Social Icons

Showing posts with label Question. Show all posts
Showing posts with label Question. Show all posts

Friday, May 9, 2014

Question Tags - Tingkat Sulit (1)

Kita sudah mempelajari Question Tags tingkat mudah. Nah sekarang saatnya mempelajari question tags yang sedikit rada sulit. Mungkin sangat berlebihan jika question tags yang akan kita bahas ini dikategorikan sulit. Namun, karena umumnya pembelajaran question tags dalam pelajaran bahasa Inggris di Indonesia masih saja hanya menonjolkan question tags yang itu saja (baca : question tags tingkat mudah) maka maklum saja seandainya question tags yang akan kita pelajari ini adalah salah satu pelajaran "aneh" plus boleh dianggap "sulit".

Apapun label question tags ini, sobat harus bisa membedakannya dengan seksama. Karena jika salah maka sama saja kita masih berada di level yang sama yaitu belum bisa mengembangkan kualitas pemahaman question tags tingkat lanjut ini. Untuk itu, mari kita simak penjelasan mengenai tag questions tingkat lanjut di bawah ini :

I AM ......, AREN'T I?

Jika pada kalimat ungkapan berbentuk I am, maka question tagnya berupa aren't I? Misalnya saja :

  • I am the champion, aren't I?
  • I am late, aren't I?
  • I am the fastest, aren't I?

IMPERATIVES (KALIMAT PERINTAH)

Agar kalimat perintah terlihat dan terdengar lebih sopan, question tags won't you biasa digunakan, misalnya :

  • Come in, won't you?
  • Lend me your pen, won't you?
  • Tell me what they have done, won't you?

Untuk memerintahkan seseorang melakukan sesuatu, question tags Will you? / Would you? / could you? bisa digunakan, misalnya :

  • Open a window, will you?
  • Give me a hand, would you?
  • Take my books, could you?

Memerintahkan seseorang karena merasa kurang sabar, question tag can't you? bisa digunakan, misalnya:

  • Shut up, can't you?
  • Be quiet, can't you?

Untuk negative imperatives (kalimat larangan), question tag will you biasa digunakan, misalnya :

  • Don't forget, will you?
  • Don't open that door, will you?
  • Don't cry, will you?

LET'S

Setelah kata ajakan let's, question tags shall we? biasa digunakan, misalnya :

  • Let's go to Bandung, shall we?
  • Let's have a party, shall we?
  • Let's study together, shall we?

THERE

Setelah kalimat there + be (is, am, are, was, were dl), maka question tagnya sama seperti pada question tags tingkat mudah, yaitu (+)(-) / (-)(+). Bedanya, subject dari question tagnya tetap there. Contoh :

  • There's something wrong, isn't there?
  • There were any problems, weren't there?
  • There are some chairs upstairs, aren't there?

Untuk sementara ini, question tags tingkat sulitnya hanya sampai di sini saja dulu. Untuk kelanjutannya semoga saja bisa diteruskan nanti. Masih bingung apa sudah sedikit rada ngarti? jika masih bingung, sama dong :) Keep on learning...

Tuesday, April 22, 2014

Question Tags - Tingkat Mudah

Question tags sangat sering sekali digunakan dalam percakapan bahasa Inggris sehari-hari. Meski pelajaran question tags ini adalah murni termasuk salah satu pelajaran grammar namun nyatanya penggunaannya lebih banyak ditemukan dalam speaking. Hal ini jelas membuktikan bahwa belajar grammar adalah salah satu pondasi meningkatkan kualitas berbicara kita.

Pengertian Question Tags 

Swan (2005: 465) menyebutkan, “Question tags are the small questions that often come at the ends of sentences in speech, and sometimes in informal writing.” Menurut Swan, Question tag itu adalah pertanyaan-pertanyaan pendek yang sering muncul di akhir kalimat pada saat berbicara, dan kadang muncul pada tulisan informal.
 
Contoh :
 
  • The Film wasn’t very good, was it?

Kalimat negatif biasanya diringkas meski bentuk sempurnanya bisa digunakan dalam percakapan.
 
Contoh :
 
  • That’s the postman, isn’t it?
  • You take the sugar in tea, don’t you?
  • They promised to repay us within six months, did they not? (formal)

Dengan demikian, question tags dapat difungsikan untuk memeriksa apakah sesuatu itu benar atau tidak; bisa juga berfungsi menanyakan persetujuan.

