Social Icons

Showing posts with label Grammar. Show all posts
Showing posts with label Grammar. Show all posts

Friday, September 12, 2014

Pelajaran Paling Sulit dalam Grammar

Pelajaran Bahasa Inggris di Sekolah tingkat menengah atau bahkan di tingkat perguruan tinggi pasti tidak akan lepas dengan materi belajar grammar. Anggapan bahwa grammar sebagai salah satu tolak ukur bisa atau tidaknya seseorang dalam bahasa Inggris membuat setiap orang yang mempelajari bahasa Inggris mau tidak mau harus memahami grammar.

Sampai tingkat internasional sekalipun, grammar menjadi bahan perbincangan banyak orang. Jika anda pernah mengikuti TOEFL atau tes sejenisnya, mungkin anda tak akan pernah terkejut bahwa soal grammar masih saja dijadikan soal yang harus dijawab dengan benar. Namun bagi anda yang belum pernah mengikuti TOEFL, maka bersiaplah untuk saat ini mencoba untuk tidak membenci grammar :D.
 
Dengan tidak membenci grammar itulah, anda memiliki kesempatan untuk bisa memahami grammar dengan baik dan benar. Tanpa kecintaan akan materi pelajaran ini, anda pasti mendapatkan banyak rintangan mempelajarinya; jika tidak percaya, buktikan saja.
 
Bagi anda sobat semua yang sudah sangat mahir memahami grammar pasti tahu persis pelajaran paling sulit dalam grammar, bukankah anda juga tahu? Jika ada di antara sobat sekalian ada yang belum mengetahui pelajaran paling sulit dalam Grammar, coba tanyakan pada kawan anda yang sudah mahir dalam grammar. Apakah sama dengan yang saya sulitkan?
 
Bagi saya pribadi yang masih belum memahami grammar sepenuhnya, pelajaran grammar paling sulit dipahami dan paling sering lupa adalah SUBJECT VERB AGREEMENT dan CLAUSE (Abridgement, Omitting, Reducing dkk). Entahlah, kedua pelajaran tersebut terlihat dalam bungkusan sederhana, namun ketika bungkusnya dibuka ternyata banyak sekali pelajaran lain yang harus diuraikan dengan lebih jelas lagi. Maka dari itu, saya terus selalu mencoba memahaminya dengan penuh kecintaan :D
 

Mengapa tidak ada pelajaran TENSES?


Jika anda sadar, tenses itu sebenarnya masuk dalam kategori pelajaran Verb (kata kerja). Jadi, secara tidak langsung, tenses sudah termasuk dalam pelajaran SUBJECT VERB AGREEMENT. Apakah sulit dipelajari? Tentu saja, perlu banyak latihan agar bisa dipahami dengan baik. Jangan pernah hafalkan rumus tenses, karena hal tersebut bisa membuat otak anda ribut saja. Sering menjawab soal tenses adalah hal paling terbaik agar bisa menguasai tenses. Tidak percaya juga? Terserah sobat saja, toh otak-otak anda :D
 
Sebenarnya masih ada lagi satu pelajaran grammar paling saya sulitkan, karena sampai saat ini belum juga dikuasai. Apakah itu? Hmm… rahasia… saya saja tidak yakin seorang professor ilmu bahasa bisa sepenuhnya menguasainya, karena itu biarlah jadi rahasia.. jika anda tekun, pasti anda menemukannya.
 
Ingat grammar jadi saya ingat beberapa waktu lalu ada seorang kawan di FanPage facebook yang menanyakan susunan materi grammar dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi. Hmm… sungguh kawan tersebut pasti memiliki kecintaan akan grammar yang begitu luar biasa. Semoga saja ia bisa melewati semua rintangan pelajaran grammar dengan mudah, dan juga bisa menemukan pelajaran paling sulit dalam grammar…. Begitu juga anda.

Friday, May 9, 2014

Question Tags - Tingkat Sulit (1)

Kita sudah mempelajari Question Tags tingkat mudah. Nah sekarang saatnya mempelajari question tags yang sedikit rada sulit. Mungkin sangat berlebihan jika question tags yang akan kita bahas ini dikategorikan sulit. Namun, karena umumnya pembelajaran question tags dalam pelajaran bahasa Inggris di Indonesia masih saja hanya menonjolkan question tags yang itu saja (baca : question tags tingkat mudah) maka maklum saja seandainya question tags yang akan kita pelajari ini adalah salah satu pelajaran "aneh" plus boleh dianggap "sulit".

Apapun label question tags ini, sobat harus bisa membedakannya dengan seksama. Karena jika salah maka sama saja kita masih berada di level yang sama yaitu belum bisa mengembangkan kualitas pemahaman question tags tingkat lanjut ini. Untuk itu, mari kita simak penjelasan mengenai tag questions tingkat lanjut di bawah ini :

I AM ......, AREN'T I?

