. Kalimat-kalimat tersebut harus menggambarkan seseorang atau suatu benda. Misalnya :

  • It is thin.
  • It is black.
  • It has many teeth.
  • It is made of plastic.
  • We can find it near a mirror.
  • It costs a dollar.
  • Everybody uses it.
  • It is used for combing your hair.
  • What is it?

Setelah itu, guru meminta para siswa untuk mengubah kalimat-kalimat tersebut agar bisa menggambarkan / menjelaskan hal-hal lain. Saat seorang guru mengajarkan teknik ini, ia harus memiliki banyak cadangan kata benda yang bisa menjadi contoh. Misalnya memberikan contoh jarum / a needle.

  • It is thin
  • It is silver
  • It has a sharp point.
  • It is made of steel.
  • We can find it in our house.
  • It costs ten cents. (bisa diganti rupiah / mata uang lainnya)
  • You need good eyes to use it.
  • It is used for sewing things.
  • What is it?

Setelah dirasa cukup, kemudian guru memberikan satu nama benda, misalnya saja a pen = pena, lalu siswa disuruh menjelaskannya seperti contoh rancangan di atas. Bila perlu, guru bisa menambahkan deskripsi tambahan untuk kata a pen tersebut agar siswa semakin mudah membuatnya.

Saat siswa sudah bisa mengikuti rancangan ini, teknik What is It ini bisa dijadikan sebuah permainan di dalam kelas. Satu siswa memberikan gambaran satu benda, dan yang lainnya menebak benda apakah itu?

Ketika semua siswa sudah sangat menguasai teknik ini, mereka bisa menambahkan beberapa kalimat tambahan yang belum tertera pada bagan di atas.

Intinya, teknik What is it? ini memiliki fitur-fitur sebagai berikut :

  1. Learners can be prepared for the activity by learning and practicing a small number of sentence patterns.
  2. Communication is important because the activity has an outcome that depends on successful communication.
  3. The learners can do the activity with each other in a form of pair and group work.
  4. Learners can make change to the activity so that the outcome is not completely predictable.

Mungkin anda yang berprofesi sebagai guru bahasa Inggris lebih tahu tentang membuat sebuah materi pelajaran semakin menarik. Namun, jika pelajaran speaking masih terasa membosankan, mungkin teknik ini bisa digunakan. Silahkan dicoba... :)

Referensi :

Nation, I.S.P and Newton, Jonathan. 2009. Teaching ESL/EFL Listening and Speaking. London and New York: Routledge.

Sunday, March 30, 2014

TELEPHONING - Cara Menelepon dalam Bahasa Inggris

Telephoning maksudnya adalah berbagai ungkapan bahasa Inggris yang biasa digunakan ketika menghubungi / dihubungi lewat telepon. Dengan memahami telephoning ini, setidaknya kita mengetahui berbagai kebiasaan orang asing ketika dalam situasi  ini.

Untuk lebih jelasnya, mari kita pahami beberapa penjelasan di bawah ini :

MENJAWAB TELEPON (ANSWERING A PHONE)

Orang asing ketika menjawab telepon dari orang yang tidak dikenal biasanya menjawab, “Halo” atau menyebutkan namanya sendiri. Sedang orang yang menjawab telepon yang berhubungan dengan bisnis, misalnya atas nama perusahaan tempat ia bekerja, maka ia akan menyebutkan namanya, “Albert Packard.”
 
MENANYAKAN ORANG (ASKING FOR A PERSON)
 
Untuk menanyakan orang (ingin berbicara dengan seseroang), kalimat berikut bisa digunakan :
 
“Could I speak to Jane Horrabin? (dalam American English, Could I speak with Jane Horrabin?)
 
MENGATAKAN SIAPA ANDA (SAYING WHO YOU ARE)
 
Untuk mengatakan siapa anda (nama anda), kalimat berikut biasa digunakan :
 
“Hello, this is Corinne.” (Tidak biasa menggunakan, I’m Corinne).
“Could I speak to Jane Horrabin? Jane Horrabin Speaking atau This is Jane Horrabin (speaking).
 