Question tags (+)(-) atau (-)(+) 

Maksudnya, pada kalimat positif, question tags harus negatif; sebaliknya pada kalimat negatif, question tags harus positif. Namun hal ini tidak berfungsi pada kalimat pertanyaan karena sangat tidak wajar.

Contoh :

  • You're the new secretary, aren't you?
  • You're not the new secretary, are you?
  • (bukan are you the new secretary, aren't you?)
question tag

Question Tags pada Modal Auxiliary 

Jika suatu kalimat memiliki auxiliary verb selain be, maka seperti halnya di atas, tinggal mengulang (+)(-) atau sebaliknya.

question tag, tag question


Namun jika sebuah kalimat tidak memiliki auxiliary, maka question tags harus menggantikannya dengan DO (dan semua perubahan tensesnya).

You like oysters, don't you?
Harry gave you a cheque, didn't he?

Question Tags pada Kalimat bernada Negatif 

Pada kalimat yang memiliki konotasi negatif seperti never, no, nobody, hardly, dll, question tag harus positif.

Contoh :

  • You never say that, do you? (bukan don't you)
  • It is no good, is it? (bukan isn't it)
  • It has hardly rained all this summer, has it? (bukan hasn't it

Mungkin cukup sekian penjelasan tingkat mudah pelajaran question tags kali ini, untuk pembahasan lanjutan mengenai question tags semoga saja bisa dibahas lain waktu.

Referensi :

Swan, Michael.2005. Practical English Usage. Oxford University Press.

Wednesday, January 8, 2014

Question Word Clauses

Pernah lihat klausa berbentuk pertanyaan? Ya, klausa tersebut dinamakan Question-word clauses. Dalam teori grammar lainnya, klause ini termasuk dalam noun clauses karena fungsinya bisa menjadi subject, object, dan subjective complement.

Jika pada kalimat pertanyaan biasa susunan auxiliary harus berada sebelum subject, dalam question-word clauses, tidak ada penambahan auxiliary sama sekali.

Contoh :

Kalimat pertanyaan umum -- Why do you love me?
Question-word clauses -- I ask you why you love me.

Secara umum, question-word clauses berfungsi sebagai object seperti keterangan Swan (2005: 487), "Clauses beginning with question words can refer both to questions and to the answers to questions. They often act as the object of verbs--for example, when questions and their answers are reported."

Contoh
  • I asked who wanted to come 
  • She wondered why he wasn't wearing a coat 
  • We need to decide where Ann's going to sleep 
  • He told me when he was arriving, but I've forgotten
  • She explained what the problem was
Namun, secara lebih luas question-word clauses bisa dijadikan sebagai subject, complement dan adverbial seperti keterangan Swan yang menjelaskan, "Question-word clauses can act not only as objects, but also as subjects, complements or adverbials. This structure is often rather informal (especially with how clauses)"

Contoh

  • Who you invite is your business -----> sebagai subject
  • Where we stay doesn't matter -----> sebagai subject
  • I'm surprised at how fast she can run ----> sebagai object of prepositon
  • You can eat it how you like (very informal) ----> sebagai adverb
  • A hot bath is what I need ----> sebagai subjective complement
  • This is how much I've done ----> sebagai subjective complement

Ketika question-word clauses memberikan penjelasan pada noun (kata benda), klausa ini biasanya disebut adjective clauses atau juga dikenal dengan nama relative clauses. Hal ini seperti diungkapkan Swan, "Question-word clauses can give more information about nouns. In this case they are called 'relative clauses'"

  • That's the man who threw stones at your dog
  • The place where Mary works has just had a fire
Referensi :

Swan, Michael. 2005. Practical English Usage: 3rd Edition. Oxford University Press.

Wednesday, December 4, 2013

Echo Questions : Definisi dan Contoh

Setelah sebelumnya telah kita bahas mengenai declarative questions dan rhetorical questions, kini saatnya kita mempelajari echo questions.

Michael Swan (2005: 467) dalam bukunya yang populer Practical English Usage: 3rd Edition menjelaskan "To question what has been said, a speaker may simply repeat ("echo") what he/she has heard. A rising intonation is common." Dari pernyataan Swan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa definisi echo questions adalah pertanyaan secara langsung yang dengan mengulang beberapa bagian kata, frasa atau klausa dari perkataan orang lain yang didengar orang yang bertanya.