Jika pada kalimat ungkapan berbentuk I am, maka question tagnya berupa aren't I? Misalnya saja :

  • I am the champion, aren't I?
  • I am late, aren't I?
  • I am the fastest, aren't I?

IMPERATIVES (KALIMAT PERINTAH)

Agar kalimat perintah terlihat dan terdengar lebih sopan, question tags won't you biasa digunakan, misalnya :

  • Come in, won't you?
  • Lend me your pen, won't you?
  • Tell me what they have done, won't you?

Untuk memerintahkan seseorang melakukan sesuatu, question tags Will you? / Would you? / could you? bisa digunakan, misalnya :

  • Open a window, will you?
  • Give me a hand, would you?
  • Take my books, could you?

Memerintahkan seseorang karena merasa kurang sabar, question tag can't you? bisa digunakan, misalnya:

  • Shut up, can't you?
  • Be quiet, can't you?

Untuk negative imperatives (kalimat larangan), question tag will you biasa digunakan, misalnya :

  • Don't forget, will you?
  • Don't open that door, will you?
  • Don't cry, will you?

LET'S

Setelah kata ajakan let's, question tags shall we? biasa digunakan, misalnya :

  • Let's go to Bandung, shall we?
  • Let's have a party, shall we?
  • Let's study together, shall we?

THERE

Setelah kalimat there + be (is, am, are, was, were dl), maka question tagnya sama seperti pada question tags tingkat mudah, yaitu (+)(-) / (-)(+). Bedanya, subject dari question tagnya tetap there. Contoh :

  • There's something wrong, isn't there?
  • There were any problems, weren't there?
  • There are some chairs upstairs, aren't there?

Untuk sementara ini, question tags tingkat sulitnya hanya sampai di sini saja dulu. Untuk kelanjutannya semoga saja bisa diteruskan nanti. Masih bingung apa sudah sedikit rada ngarti? jika masih bingung, sama dong :) Keep on learning...

Tuesday, April 22, 2014

Question Tags - Tingkat Mudah

Question tags sangat sering sekali digunakan dalam percakapan bahasa Inggris sehari-hari. Meski pelajaran question tags ini adalah murni termasuk salah satu pelajaran grammar namun nyatanya penggunaannya lebih banyak ditemukan dalam speaking. Hal ini jelas membuktikan bahwa belajar grammar adalah salah satu pondasi meningkatkan kualitas berbicara kita.

Pengertian Question Tags 

Swan (2005: 465) menyebutkan, “Question tags are the small questions that often come at the ends of sentences in speech, and sometimes in informal writing.” Menurut Swan, Question tag itu adalah pertanyaan-pertanyaan pendek yang sering muncul di akhir kalimat pada saat berbicara, dan kadang muncul pada tulisan informal.
 
Contoh :
 
  • The Film wasn’t very good, was it?

Kalimat negatif biasanya diringkas meski bentuk sempurnanya bisa digunakan dalam percakapan.
 
Contoh :
 
  • That’s the postman, isn’t it?
  • You take the sugar in tea, don’t you?
  • They promised to repay us within six months, did they not? (formal)

Dengan demikian, question tags dapat difungsikan untuk memeriksa apakah sesuatu itu benar atau tidak; bisa juga berfungsi menanyakan persetujuan.

Question tags (+)(-) atau (-)(+) 

Maksudnya, pada kalimat positif, question tags harus negatif; sebaliknya pada kalimat negatif, question tags harus positif. Namun hal ini tidak berfungsi pada kalimat pertanyaan karena sangat tidak wajar.

Contoh :

  • You're the new secretary, aren't you?
  • You're not the new secretary, are you?
  • (bukan are you the new secretary, aren't you?)
question tag

Question Tags pada Modal Auxiliary 

Jika suatu kalimat memiliki auxiliary verb selain be, maka seperti halnya di atas, tinggal mengulang (+)(-) atau sebaliknya.

question tag, tag question


Namun jika sebuah kalimat tidak memiliki auxiliary, maka question tags harus menggantikannya dengan DO (dan semua perubahan tensesnya).

You like oysters, don't you?
Harry gave you a cheque, didn't he?

Question Tags pada Kalimat bernada Negatif 

Pada kalimat yang memiliki konotasi negatif seperti never, no, nobody, hardly, dll, question tag harus positif.

Contoh :

  • You never say that, do you? (bukan don't you)
  • It is no good, is it? (bukan isn't it)
  • It has hardly rained all this summer, has it? (bukan hasn't it

Mungkin cukup sekian penjelasan tingkat mudah pelajaran question tags kali ini, untuk pembahasan lanjutan mengenai question tags semoga saja bisa dibahas lain waktu.