MENANYAKAN DENGAN SIAPA BERBICARA (ASKING WHO SOMEBODY IS)
 
Untuk menanyakan dengan siapa anda berbicara, ungkapan berikut bisa digunakan :

“Who is that?” (dalam American English, Who is this? / who is there?)
 
MENANYAKAN NOMOR (ASKING FOR A NUMBER) 

Untuk menanyakan nomor yang bisa dihubungi, ungkapan berikut bisa digunakan :
 
“What is the (dialing) code for Bristol? (dalam American English, biasa menggunakan the area code)
“How do I get the outside line?”
 
MEMBERITAHU BAHWA ORANG YANG DIHUBUNGI TIDAK ADA DI TEMPAT (IF SOMEBODY IS NOT THERE) 

Untuk memberitahu bahwa orang yang dihubungi tidak berada di tempat, beberapa ungkapan berikut bisa digunakan :
 
“I’m afraid she’s not in at the moment.”
“Can I take a message?”
“Can I leave a message?”
“Please leave your message after the tone.”
“I’ll ring / call again later.” (dalam American English, “I’ll call..”)
“Could you ask her to ring / call her back?”
“Could you ask her to ring / call at / on Ardington 65433?”
“Could you just tell her Jake called?”
 
MEMINTA SESEORANG UNTUK MENUNGGU (ASKING SOMEONE TO WAIT) 

Untuk meminta seseorang untuk menunggu, beberapa ungkapan berikut bisa digunakan :
 
“Just a moment.”
“Hold on a moment, please.”
“Hold the line, please.”
“Hang on.” (informal)
 
MENGATAKAN SALAH NOMOR (WRONG NUMBER) 

Untuk mengatakan salah nomor, ungkapan berikut bisa digunakan:
 
“I think you’ve got the wrong number.”
“I’m sorry. I’ve got the wrong number.”
 
MENGALAMI MASALAH (PROBLEMS) 

Untuk mengungkapkan berbagai masalah ketika menelepon, kalimat berikut bisa diucapkan :
 
“Could you speak louder? It is a bad line / bad connection”
“You’re breaking up.” (terputus)
“I’ll call again.”
“I got cut off.” (terputus)
“I rang/called you earlier but I couldn’t get through"

Begitulah kira-kira berbagai cara menelepon dalam bahasa Inggris....

Friday, March 28, 2014

Expressing Regret - Penyesalan

Expressing regret - "Mengungkapkan penyesalan" adalah salah satu materi speaking yang wajib diketahui oleh siapapun. Tidak hanya seorang siswa SD, SMP, SMA atau Mahasiswa saja. Seorang guru dan dosen pun harusnya tidak hanya lancar mengajar teori regretting saja, tapi juga harus berani mengungkapkan penyesalannya jika ia melakukan kesalahan / kekeliruan. 

Dengan mengungkapkan rasa menyesal, setidaknya transparansi bisa dibudayakan. Apalagi dengan keadaan manusia yang kian hari semakin banyak "rahasia".

Jika ada di antara sobat belum memahami ungkapan rasa menyesal, berikut ini adalah cara bagaimana mengungkapkan rasa menyesal dalam bahasa Inggris...


  1. If I had (hadn't) V3, SUBJECT would (wouldn't) have V3.
  2. I wish I had V3
  3. I regret having V3 / not having V3 (to have V3 / not to have V3)
  4. I regret that I V2 
  5. I should have V3
  6. I ought to have V3 

Catatan :

Nomor 1 dan 2 dikatakan kepada diri sendiri. Sedang nomor 3 - 6 bisa ditambahkan I am sorry dan dikatakan kepada orang kedua (orang yang sudah dikecewakan oleh anda; atau orang yang sudah dibuat marah oleh anda)

Contoh :

Kejadian : Anda tidak mengerjakan PR sehingga guru anda marah.