Jadi, jika kita sedang berbincang dengan teman kita, tapi ada kata, frasa atau klausa yang tidak kita pahami, lalu kita bertanya dengan mengulang kata, frasa atau klausa yang diucapkan teman berbincang kita itu, itulah yang dinamakan eco questions.

Misalnya :

Ada teman kita bicara I am getting married. Lalu kita kaget dengan perkataan teman bicara kita dengan bertanya, you are getting married? 

Dari contoh di atas, kita tahu bahwa kalimat I am married itu adalah kalimat declarative sentence (baca: jenis-jenis kalimat "declarative sentence"), sedang you are getting married? disebut "echo questions" karena mengulang pernyataan teman kita.
Meski kalimat pertanyaan bahasa Inggris You are getting married? lebih umum masuk kategori declarative questions, namun pengulangan dependent clause ke dalam declarative questions ini menjadi condong dengan kategori echo questions.

Model Lain Echo Questions

Ada beberapa model echo questions, model paling populer yang sering digunakan dalam percakapan bahasa Inggris adalah dengan mengulang bagian "kata tanya" di akhir kalimat.

Contoh (dalam Bahasa Indonesia)

Andi : Lihat saja rumah itu.
Rina : Lihat apa?

Contoh (dalam Bahasa Inggris)

Andi : Take a look at that house.
Rina : Take a look at what?

Contoh Echo Questions lainnya :

Andi : She's invited thirteen people to dinner.
Rina : She's invited how many?

Andi : I am going to Bali on holiday.
Rina : You are going to Where?

Andi : I like playing football
Rina : You like what?

Kalimat di atas menanyakan object of verb. Sedang untuk menanyakan verb, atau aktifitas yang dilakukan maka echo questions nya harus memakai Do What seperti contoh di bawah ini :

Andi : Yeni sold his car yesterday.
Rina : Yeni did what?

Echo Questions "Menjawab Pertanyaan dengan Pertanyaan"

Terkadang dalam percakapan sehari-hari, khususnya percakapan bahasa Inggris, kita sering menjawab pertanyaan dengan mengulang pertanyaan terlebih dahulu.

Contoh :

Andi : Kamu mau pergi kemana?
Rina : Saya mau pergi kemana? Pasar.

Nah, dalam echo question model ini, si Rina seperti menanyakan dirinya sendiri lalu menjawabnya.

Contoh lain :

Andi : What does he want?
Rina : What does he want? Money, as usual.

Andi : Are you tired?
Rina : Am I tired? of course not.

Andi : Do you love me?
Rina : Do I love you? I should think of it before I answer it.

Nah, itu dia beberapa model echo questions, atau kalimat pertanyaan pengulangan dalam bahasa Inggris, semoga bermanfaat. 




Swan, Michael. 2005. Practical English Usage. 3rd edition. Oxford University Press

 


Friday, November 29, 2013

3 Jenis Kalimat Pertanyaan Bahasa Inggris

Sebelumnya sudah saya jelaskan 9 pertanyaan tentang cara mengawali percakapan bahasa Inggris. (baca juga : rhetorical questions dan declarative questions), nah sekarang sedikit mundur ke belakang yaitu membahas jenis kalimat pertanyaan (questions) dalam bahasa Inggris.

Langsung saja, menurut Quirk dkk (1985: 806), "Questions can be divided into three major classes according to the type of reply they expect."

 
  1. Those that expect affirmation or negation, as in Have you finished the book?, are YES-NO questions.
  2. Those that typically expect a reply from an open range of replies, as in What is your name? or How old are you? are WH-questions
  3. Those that expect as the reply one of two or more options presented in the question, as in Would you like to go for walk or stay at home?, are ALTERNATIVE questions.

Menurut Radolph Quirk dkk, ada 3 jenis utama kalimat pertanyaan dalam bahasa Inggris dilihat dari jenis jawaban yang diharapkan.
  1. YES-NO Questions, yaitu kalimat pertanyaan yang membutuhkan jawaban Ya atau Tidak. Contoh :Sudah baca bukunya?
  2. WH-Questions, yaitu kalimat pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang luas. Contoh : Namamu siapa? Umurmu berapa?
  3. ALTERNATIVE Questions, yaitu kalimat pertanyaan yang membutuhkan satu dari dua atau lebih jawaban yang ada dalam pertanyaan. Contoh : Maukah kamu jalan-jalan atau tetap di rumah saja?
Mungkin, ketiga pertanyaan tersebut terlihat mudah diucapkan, namun berbagai aturan dalam membuat  3 jenis pertanyaan dasar bisa saja membingungkan. (baca 8 aturan membuat interrogative qustions

Referensi :

Quirk, Radolph at all. 1985. A Comprehensive Grammar of the English Language. London and New York: Longman.