Referensi :

Swan, Michael.2005. Practical English Usage. Oxford University Press.

Saturday, December 14, 2013

Sejarah Tenses dalam Grammar Bahasa Inggris

Saya bukan ahli sejarah; saya pun bukan ahli grammar bahasa Inggris. Lalu mengapa saya harus repot-ropot membahas sejarah tenses bahasa Inggris? Sederhana saja, sejarah tidak boleh hilang dari muka bumi. Sejarah adalah pengalaman yang harus kita pertimbangkan demi kemajuan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang.

Begitu juga dalam tenses, sejarahnya tidak boleh musnah hanya karena perdebatan rumus tenses 16 atau malah 12. Tenses harus tetap ada dalam buku grammar bahasa Inggris. Tenses lah yang membuat buku grammar laku dibeli dan dibaca pecinta grammar di dunia. Tanpa tenses, grammar hanya berisi teori yang pasti bikin kepala nyut-nyut. Tanpa tenses, grammar ibarat nasi tanpa lauk pauk plus sayur asam..

Untuk itu, mari kita baca saja (jika anda mau) buku sejarah tentang tenses ini, hingga tidak membuat jari-jari saya rontok karena lama mengetik tulisan membosankan mengenai sejarah "tenses dalam grammar bahasa Inggris".








Jaringan lelet, dan tidak konsentrasi membaca sejarah tenses bahasa Inggris secara online? Oke, tak perlu risau dan gelisah, download saja di link di bawah ini :


Selamat, anda adalah salah satu bagian dari sejarah tenses dalam grammar bahasa Inggris...

Lebih banyak tulisan tentang tenses = Tenses Bahasa Inggris (Explained)

Saturday, November 16, 2013

"Asalkan" dalam Bahasa Inggris

'Asalkan' dalam Bahasa Inggris memiliki berbagai macam makna. Seperti halnya makna 'karena' yang ditunjukkan dengan beberapa kata sambung (conjunction), 'Asalkan' atau 'dengan syarat' juga ditunjukkan dengan menggunakan conjunction. Berikut adalah kata sambung (conjunction) yang bermakna 'asalkan' atau 'dengan syarat' :

1. On condition that
2. Only if / if only
3. Provided (that)
4. Providing (that)


Conjunction di atas memiliki arti 'asalkan' atau 'dengan syarat', untuk memperjelasnya lihat contoh-contoh di bawah ini :

1. We can take care of this matter on condition that payment is made in advance.
2. We will manufacture these handbags only if we can obtain the right leather
3. We should be able to do the job for you quickly, provided (that) you give us all the necessary information.
4. I could get more work done providing (that) there weren't so much noise.

Keterangan : Kata that yang ada dalam kurung maksudnya boleh digunakan / boleh tidak digunakan.


Frank, Marcella. 1972. Modern English; A Practical Reference Guide. New Jersey: Prentice Hall, Inc.




Friday, November 15, 2013

"Karena" dalam Bahasa Inggris

da Jika anda menganggap 'karena' dalam bahasa Inggris hanya 'because' saja, maka anda harus membaca tulisan ini. Sebab, pada dasarnya makna 'karena' dalam bahasa Inggris ternyata banyak sekali. Salah satu makna 'karena' dalam bahasa Inggris bisa menggunakan conjunction (kata sambung) seperti di bawah ini :
  1. As
  2. Because
  3. Because of the fact that 
  4. Due to the fact that
  5. For
  6. Inasmuch as / in as much as
  7. In that
  8. In view of the fact that
  9. On account of the fact that 
  10. Owing to the fact that
  11. On the ground that
  12. Whereas
Kata-kata di atas semuanya adalah conjunction (kata sambung) bermakna 'karena'; artinya, setelah kata-kata tersebut harus diikuti oleh klausa.
Contoh :
  1. They left the party at 11 P.M, as they had to get up early the next day.
  2. I could go to school because I was ill.
  3. Because of the fact that they had made their reservation too late, they couldn't get on the plane they wanted.
  4. Due to the fact that all trains were delayed, the station was crowded with people.
  5. He decided to withdraw from his physics class, for he kept failing the examination.
  6. Inasmuch as no offer has been made to pay for the damage, our company will have to take this case to court.
  7. Both girls are similar in that they love expensive clothes.
  8. In view of the fact that all the able-bodied men were fighting at the front, the women had to do all the work.
  9. He was fired on account of the fact that he had stolen money from the company.
  10. Owing to the fact that not enough members are present to call our meeting to order, we will have to cancel the meeting.
  11. She's suing for divorce on the grounds that he deserted her and the children.
  12. Whereas the rent for this property has not been paid for four months, the tenant is required to vacate the premises immediately.
Kata sambung (Conjunction) dari contoh kalimat yang BERCETAK TEBAL di atas semuanya mengandung makna 'karena'. Meski beberapa di antaranya mengandung arti yang berbeda tergantung konteks yang sedang dibahas.