Ungkapan penyesalan anda :

  1. If only I had done my homework, my teacher would have been angry (Andai saya mengerjakan PR, guru saya tidak akan marah)
  2. I wish I had done my homework. (Saya harap saya sudah mengerjakan PR )
 

expressing regret, ungkapan penyesalan dalam bahasa inggris
Ungkapan penyesalan kepada guru anda :

  1. I regret not having done my homework / I regret not to have done my homework (Saya menyesal tidak mengerjakan PR)
  2. I regret that I did not do my homework (Saya menyesal tidak mengerjakan PR)
  3. I am sorry I should have done my homework (Saya menyesal, saya seharusnya telah mengerjakan PR)
  4. I am sorry I ought to have done my homework (Saya menyesal, seharusnya saya sudah mengerjakan PR)

Ungkapan penyesalan sebenarnya bisa menggunakan variasi Adjective / Adverb, asalkan sobat mengerti cara penggunaan keduanya. Seperti I am so regretful I did not do my homework / I regretfully did not do my homework. Dan masih banyak lagi variasi ungkapan penyesalan dalam bahasa Inggris.

Namun, beberapa contoh di atas setidaknya sudah bisa mewakili berbagai variasi Expressing Regret / Ungkapan Penyesalan. Semoga bermanfaat...

Wednesday, March 26, 2014

Materi Speaking Bahasa Inggris SMA

Materi speaking bahasa Inggris SMA ini adalah kumpulan materi wajib pelajaran bahasa Inggris di tingkat SMA. Baik itu kelas 10, 11, atau 12. Dalam pelajaran bahasa Inggris, siswa biasanya ditugaskan untuk memahami berbagai expression (ungkapan) sehari-hari.

Tujuan mempelajari speaking tentu agar siswa bisa lancar berbicara bahasa Inggris, khususnya dialog yang sering terjadi setiap hari. Untuk mempermudah mempelajari urutan materi speaking tersebut, mari kita kumpulkan berbagai materi speaking & conversation yang sering diajarkan di sekolah tingkat menengah atas di bawah ini:


MATERI BAHASA INGGRIS SMA KELAS 10


  1. Using expressions of greeting, introducing, parting
  2. Using expressions of happiness
  3. Using expressions of sympathy and showing affection
  4. Using expressions of making, accepting, and declining an invitation
  5. Using expressions of making and cancelling an appointment
  6. Congratulating and complementing
  7. Expressing gratitude

MATERI BAHASA INGGRIS SMA KELAS 11


  1. Using expressions of giving and asking for opinion
  2. Using expressions of satisfaction and dissatisfaction
  3. Using expressions of giving advice and warning
  4. Using expressions of requests
  5. Using expressions of relief, pain, and pleasure
  6. Expressing the meaning in a public speaking context as a MC
  7. Expressing the meaning in a public speaking context as a news reader
  8. Expressing the meaning in a public speaking context as a show presenter
  9. Using expressions of attitude (giving opinion, agreement and disagreement)
  10. Using expressions of love
  11. Using expressions of sadness
  12. Using expressions of anger, embarrassment and annoyance
  13. Performing a song
  14. Performing drama

MATERI BAHASA INGGRIS SMA KELAS 12


  1. Using expressions of making suggestions, requests and instructions
  2. Using expressions of blaming and accusing
  3. Using expressions of making a promise, swearing and deterrence
  4. Using curious expressions
  5. Using expressions of possibilities and showing attitudes
  6. Using expressions of persuading, encouraging, and hoping
  7. Using expressions of criticizing and deterring
  8. Using expressions of regret
  9. Using expressions of asking plans, purposes, and intentions

Semoga untuk kedepan, berbagai materi expressions di atas bisa disajikan secara lebih detail dengan menyertakan cara penggunaannya dan contoh dialog bahasa Inggris yang berkaitan. 

Jika ada perbedaan materi speaking bahasa Inggris SMA di atas, mohon dikoreksi..

Thursday, February 20, 2014

Asking For Repetition, Gimana Sih?

Asking for repetition, apa sih? Jangan ribut, ini adalah materi speaking & conversation yang sangat mudah dipahami. Biasanya, materi percakapan bahasa Inggris ini diajarkan ketika sobat duduk di bangku sekolah menengah pertama.