Tuesday, November 19, 2013

Rhetorical Questions - Definisi & Contoh

Rhetorical question berbeda dengan declarative question. Menurut Swan (2005: 467) definisi atau makna rhetorical question adalah :

Questions do not always ask for information. In many languages, a question with an obvious answer can be used simply as a way of drawing attention to something.

Jadi, menurut Swan rhetorical question adalah pertanyaan yang tidak selalu menanyakan informasi. Dalam beberapa bahasa, termasuk Indonesia, pertanyaan kadang digunakan hanya sebagai pengalih perhatian terhadap sesuatu :

Contoh :

  • Do you know what time it is ? (Maksudnya sindiran : Kamu telat) 
  • Who's a lovely baby? (Maksudnya pujian : Kamu adalah bayi kesayanganku) 
  • I can't find my coat~ What is it then? (Maksudnya : Ini, bodoh!)

Very often, a rhetorical question draws attention to a negative situation - the answer is obviously No. Or there is no answer to the question.

Dalam rhetorical question seringkali pertanyaannya tertuju pada situasi negatif - jawabannya tentu "Tidak". Dengan kata lain, tidak ada jawaban untuk pertanyaan tersebut.

Contoh :

  • What's the use of asking her? (Maksudnya : tidak ada gunanya menanyai dia.) 
  • Where's my money? (Maksudnya : kamu belum membayar saya) 
  • Have you lost your tongue? (Maksudnya : mengapa kau tidak mengatakan satu kata pun?) 
  • Why don't you get a job? (Maksudnya : mengapa tidak cari kerja saja)

Selain pertanyaan-pertanyaan yang tidak memiliki jawaban di atas, ada juga model rhetorical question menggunakan Why/How should...?

Penggunaaan Why / How should..... adalah untuk menolak saran, permintaan, atau instruksi secara keras.

Contoh :

  • Ann is not happy ~ Why should I care? (maksudnya : emang gue pikirin)
  • Could your wife help us in the office tomorrow? ~ Why should she? She doesn't work for you. (Maksudnya menolak saran tentang istrinya membantu pekerjaan kantor)

Begitulah kira-kira model rhetorical question dalam bahasa Inggris. Tidak seperti declarative questions, rhetorical questions jelas memenuhi syarat dalam membuat kalimat pertanyaan.


Swan, Michael. 2005. Practical English Usage. 3rd edition. Oxford University Press.

Friday, November 15, 2013

Declarative Questions - Definisi & Contoh

Setelah memahami syarat membentuk interrogative sentence (kalimat pertanyaan), sekarang saatnya memahami apa itu Declarative Questions. Menurut Swan (2005: 466) :

Declarative questions are often used when the speaker thinks he/she knows or has understood something, but wants to make sure or express surprise. A rising intonation is common.

Contoh :

This is your car? (= I suppose this is your car, isn't it?)
That's the boss? I thought he was the cleaner.
We're going to Hull for our holidays ~ You're going to Hull?

This word order is not normally possible after a question word.

Where are you going? bukan (Where you are going?)

Jadi kesimpulannya adalah :

Declarative questions adalah kalimat tanya yang susunan kalimatnya bukan seperti kalimat tanya lainnya (lihat 8 syarat membuat kalimat tanya); justru susunannya seperti kalimat pernyataan (lihat jenis-jenis kalimat: statements) dan biasanya ditandakan dengan nada tinggi saat berbicara. Declarative sentence umumnya hanya digunakan dalam kalimat tanya yang mengandung arti 'apakah' saja.

Mungkin secara gramatikal, kalimat tanya seperti di atas salah, namun nyatanya, bisa kok, tapi khusus dalam speaking aja ya..




Swan, Michael. 2005. Practical English Usage: 3rd Edition. Oxford University Press.