Frank, Marcella. 1972. Modern English; A Practical Reference Guide. New Jersey: Prentice Hall, Inc.







6 Kesalahan Grammar dalam Menulis Kalimat

Postingan ini diadaptasi dari tulisan West (2008: 29-36) tentang kesalahan-kesalahan gramatikal dalam menulis sebuah kalimat. Saya akan menjelaskannya secara singkat, jelas, transparan dan tanpa basa-basi. Menurut West, setidaknya ada 7 kesalahan umum yang dilakukan seseorang dalam menulis sebuah kalimat, namun disini saya hanya akan memberikan 6 kesalahan Grammar Bahasa Inggris dalam menulis kalimat :

Pertama, Verbs not agreeing with subjects 

Aturannya sederhana: Kata Kerja serasi dengan Subyek (The verb agrees with the subject)

Ø  Singular subject, singular verb
Subyek tunggal harus ditemani kata kerja ‘tunggal’, contoh: The cat sits on the mat
Ø  Plural subject, plural verb
Subyek jamak harus ditemani kata kerja ‘jamak’, contoh: The cats sit on the mat
Ø  Two singular subject, plural verb
Dua subyek tunggal harus ditemani kata kerja ‘jamak’, contoh: The cat and the dog sit on the mat

Keterangan:

Aturan-aturan di atas masih sebatas aturan umum, ada beberapa pengecualian dalam aturan tersebut, misalnya kata kerja tak beraturan (irregular verb) yang berupa ‘to be’ (You are my love dan You are my students). Contoh pertama (you are my love) menunjukkan subyek tunggal (kamu) sedang contoh kedua (you are my students) menunjukkan subyek jamak (kalian); meskipun begitu, kata kerja yang berupa ‘to be’ tetap menggunakan ‘are’. Oleh karena itulah pemahaman tentang kata kerja (verb) sangat mempengaruhi dalam menulis sebuah kalimat. 

 Selain ‘to be’, subyek yang berupa ‘collective noun’ juga sangat mempengaruhi kata kerja, bandingkan contoh berikut:

         The team is working on it
         The team are working on it

Kedua contoh diatas sama-sama benar. Contoh pertama mengacu pada suatu tim dalam satu kesatuan sehingga kata kerjanya berupa ‘is’, sedang contoh kedua mengacu pada orang-orang yang ada dalam tim (the people of the team) sehingga kata kerjanya berupa are.

Kategori kesalahan grammatikal diatas bisa terasa mudah jika kita sangat paham tentang ‘Subject-Verb Agreement’.




Kedua, Split infinitives

Infinitives (lebih dikenal dengan to infinitive) sewajarnya berbentuk to + verb murni. Split infinitives ini berarti terpisahnya to dengan verb murninya. Memang jika terpisahnya ‘kedua pasangan’ ini tidak terlalu jauh, maka boleh-boleh saja. Namun jika jaraknya terlalu panjang maka akan terlihat kaku, contoh:

         He began to slowly but surely turn the company round

Contoh diatas terlihat tidak wajar karena memisahkan to dengan verb murninya terlalu jauh. Kalimat diatas seharusnya:

         He began to turn the company round, slowly but surely. Atau
         Slowly but surely, he began to turn the company round.

Ketiga, Dangling Participles

Participle disini adalah participle hasil dari omitting ataupun reducing clause, bukan participle yang difungsikan sebagai adjective. Berbeda dengan dua contoh diatas, dimana hanya kemampuan memahami grammar yang dibutuhkan, Dangling Participles, dikenal juga dengan istilah misrelated participle (participle yang tak serasi dengan subyek), membutuhkan kemampuan dalam segi makna untuk memahaminya, contoh:

         Cycling along a path used by Dr Livingstone, a leopard leapt out and attacked me.

Contoh diatas sebenarnya adalah sebuah adverbial clause yang sub-clausenya menghilangkan (omitting) subyek dan conjunction after. Karena dalam syarat omitting, subyek yang dihilangkan harus sama dengan yang ada di main clause, maka participle ‘cycling’ diatas tidaklah benar. Seharusnya ‘cycling’ pada ‘omitting’ pada contoh tadi mengacu pada subyek manusia karena kegiatan bersepeda umumnya dilakukan oleh manusia; akan tetapi subyek pada main clause berupa bintang ‘leopard’ sehingga makna kedua clausenya menjadi rancu. Contoh kalimat diatas jika dijabarkan maka akan menjadi seperti ini:

         After I cycled along a path used by Dr Livingstone, a leopard leapt out and attacked me.