"Asking for repetition" secara harfiah berarti meminta pengulangan. Jika dijabarkan lebih lanjut "Asking for repetition" bisa diartikan sebagai permintaan seseorang untuk mengulangi penjelasan atau jawaban dari orang lain. Meminta orang lain untuk mengulangi penjelasan atau jawaban bukan berarti kita tuli dan tidak mendengar apa yang diucapkan orang lain; akan tetapi "asking for repetition" lebih menekankan bahwa kita ingin mendengarkan jawaban atau penjelasan dengan lebih terang lagi.


Contoh Asking Repetition

Untuk memahami cara dan bagaimana contoh asking for repetition, mari kita baca dialog di bawah ini :

Rina : Hello Dewi. Look at my new purse. I made it by myself.
Dewi : Hello, Rina. Hey, that's nice. Isn't that your old purse? The one that we bought one year ago?
Rina : Yeah, that's right.
Dewi : How did you do that?
Rina : Sorry, What did you say?
Dewi : How did you do that, Rina?
Rina : Oh, well, first, I just added some colorful buttons. Then, four-five glittery beads. Finally, I gave my magic finishing touch, he.. he..

Lihat kalimat bergaris bawah di atas, Rina meminta Dewi untuk mengulangi ucapannya karena Rina merasa kurang mendengar apa yang diucapkan Dewi. Mudah bukan?

Dengan menggunakan ungkapan "Asking for Repetition", dialog bahasa inggris bisa menjadi lebih hidup. Tapi, jika kita sering menggunakan ungkapan ini, bisa-bisa kita dianggap tuli. Jadi, cobalah lebih jeli mendengarkan percakapan kawan kita. Gunakan jika memang kita tidak jelas mendengar percakapan orang lain saja, oke...

Banyak cara untuk meminta seseorang agar mengulang pernyataan / pertanyaannya. Dan berikut adalah beberapa ungkapan asking for repetition yang umum diucapkan oleh native speakers.



Ungkapan
Makna
Formal
Could you repeat again, please?
Would you be louder, please?
Sorry, what did you say?
Bisakah anda ulangi lagi?
Bisakah anda katakana lebih keras?
Maaf, apa yang tadi anda katakan?
I'm sorry, I couldn't understand you...
I'm sorry, I didn't get that...
I'm sorry, I didn't catch that....
What did you say?
Pardon?
What's that again?
Say that again?
What?
Huh?
Maaf, gue ga paham..
Maaf, ane ga paham…
Maaf, saya ga denger..
Apa kamu bilang?
Maaf?
Apa tadi?
Katakan lagi?
Apa?
Huh?

Sebenarnya masih banyak lagi cara mengungkapkan "asking for repetition" jika sobat memiliki banyak kosakata bahasa Inggris. Caranya, ya dengan menambahkan sedikit-sedikit apa yang sobat dengar. :)

Dengan contoh-contoh ungkapan "asking for repetition" di atas, apakah sobat masih mempunyai kendala menguasainya. Jika masih, berarti sobat perlu lebih intensif lagi berlatih percakapan dengan kawan sobat. Nanti jika sudah mahir, jangan sering-sering menggunakan ungkapan di atas, takut dianggap tuli :)
 

Monday, February 3, 2014

Agar Siswa Bicara Bahasa Inggris!!!

Susah, begitulah kira-kira satu kata yang ada di otak saya ketika ingin menjawab cara agar siswa mudah bicara bahasa Inggris.

Guru bahasa Inggris pasti tahu bahwa materi bahasa Inggris, khususnya speaking, masih saja terpaku pada cara agar siswa bisa mengungkapkan beberapa expression dalam bahasa Inggris; bahkan konon siswa dituntut untuk bisa berbicara menggunakan idiom. Benarkah?

Jika hal ini terus terjadi, yang ada adalah siswa terus menghafalkan materi speaking tersebut. Mereka pasti merasa bahwa materi speaking dalam bahasa Inggris tidak jauh beda dengan materi grammar. Lagi-lagi menghafal... Permasalahan ini saya anggap sebagai masalah yang serius dan harus cepat dibenahi.