Tuesday, November 12, 2013

9 Pertanyaan Pembuka Percakapan Bahasa Inggris

Inilah 9 Pertanyaan Pembuka Percakapan Bahasa Inggris - Kadang kita tidak mampu mengawali pembicaraan kita dengan orang lain dikarenakan kita tidak tahu apa yang harus kita tanyakan. Jika hal ini terus begini, kita tidak akan mampu meningkatkan kemampuan speaking English kita sehingga jarang sekali kita menggunakan percakapan bahasa Inggris. Oleh karena itu, 9 pertanyaan pembuka percakapan bahasa Inggris ini semoga saja membantu kita mendapatkan partner / teman ngobrol kita saat berlatih percakapan bahasa Inggris.

Dari kesembilan pertanyaan tersebut, nantinya bisa berkembang dan berlanjut menjadi berbagai macam pertanyaan sehingga dapat terus melatih kita untuk tetap melaksanakan percakapan bahasa Inggris. Yuuk kita langsung pelajari pertanyaan-pertanyaan pembuka percakapan bahasa Inggris ini:

A. Basic Facts - Fakta Dasar

1. What is your name?
2. Where do you live?
3. What do you do?
4. Are you married?
5. Where are you from?


B. Hobbies / Free time - Hobi / Waktu Luang



6. What do you like doing in your free time?
7. Can you play tennis / golf / soccer / etc?
8. What kinds of films / food / vacations do you enjoy?
9. What do you do on weekends / Saturday?

Dari kesembilan pertanyaan pembuka percakapan bahasa Inggris diatas, nanti bisa berlanjut menjadi beberapa pertanyaan.

1. What is your name?
  • It's a pleasure to meet you. Where are you from? 
  • That's an interesting name. Is it Chinese / French / Indian, etc.?
2. Where do you live?
  • How long have you lived there?
  • Do you like that neighborhood?
  • Do you live in an apartment or house?
3. What do you do?
  • Which company do you work for?
  • How long have you had that job?
  • Do you like your job?
  • What's the best / worst thing about your job?
  • What do you like best / least about your job?
4. Are you married?
  • How long have been married?
  • Where did you get married?
  • What does your husband / wife do?
  • Do you have any children?
5. Where are you from?
  • Where is ....?
  • How long did you live there?
  • What is XYZ like?
  • Do you like living here?
6. What do you like doing in your free time?
 
  • How often do you (listen to music, eat out in restaurants, etc.)?
  • Where do you (listen to music, eat out in restaurants, etc.) in this town?
  • Why do you like (listening to music, eating out in restaurants, etc.) so much?
7. Can you play tennis / golf / soccer / etc.?
 
  • Do you enjoy playing tennis /golf /soccer /etc.?
  • How long have you played tennis /golf /soccer /etc.?
  • Who do you play tennis /golf /soccer /etc. with?
8.  What kind of films / food / vacations do you enjoy?
 
  • What's the best place to see /eat / go on vacations?
  • What's the best type of film /food / vacation, etc. in your opinion?
  • How often do you watch films / eat out / go on vacation?
9. What do you do on weekends / Saturdays?
 
  • Where do you go to ...?
  • Could you recommend a good place to (go shopping / take my children swimming / etc.)?
  • How long have you done that?
Nah itu dia 9 Pertanyaan Pembuka Percakapan Bahasa Inggris.


Bagi yang ingin mendapatkan MP3 audio percakapan bahasa Inggris silahkan buka artikel di bawah ini :

Monday, August 5, 2013

8 Aturan Membuat Interrogative Sentence (Kalimat Pertanyaan)

Membuat interrogative sentence (kalimat pertanyaan) kadang sulit juga kadang tidak. Mungkin sudah banyak yang mengerti cara membuat atau menggunakan kalimat pertanyaan baik itu dalam teks tertulis ataupun percakapan sehari-hari. Namun begitu tidak ada salahnya jika disini saya mengutipkan 8 aturan dasar dalam membentuk kalimat tanya tersebut seperti yang saya adaptasi dari tulisan Swan (2005: 465-466) di bawah ini:

1.      Auxiliary verb harus terletak sebelum subyek

Dalam kalimat tanya (interrogative sentence), secara umum auxiliary verb memang harus terletak sebelum subyek.

Contoh:

Have you received my letter of June 17? (bukan you have received my letter of June 17?)
When is Oliver leaving? (bukan when Oliver is leaving?)
Why are you laughing? (bukan why you are laughing?)
What are all of those people looking at? (bukan what all of those people are looking at?)