Untuk membenarkan kalimat diatas, maka seharusnya subyek pada main clause harus diubah menjadi I, sehingga menjadi:

         After I cycled along a path used by Dr Livingstone, I was attacked by a leopard.

Jika sub. Conjunction dan subjectnya dihilangkan (omitted), maka kalimatnya menjadi:

         Cycling along a path used by Dr Livingstone, I was attacked by a leopard.

Keempat, Unbalanced Sentences

Jika menggunakan correlative conjunction, seperti either….or… atau not only….but also… kita harus memahami bahwa kalimat tersebut memiliki kesejajaran dalam bentuk dan fungsi.

Contoh:

Shelly is not only beautiful but also smart
Kata-kata setelah not only dan but also diatas (beautiful dan smart) jelas memiliki bentuk dan fungsi yang sama yaitu sama-sama adjective dan sama-sama berfungsi sebagai subjective complement. Namun hal yang paling penting adalah bentuk harus sama, jika tidak maka kalimat tersebut menjadi tidak seimbang:

Contoh:

Shelly is not only a student but also smart

Kalimat tersebut salah karena tidak seimbangnya antara a student dan smartnya (student sebagai noun dan sedangkan smart adjective). Menurut nalar semantics (pengetahuan akan makna) juga pasti terlihat rancu.

Kelima, ‘I’ or ‘me’?

Dalam percakapan sehari-hari, kalimat It’s me,  terdengar wajar-wajar saja, namun dalam menulis Bahasa Inggris yang baik, tentu kalimat tersebut jelas salah. Mengapa? Karena me hanya digunakan sebagai object pronoun yang hanya bisa diletakkan setelah transitive verb. Sedangkan is (to be) dikategorikan sebagai intransitive verb (kata kerja yang tidak membutuhkan object). Oleh karena itu sangat tidak wajar jika kita menulis kalimat dibawah ini

It was me who suggest the rise in fees

Kalimat diatas seharusnya:

It was I who suggest the rise in fees

Keenam, ‘Who’ or ‘whom’?

Pernah belajar adjective clause? Jika pernah pasti sobat mengenal who dan whom ini. Kesalahan ini sebenarnya tidak menjadi masalah untuk sekarang-sekarang ini, mengingat kata who dan whom terkadang sudah tidak mempunyai  perbedaan satupun. Meskipun dalam grammar kedua kata tersebut memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Contoh:

The man whom I mentioned yesterday is Andi
The man who came yesterday is Andi

Lihat perbedaan kedua kalimat diatas: SETELAH WHO PASTI VERB, SEDANGKAN SETELAH WHOM PASTI SUBJECT = NOUN / PRONOUN.

Ketujuh, Silahkan Sebutkan Kelemahan Sobat dalam Grammar, Ok.
 

West, Christ. 2008. Perfect Written English.London: Random House Books.

Penggunaan Be Afraid dalam Bahasa Inggris

Jika melihat dari segi tulisan dan pelafalannya, jelas afraid (be afraid) dan fear memiliki perbedaan yang sangat besar. Namun, kadang beberapa siswa atau mahasiswa sekalipun menganggap bahwa afraid dan fear memiliki arti yang sama, yaitu takut. Nyatanya keduanya memiliki perbedaan penggunaan dalam bahasa Inggris. Untuk itu, penjelasan mengenai penggunaan afraid ini bisa menjadi sandaran ketika kita bingung bagaimana penggunaan afraid secara benar. Oke, langsung saja kita pelajari penjelasan Swan (2005: 27) mengenai penggunaan afraid di bawah ini :

Afraid lebih umum digunakan dalam bahasa Inggris Informal dari pada Fear

In an informal style, be afraid is more common than fear.

Contoh :
Don't be afraid. (tidak umum menggunakan Don't fear)
Are you afraid of the dark? (tidak umum menggunakan Do you fear the dark?)
She's afraid that I might find out.
I'm not afraid to say what I think.

I'm Afraid = I'm Sorry

I'm afraid (that) sering bermakna I'm sorry to tell you that'. Hal ini gunakan untuk mengawali apologetic refusal (penolakan dengan merasa menyesal) dan bad news (berita buruk)

Contoh :

I'm afraid (that) I can't help you.
I'm afraid (that) there's been an accident.
I'm Afraid So/Not digunakan sebagai 'Jawaban atau Pernyataan Pendek'

Contoh :

Can you lend me a pound? - I'm afraid not.
It's going to rain. - I'm afraid so.

Afraid adalah Salah Satu Adjective Yang Tidak bisa digunakan Sebelum Noun

Maksudnya??? Lihat artikel artikel Perbedaan Predicative VS Attributive Adjectives
Karena afraid adalah salah satu predicative adjective, maka jarang sekali afraid digunakan sebelum noun.