Belum lagi dengan banyaknya materi pelajaran di tingkat menengah__dimana kegiatan belajar mengajar lebih sering menggunakan bahasa Indonesia__ ditambah alokasi waktu belajar bahasa Inggris yang sedikit, saya dengan tegas akan menjawab "Tidak ada cara paling mujarab agar siswa mudah berbicara bahasa Inggris."

Dulu, saya masih ingat ketika bertemu seorang guru bahasa Inggris di sekolah menengah kejuruan bertaraf internasional, ia tak pernah mengajarkan bahasa Inggris sesuai silabus dan rpp bahasa Inggris. Yang ia lakukan hanyalah mengajarkan apa yang ia ingat dalam benaknya saja. Dengan kata lain ia mengajarkan bahasa Inggris semaunya sendiri. Mengapa ia melakukan hal terlarang dalam dunia pengajaran bahasa Inggris di Indonesia ini? Ternyata, ia menganggap bahwa belajar bahasa Inggris untuk kalangan SMP dan SMA itu cuma 3 bulan saja; yaitu ketika diadakan les bahasa Inggris di sekolah untuk kesiapan Ujian Nasional (UN); Selebihnya terserah....

Memang, tuntunan pendidikan di Indonesia yang mengharuskan siswa lulus ujian nasional bahasa Inggris kadang membuat seorang guru fokus hanya pada materi khusus alias kisi-kisi soal bahasa Inggris yang sering muncul pada UN. Namun, tindakan guru bahasa Inggris dengan mengabaikan prinsip pembelajaran di sekolah bukanlah contoh yang baik; meski ia kadang merasa "kurang pas" dengan ketentuan pemerintah tersebut.

Lalu Apa Solusinya?

Saya sendiri bingung harus memberi solusi apa; karena sudah berkali-kali saya katakan bahwa saya bukan seorang guru bahasa Inggris yang tahu betul akan akar permasalahan ini. Namun, dari analisa di atas, saya pastikan bahwa masalah utama mengapa siswa susah untuk bicara bahasa Inggris adalah "Kita sudah terbiasa dengan Bahasa Indonesia." atau lebih parah lagi, "Kita (baik guru atau murid) sudah terbiasa dengan bahasa daerah," bahasa Jawa misalnya.

Tak akan mungkin kita memaksakan belajar matematika menggunakan bahasa Inggris. Jangankan tingkat SMP dan SMA, terkadang mahasiswa pun harus putar otak dahulu untuk berbicara bahasa Inggris ketika menanyakan "materi algoritma" matematika kepada gurunya. Pun juga demikian, seorang guru Matematika atau guru pelajaran selain bahasa Inggris lainnya, pasti  sangat ogah mengajarkan mata pelajaran yang ia ampu menggunakan bahasa Inggris. Suatu hal yang berat.. menghilangkan kebiasaan berbahasa Indonesia..

Terkecuali, seorang guru bahasa Inggris mempunyai ide cemerlang untuk mengimbangi kebiasaan berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Dan juga, para siswa harus tahu keinginan gurunya tersebut. Jika sudah demikian, pasti ada jalan alternatif yang bisa menumbukan rasa cinta akan belajar bahasa Inggris, tidak hanya dalam hal speaking saja, tapi juga skill lainnya. Benarkah?

Salah satu yang "mungkin" ampuh mengatasi bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris ini adalah dengan "MEMAKSAKAN" siswa supaya berbicara bahasa Inggris di wilayah-wilayah sekitar sekolah tertentu. Dengan kata lain, kewajiban siswa dan bahkan guru untuk bicara bahasa Inggris di ENGLISH AREA. Cara ini mungkin paling efektif agar semua elemen di sekolah mau berbahasa Inggris. Oleh karena itu, persiapan akan adanya ENGLISH AREA (Area Wajib berbahasa Inggris) harus benar-benar matang.

Selain cara di atas, ada juga cara "ikhlas" mengatasi permasalahan ini, yaitu dengan mengajak siswa mengikuti bimbingan belajar bahasa Inggris GRATIS di rumah Bapak / Ibu guru bahasa Inggris. Itupun harus dilakukan dengan sangat intensif. Demi meningkatkan kemampuan siswa dalam berbahasa Inggris, apakah seorang guru berani menawarkan hal tersebut? dan apakah siswa juga mau mengikutinya?