2.     Gunakan do, does dan did jika tidak ada auxiliary verb.

Ketika sebuah kalimat pernyataan (declarative sentence) akan dijadikan kalimat pertanyaan (interrogative sentence), jika dalam kalimat tersebut tidak memiliki auxiliary semisal pada simple sentence dan simple past, maka kalimat pertanyaan tersebut harus diganti dengan do, does atau did.

Contoh:

Do you like Mozart? (bukan like you Mozart?)
What does ‘periphrastic’ mean? (bukan what means ‘periphrastic’?)
Did you wash the car today? (bukan you wash washed the car?)

3.     Jangan mendampingkan do dengan auxiliary verb yang lain.

Do tidak digunakan dengan auxiliary verb yang lain maupun dengan be.

Contoh:

Can you tell me the time? (bukan do you can tell me the time?)
Have you seen John? (bukan do you have seen John?)
Are you ready (bukan do you are ready?)

4.     Gunakan Bare Infinitive dalam kalimat tanya yang ber-auxiliary do, does dan did.

Setelah do, does dan did sebagai auxiliary memang harus diletakkan sebelum subyek (lihat point 5 di bawah), dan setelah subyek tersebut maka lexical verb atau ordinary verb (kata kerja utama kalimat) tersebut harus menggunakan bare infinitive (kata kerja murni tidak ditambah s, es, ed, atau ing) dengan kata lain tidak berubah menjadi past form (kata kerja bentuk kedua), past participle (kata kerja bentuk ketiga) dan juga past participle (kata kerja yang diakhiri –ing <v-ing>)

Contoh:

What does the boss want? (bukan what does the boss wants?)
Did you go climbing last weekend? (bukan did you went climbing last weekend?)

5.     Hanya auxiliary verb yang terletak sebelum subyek.

Seperti penjelasan point ke-1 diatas, hanya auxiliary verb yang terletak sebelum subyek. Artinya, ordinary verb atau kata kerja utama tetap terletak setelah subyek.

Contoh:

Is your mother coming tomorrow? (bukan is coming your mother tomorrow?)
Is your daughter having a lesson today (bukan is having your daughter tomorrow?)
When was your reservation made? (bukan when was made your reservation?)

6. Ketika who, which, what, atau whose adalah subyek (atau bagian dari subyek), maka do tidak digunakan.

Seperti dijelaskan di point ke-2, jangan gunakan do jika tidak ada auxiliary verb yang lain. Namun hal tersebut tidak berlaku jika diawali oleh who, which, what ataupun whose yang difungsikan sebagai kata tanya yang menanyakan subyek.

Contoh:

Who phoned? (who adalah subyek, maka do, does, atau did dihilangkan) bandingkan dengan kalimat pertanyaan di bawah ini:
Who did you phone? (did ditambahkan karena menanyakan obyek)

7.     Dalam indirect question (kalimat tanya tidak langsung) letakkan auxiliary verb setelah subyek.

Dengan kata lain kembali menjadi declarative sentence alias kalimat pernyataan, sehingga dengan demikian secara otomatis tanda tanya (?) harus dihilangkan.

Contoh:

Tell me when you are leaving. (bukan tell me when are you leaving?)

8.    Preposition (kata depan) diletakkan di akhir wh-questions.

Umumnya, ketika membuat kalimat tanya jenis wh-question, preposition atau kata depan diletakkan di akhir kalimat.

Contoh:

What are you talking about? (bukan about what are you talking?)
Who did you buy the tickets from?
What did you clean the floor with?

9.     Selalu akhiri kalimat pertanyaan dengan tanda tanya (?)

Nah ko, ada 9?? Tenang.. ke-8 aturan tersebut diungkapkan oleh Swan—pakar grammar English british—nah sedangkan tambahan ini asli dari saya… seperti yang telah saya pelajari selama ini, yaitu ketika kalimat pertanyaan itu ditulis, jangan pernah tidak menyertakan tanda tanya (?) di akhir interrogative sentence .

Contoh:

Who are you? (bukan who are you)

Mengapa saya tambahkan keterangan no-9 ini, yah karena pengalaman saja, ternyata tanda tanya pun mempengaruhi nilai TOEFL ataupun IELTS…. Gila bukan…..

Sudah ah, thanks a lot…..



Swan, Michael. 2005. Practical English Usage: 3rd Edition. Oxford University Press.