Contoh :

John is afraid (benar)
John is a frightened man (bukan John is an afraid man)


Swan, Michael. 2005. Practical English Usage. 3rd Edition. Oxford University Press.

Thursday, November 14, 2013

Pengguanaan Be Able dalam Grammar

Menurut Swan (2005: 2), penggunaan able dalam grammar bahasa Inggris, biasanya digunakan dengan susunan be able + to infinitive. Penggunaan be able to ini biasanya makna sama dengan can = bisa, dapat, mampu. Bentuk negative dari be able yaitu be unable.

Contoh :
  • Some people are able to walk on their hands = some people can walk on their hands.
  • I am unable to understand what she wants = I can't understand what she wants.

Kedua kalimat diatas sama-sama menunjukkan Ability = kemampuan, baik menggunakan be able to atau can dan be unable to atau can't.

Can lebih baik digunakan dalam kalimat yang mengandung arti "Mengetahui Caranya"

Contoh :

  • Can you knit? (lebih alami dari Are you able to knit?) #knit = merajut.

Be able bisa digunakan dalam berbagai bentuk Tenses

Contoh :

  • One day scientists will be able to find a cure for cancer. (Tidak bisa dengan can = One day scientists will can find a cure for cancer).

  • I might be able to help you (tidak bisa dengan can = I might can help you.

Be Able jarang digunakan dalam infinitive passive (to be + Verb 3)

Contoh :

  • He can't be understood (lebih natural daripada He is not able to be understood.)

Setidaknya penjelasan diatas sudah mewakili penggunaan be able dalam memahami Grammar. Bagi yang belum bisa memahami tentang to be, silahkan baca artikel Kiat Memahami Kalimat Ber To Be.

Lalu susunan Be Able itu nominal sentence bukan? Silahkan baca artikel, Nominal Sentence, Istilah Yang Salah.

Swan, Michael. 2005. Practical English Usage. Oxford University Press.

Friday, November 8, 2013

Makna About To

Apa itu about to? DAlam bahasa Inggris, 'about to' sering dianggap sebagai auxiliary karena sering berpasangan dengan 'to be'. Dalam hal ini, about to menjadi 'be about to'. Dalam kalimat bahasa Inggris about to selalu diikuti oleh bare infinitive alias kata kerja murni yang tidak dicampuri penanda plural 's' ataupun penanda verb lainnya.

Untuk memahami makna 'about to' atau 'be about to' mari kita sama-sama menyimak penjelasan Swan (2005: 3) berikut ini:

About + infinitive (with to) means 'going to very soon' 'just going to'. Not about to can mean 'unwilling to'.

About to bermakna 'akan segera' dan 'baru saja akan'. Sedang 'not about to' dapat berarti 'tidak berharap''tidak berniat'.

Contoh:

Don't go out now - We're about to have lunch. - Jangan pergi dulu, kita baru saja akan makan siang.
I was about to go to bed when the telephone rang. - Saya baru saja akan tidur ketika telpon bunyi.
I'm not about to pay 10 dollars for that dress. - Saya tidak berminat membayar 10 dolar untuk baju itu.


Swan, Michael. 2005. Practical English Usage. Oxford University Press.

Classifier - Noun sebagai Modifier

Dalam aturan Grammar bahasa Inggris, Modifier adalah istilah untuk kata, phrase, atau bahkan klause yang menjelaskan kata, phrase, atau klause lainnya. (Rumit ya?)

Oke, kita berikan saja contoh-contoh modifier berikut ini: 

==> A Beautiful Girl with the black hair
    Kata beautiful menejelaskan kata girl, dan kata kata A menjelaskan frasa beautiful girl. Lalu frasa with the black hair menjelaskan frasa a beautiful girl, begitu... Masih rumit? Kita rinci saja begini:

    beautiful ----> girl
    A ----------> beautiful giril
    A beautiful girl <-------- with the black hair.

    Silahkan pahami. Lanjut, anggap saja sudah paham semua.

    Intinya, jika ada kata, frasa, atau klausa yang menjelaskan kata, frasa, atau klausa lainnya baik dari segi sifatnya (adjective) atau keterangannya (adverbial), maka ketiganya dianggap sebagai modifier.

    Modifier, dalam dunia penulisan word order, disebut juga sebagai Classifier. Si Classifier in adalah modifier dalam bentuk noun lagi.

    Perlu diingat bahwa modifier memang lebih dikenal karena adjective (kata sifat) dan adverbial (kata keterangan), namun ternyata ada noun yang bisa difungsikan sebagai modifier, ya ini dia si classifier.

    Contoh:

    • They sell shoes at the store. It is a shoe store.