Entahlah??

Catatan: Tulisan ini ditulis untuk menjawab pertanyaan salah satu guru bahasa Inggris dan "mungkin" juga seorang penerjamah tersumpah Jogja-Solo tentang cara agar siswa mudah bicara bahasa Inggris. Mungkin ada jawaban lain yang lebih baik? Karena saya yakin, para guru bahasa Inggris pasti lebih mengetahui cara mengatasi permasalahan ini. :)

Friday, January 24, 2014

Judul Skripsi Bahasa Inggris "Speaking"

Jika sebelumnya disajikan kumpulan judul skripsi bahasa Inggris tentang writing, sekarang saatnya kita mengetahui beberapa koleksi judul skripsi bahasa Inggris tentang speaking.

Apakah sobat ingin membuat skripsi bahasa Inggris tentang speaking? Jika iya, semoga sobat sudah menemukan judul yang tepat untuk skripsi yang akan sobat tulis. Jika belum, baca dulu berbagai materi tentang speaking dan temukan apa yang paling menarik untuk dibahas dan dijadikan bahan bahasan skripsi speaking sobat.

Jika semuanya buntu, maka dengan terpaksa sobat harus mencari inspirasi lain; salah satunya dengan membaca kumpulan judul skripsi bahasa Inggris "speaking" ini. Oke, langsung saja ini dia...