    Nah, kata shoes adalah noun yang difungsikan sebagai object of a verb 'sell'. Jadi, kata shoe tersebut adalah noun murni sebagai object, maka tidak apa-apa jika ditambahkan s untuk menandakan regular plural noun.

    Sedang kata shoe yang kedua, itu adalah noun sebagai modifier, disebut juga Noun adjuct. Jadi tidak boleh menambahkan s sebagai bentuk plural / jamak. :-)

    Sunday, October 27, 2013

    Proper Noun - Catatan Grammar

    Catatan Grammar ini hanya sebuah 'coretan' singkat yang harus kita ingat agar tidak mudah tersesat. Oleh karena itu, simpan baik-baik catatan ini di otak kita. Andai sewaktu-waktu kita butuh, maka jangan segan keluarkan 'jurus' maut Catatan Grammar ini untuk menghadapi 'musuh' yang sedang menghadang. :-) Lebay...

    Catatan Grammar - Proper Noun

    Proper noun selalu diawali dengan HURUF KAPITAL dalam penulisan; ini WAJIB, tidak bisa ditawar. Meski tidak berdosa ketika huruf awal proper noun ditulis dengan 'huruf kecil', tapi hal ini sangat memalukan.

    Lihat contoh proper noun pada paragraf di bawah ini:

    Yesterday in Denver, President Obama called on all of us to take to Twitter and urge Republicans in Congress, who are blocking the President’s plan, to act on jobs.

    "Some of these folks in Washington still aren't getting the message," says the President. "Tweet 'em. They're all tweeting all over the place. Tweet 'em back."

    You heard what the President said—we need to send them a message, and our Tweet for Jobs tool is an easy way to do that. You can find your Republican legislators on Twitter and let them know you support President Obama’s plan to get Americans back to work—because we can’t wait.

    Kata yang dicetak tebal, miring, dan bergaris bawah adalah contoh-contoh proper noun. Semuanya diawali dengan HURUF KAPITAL (huruf besar). Jika ada yang menemukan proper noun yang tidak didahului dengan HURUF KAPITAL, silahkan berbagi, agar kita bisa tambahkan "Pengecualian" dalam catatan grammar ini.


    Contoh diambil dari "Tweet 'em Back"


    Saturday, August 10, 2013

    Fungsi Adjectives dalam Grammar

    Fungsi adjectives (kata sifat) dalam grammar? Memahami fungsi adjective dalam dunia pembelajaran grammar adalah hal yang paling mudah diterka. Lihat saja penjelasan Marcella Frank (1972: 111) begitu sangan singkat; Ia tidak lebih dari satu halaman menerangkan fungsi adjective ini, itupun dengan contoh yang sangat sederhana. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat apa yang dijelaskan Frank tersebut:

    Fungsi-fungsi adjectives:

    1. Adjective modifying a noun
    2. Adjective modifying a pronoun

    Pertama, Adjective modifying a noun (kata sifat yang menjelaskan kata benda). Baik itu attributive adjective ataupun predicative adjective, wajar saja jika kata-kata yang mensifati kata benda itu ya adjectives.

    Contoh attributive adjective yang menerangkan noun:

    The small boy (kata the dan small keduanya adalah adjective yang menerangkan noun boy)

    Contoh predicative adjective yang menerangkan noun:

    The boy is small (kata small disini adalah adjective yang menerangkan noun boy)

    Kedua, Adjective modifying a pronoun (kata sifat yang menjelaskan kata ganti). Sama seperti diatas, dalam attributive adjective dan predicative adjective semua adjective jelas bisa menerangkan pronoun (kata ganti) karena pronoun notabene adalah pengganti noun.

    Contoh attributive adjective yang menerangkan pronoun:

    Everybody else (kata else disini adalah adjective yang menerangkan indefinite pronoun everybody)

    Contoh predicative adjective yang menerangkan pronoun:

    He is small (kata small disini adalah adjective yang menerangkan personal pronoun he)

    Untuk mengetahui lebih jauh mengenai attributive adjective dan predicative adjective lihat artikel ini.



    Frank, Marcella. 1972. Modern English: A Practical Reference Guide. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall Inc.


    Jenis-Jenis Adverb: Types of Adverbs (1) dilihat dari Maknanya

    Tanpa adverb, tulisan yang kita tulis terasa hambar tanpa rasa. Tanpa adverb pula, kata-kata yang kita ucapkan terasa kosong tanpa isi. Karena itu, mari kita sama-sama mengingat kembali apa ada yang kita lupakan dari adverb (kata keterangan) yang telah kita pelajari.

    Tak usah panjang lebar, langsung kita menuju Referensi Grammar andalan saya ini, yes Marcella Frank. Beliau (1972: 141) menjelaskan bahwa jenis-jenis adverb (dalam Bahasa Inggris disebut Types of Adverbs, bener ga?) dibagi dua macam: pertama, adverbs classified by meaning, dan kedua, adverbs classified by function. Nah disini saya akan membagikan cerita dari Frank tersebut tentang jenis adverb dilihat dari segi maknanya.

    Adverbs Classified by Meaning.

    Adverbs jenis ini terbagi menjadi:

    1. Adverbs of Manner
    2. Adverbs of Place and Direction
    3. Adverbs of Time
    4. Intensifying Adverbs

    Langsung kita jelaskan satu persatu.

    Satu, Adverbs of Manner.

    Frank menjelaskan, "The manner adverb has the most characteristic adverbial form (an -ly ending added to a descriptive adjective)." - adverb of manner mempunyai bentuk adverb paling kentara yaitu dengan menambahkan -ly pada descriptive adjective. (Lihat Descriptive Adjective disini).

    Contoh Adverbs of Manner:
    Quickly, neatly, awkwardly, beautifully, etc.

    Dua, Adverbs of Place and Direction.

    Frank (1972: 142) mengatakan, "Among the adverbs of place and direction may be included some prepositional forms appearing after the verb--He came in; They walked down. - diantara jenis adverbs of place dan direction ini termasuk beberapa bentuk preposition (kata depan) yang muncul setelah verbs, seperti He came in; They walked down.
     
    Some archaic forms for adverbs of place and direction are still found in the literary language--hither (= here) thither (= there), yonder (= over there), hence (= from here), thence (= from there), whither (= where).

    Beberapa bentuk arkaik (kuno) adverb of place dan direction (kata keterangan tempat dan arah) masih ditemukan dalam bahasa kesusastraan seperti:

    Hither = disini
    Thither = disana
    Yonder = disana
    Hence = dari sini
    Thence = dari sana
    Whither = dimana (saja).

    Contoh lain Adverb of place and Direction

    Here
    There
    Outside
    Inside
    Left
    Right
    Straight
    West

    Untuk penggunaan Adverb of place, harus dibedakan mana itu preposition dan mana adverb of direction. Lihat contoh berikut:

    Let's come in = kata in disini adalah adverb karena menjelaskan kata come.
    Let's come in this room = kata in disini adalah preposition, karena diikuti oleh object yang berupa noun phrase.

    Tiga, Adverbs of Time

    Adverbs of time (kata keterangan waktu) ini dibagi lagi menjadi dua macam yaitu: Adverbs of Definite Time dan Adverbs of Indefinite Time.

    Dalam menjelaskan tentang Adverbs of Definite Time, Frank mengatakan, "These adverbs have a fixed boundary in time--yesterday, today, tomorrow. Most of these words have noun form  and some may be used in plural form--saturdays, nights." -- adverbs of definite time ini memiliki batasan waktu yang baku (jelas) seperti yesterday (kemarin), today (hari ini), tomorrow (besok). Kata kata tersebut umumnya memiliki bentuk noun (kata benda) dan bahkan bisa digunakan dalam bentuk jamak (plural).

    Contoh perbedaan antara adverb of definite time dengan noun berikut ini:

    • I saw him yesterday (Kata yesterday disini adalah adverb of definite time karena menjelaskan waktu saat saya melihat dia)
    • Yesterday was a busy day (Kata yesterday disini adalah noun karena berfungsi sebagai subyek kalimat, Lihat fungsi-fungsi noun disini)

    Beberapa expression (ungkapan) berbentuk phrase (frase) ada dalam kategori adverb of definite time ini seperti:

    Last week
    A month ago
    the day before yesterday
    the day after tomorrow

    Selanjutnya, Adverb of Indefinite Time adalah kebalikan dari diatas, yaitu, jika adverb of definite time itu waktunya jelas, maka adverb of indifinite time waktunya kurang tentu kejelasannya.

    Contoh:

    Recently
    Nowadays
    Soon
    Already
    Still
    Just (baru saja)
    Immediately
    Now
    Then
    Before
    After(wards)
    Next
    First
    Later
    Always
    Often
    Sometimes
    Never
    Lihat juga di (Vocabulary tentang Waktu dan Musim di artikel ini)

    Empat, Intensifying Adverbs
    Seperti halnya adverb of time, Intensifying Adverbs juga terbagi menjadi dua macam, yaitu: Adverbs of Degree, dan Distinguishing Adverbs.

    Untuk Kedua adverb tersebut, karena penjabarannya begitu banyak maka akan saya Bahas dalam artikel tersendiri (semoga saja).

    See you


    Frank, Marcella. 1972. Modern English Usage: A Practical Reference Guide. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice-Hall, Inc.