Kumpulan Judul Skripsi Bahasa Inggris tentang Speaking


1.  THE EFL STUDENTS’ STRATEGIES IN LEARNING ENGLISH SPEAKING SKILLS (A descriptive study at the Tertiary level)
2. IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING ABILITY THROUGH EDUCATIONAL DRAMA : A Classroom Action Research at First Grade of a Vocational High School in Bandung
3.      Language Anxiety in Speaking English : A Descriptive Study on Second Graders of Senior High School
4. TEACHING SPEAKING ENGLISH THROUGH PICTURES IN IMPROVING STUDENTS SPEAKING ABILITY
5.  THE ENGLISH NATIVE-SPEAKER’S STRATEGIES IN IMPROVING INDONESIAN STUDENTS’ SPEAKING SKILL (A Case Study of the English Native-Speaker’s Teaching Strategies in a Private Junior High School)
6.   THE USE OF SERIES PICTURES IN TEACHING SPOKEN PROCEDURE TEXT TO IMPROVE STUDENTS’ SPEAKING ABILITY (A Quasi-Experimental Study of the Seventh Grade Students in SMPN 2 Cipeundeuy)
7.     AN ANALYSIS OF STUDENTS’ SPEAKING ENGLISH IN CLASSROOM INTERACTION
8.    The Use of Song in Teaching Speaking Procedural Text (A Quasi-experimental Study of Seventh Graders of SMPN 29 Bandung)
9.     STUDENTS’ SPEAKING PERFORMANCE IN CLASS PRESENTATION (Qualitative Research with Third-Year Students of the English Education Department in a State University in Bandung) 
10. THE USE OF AUDIO VISUAL AID IN TEACHING SPEAKING (Classroom Action Research at One of the Senior High Schools in Bandung)
11.  THE USE OF PICTURES IN A SPEAKING CLASS (A Descriptive Study at an Elementary School in Bandung)
12.  THE USE OF PICTURE NARRATING IN TEACHING SPEAKING (A Quasi-Experimental Study to the Second Grade Students of Vocational High School in Bandung)
13. THE EFFECTIVENESS OF COMMUNICATIVE LANGUAGE TEACHING (CLT) APPROACH IN DEVELOPING STUDENTS’ SPEAKING ABILITY (An Experimental Study of Second Grade Students at SMA Kartika Siliwangi I Bandung)
14.  THE CORRELATION BETWEEN LISTENING AND SPEAKING ABILITIES (a Case Study in the Third Grade in One of SMKNs in Bandung)
15.  THE USE OF MEANING, USE AND FORM (MUF) FRAMEWORK IN TEACHING SPEAKING TO YOUNG LEARNERS (A Quasi-Experimental Study in an Elementary School in Western Bandung)
16.  The Effectiveness of Role Play Method in Improving Students’ Speaking Skill :An Experimental Study of the First Grade in a Private Senior High School in Bandung
17.  Students’ Perception on Presentation in Speaking in Professional Context Subject (A Case Study on the First Year Students of English Department of UPI)
18.  TEXTBOOKS ADAPTING PROCESS A CASE OF TEACHING SPEAKING
19.  The Use of problem based in developing students speaking ability
20. THE IMPLEMENTATION OF THE INTERACTIVELEARNING MEDIA IN TEACHING SPEAKING TO YOUNG LEARNER (A Qualitative study of Beginner Grade Student in English for Young Learners Class)
21.  THE STUDENTS’ STRATEGIES IN SOLVING SPEAKING DIFFICULTIES; A Case Study in Class X-6 of SMAN 8 Bandung
22.  Foreign Language Speaking Anxiety in Junior High School  (A Case Study at a Private Junior High School in Bandung)
23. THE USE OF TASK-BASED LANGUAGE TEACHINGIN IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING ABILITY (Classroom Action Research on the second grade students of SMKN 1 Bandung)
24.  “The Use of Small Group Interaction in Teaching Speaking”
25. THE COOPERATIVE LEARNING: THREE-STEP INTERVIEW  TOWARDS STUDENTS’ SPEAKING ABILITY
26. CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING APPROACH IN ENHANCING STUDENTS’ SPEAKING SKILL (A Classroom Action Research in Class X-B SMA Puragabaya)
27.  THE EFFECTIVENESS OF USING AUTHENTIC MATERIALS IN TEACHING DESCRIPTIVE TEXT TO IMPROVE STUDENTS’ SPEAKING ABILITY  (AN EXPERIMENTAL STUDY AMONG THE TENTH GRADE STUDENTS OF SENIOR HIGH SCHOOL)
28.  The Effectiveness of Total Physical Response in Teaching Speaking Skill to the Beginners
[An Experimental Research of Sixth Grade Students of Elementary School (SDN 2 Plumbon-Cirebon)]
29.  The Relationship between Students’ Academic Self-Efficacy and Their Learning Participation in Speaking Class : A descriptive study of the first-year English Department Students in UPI
30.  THE USE OF ROLE PLAY TECHNIQUE IN IMPROVING STUDENTS’ SPEAKING ABILITY
31.  THE USE OF PARTICIPATION POINT SYSTEM IN TEACHING ENGLISH SPEAKING IN VII GRADE OF SMP BALAI PENDIDIKAN PENGAJARAN BANDUNG
32. SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS’ ANXIETY IN ENGLISH SPEAKING CLASS (A Descriptive Study of Language Anxiety at SMA Laboratorium (Percontohan) UPI Bandung)
33. THE TECHNIQUES OF TEACHING SPEAKING TO YOUNG LEARNERS : A DESCRIPTIVE STUDY AT A CHILDREN CLASS OF AN ENGLISH COURSE IN BANDUNG, WEST JAVA
34. TEACHING SPEAKING ENGLISH TO YOUNG LEARNERS:A Case Study of Students on 4th Grade in One of International Elementary School in Cikaso Kuningan
35. THE USE OF GUESSING GAME IN TEACHING SPEAKING : an experimental study of second grade students an smkn 2 Bandung
36. THE CORRELATION BETWEEN JUNIOR HIGHSCHOOL STUDENTS’ LISTENING SKILL AND THEIR SPEAKING SKILL
37.  THE IMPLEMENTATION OF TOTAL PHYSICAL RESPONSE (TPR) IN TEACHING SPEAKING TO YOUNG LEARNERS : A Quasi Experimental Study of Fifth Grade Students at One Public School in Bandung

CATATAN :

Judul skripsi di atas hanyalah sebuah contoh saja, sobat bisa mengambil inspirasi dari berbagai judul skripsi tentang speaking tersebut dan seperti biasa, hindari plagiarisme, oke...