Social Icons

Showing posts with label Translation. Show all posts
Showing posts with label Translation. Show all posts

Sunday, May 11, 2014

Penerjemahan "That Of..."

Sering sekali ada kalimat that of... dalam sebuah kalimat. Biasanya kalimat yang di dalamnya terdapat susunan that of tersebut pasti ditulis oleh orang yang sudah terbiasa menulis dengan sangat baik. Memang, frasa that of bisa saja diterjemahkan secara harfiah; namun hal itu menandakan bahwa anda belum memahami konstruksi kalimat berisikan that of.

Seperti apa sih susunan kalimat yang melibatkan frasa that of ini? Jika sobat belum pernah melihat contoh susunan kalimatnya, oke kita langsung saja melihat contoh kalimat yang memiliki frasa that of seperti yang dijelaskan oleh Kang Cholil berikut ini :
Difficulty No. III is entirely different; it is that of knowing, and remembering the distribution of the sounds, that is which are the right tones to employ for any given word or sentences and in what order they occur.

Nah, dalam kalimat di atas frasa that of sangat jelas terlihat. Lalu bagaimana menerjemahkannya? Dijelaskan bahwa ketika ada kata kata that of dalam sebuah kalimat, kata tersebut mengacu pada sebuah kata sebelumnya. Dalam kasus contoh di atas, kata that mengacu pada kata difficulty. 

Jadi, jika kalimat di atas disusun ulang akan menjadi seperti di bawah ini :
Difficulty No. III is entirely different; it is difficulty of knowing, and remembering the distribution of the sounds, that is which are the right tones to employ for any given word or sentences and in what order they occur.

Dengan demikian penerjemahan that of bisa diketahui dengan jelas karena kata that tersebut sudah diketahui mengacu pada kata difficulty. Sehingga, penerjemahannya akan menjadi seperti di bawah ini :
Kesulitan no. III sangat berbeda. Ini adalah kesulitan dalam mengenali, dan mengingat pembagian suara; yaitu bagian mana yang benar diterapkan untuk kata atau kalimat manapun dan pada urutan mana kata kata atau kalimat itu muncul.

Untuk lebih memahami susunan kalimat yang terdapat that of nya, mari kita lihat contoh di bawah ini :
The selection of the romantic story novels written today will be compared with that of the ancient romantic story manuscripts written in the 17th century to highlight the similarities and differences between them.

Kalimat di atas jika di susun ulang akan menjadi kalimat seperti di bawah ini :

The selection of the romantic story novels written today will be compared with the selection of the ancient romantic story manuscripts written in the 17th century to highlight the similarities and differences between them.

Dan kalimat tersebut, nantinya bisa diterjemahkan seperti pada kalimat bahasa Indonesia di bawah ini :

Kumpulan novel kisah romatis yang ditulis saat ini akan dibandingkan dengan kumpulan naskah kisah romantis kuno yang ditulis pada abad 17 untuk menyoroti kesamaan dan perbedaan di antara keduanya.

Dengan pemahaman tentang that of di atas pasti penerjemahan menjadi sangat mudah bukan? Sekian saja dan terima kasih. :)

Sunday, April 20, 2014

Meningkatkan Kualitas Penerjemahan

Ada setidaknya 3 cara meningkatkan kualitas penerjemahan bagi sobat yang sedang berlatih menjadi seorang penerjemah professional. Cara ini bisa sangat membantu apalagi bagi sobat sangat serius menekuni bidang penerjemahan. 

Cara meningkatkan kualitas penerjemahan ini diungkapkan oleh Sukur (2009: 12-13) dalam bukunya yang berjudul "Kaya Lewat Terjemahan: Menyingkap Rahasia Sukses Bisnis Alih Bahasa", jadi sudah barang tentu tulisan ini benar-benar dapat membantu mengembangkan kemampuan penerjemahan. Untuk lebih jelasnya berikut adalah tulisan asli mereka (saya tidak mengubah satu kalimatpun jadi simak baik-baik ya)

TANYA ORANG YANG LEBIH TAHU

Jangan Sungkan-sungkan bertanya kepada orang yang lebih tahu atau yang lebih berpengalaman dalam hal penerjemahan. Anda bisa bertanya apa saja sejauh itu berhubungan dengan dunia penerjemahan.
 
MEMBELI DAN MEMBACA BUKU

Dewasa ini sangat banyak teori penerjemahan yang tersebar di berbagai toko buku. Buku-buku ini sebagian besar ditulis oleh para ahli di bidang penerjemahan, baik oleh pakar di bidang teori penerjemahan maupun oleh para praktisi penerjemahan. Belilah buku-buku tentang kiat atau cara menerjemahkan yang sekiranya bisa membantu untuk memperkaya wawasan anda di bidang penerjemahan.
 
BERGABUNG DENGAN MILIS ATAU GRUP PENERJEMAHAN DI INTERNET

Di internet banyak sekali milis atau grup yang mewadahi para penerjemah. Di milis seperti ini, biasanya berkumpul para penerjemah--baik yang sudah profesional maupun yang masih pemula. Keuntungan bergabung dimilis atau grup para penerjemah di internet seperti ini adalah biasanya para penerjemah saling membagi pengalaman dan pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan kata sulit yang tidak ditemukan di dalam kamus. Atau juga yang berkaitan dengan kalimat-kalimat yang sulit dipahami. Para anggota milis saling berkirim e-mail untuk memberitahukan masalah yang sedang dihadapinya dalam menerjemahkan sebuah naskah. Dalam waktu singkat, puluhan anggota lain memberikan tanggapan sehubungan dengan yang mereka ketahui tentang masalah yang kita hadapi.

Nah itu dia tiga cara yang disarankan oleh Silvester. Jika sobat serius akan menekuni bidang penerjemahan dan ingin meningkatkan kualitas terjemahan sobat, silahkan turuti langkah-langkah yang Silvester sarankan di atas. Untuk nomor satu, alangkah baiknya jika sobat tanya langsung kepada orang yang berpengalaman seperti Silvester, ia adalah salah satu penerjemah dan penulis profesional. Kalau tidak ada ya boleh lah tanya kepada guru atau dosen sobat.

Sedang untuk nomor dua, alangkah sangat baik jika perpustakaan pribadi sobat penuh dengan buku, jurnal ataupun tulisan lainnya yang sangat berhubungan dengan teori dan praktik penerjemahan. Banyak kok...

Sementara nomor tiga lebih banyak lagi, salah satu yang dikenal di Indonesia adalah Bahtera, milis ini didirikan oleh Sofia Mansoor, salah seorang penerjemah profesional di Indonesia, silahkan cek alamatnya di http://groups.yahoo.com/group/Bahtera Mungkin hanya ini yang bisa dibagikan kali ini. Semoga Sobat bisa meningkatkan kualitas penerjemahan sehingga bisa kaya menjadi seorang penerjemah. :)

Referensi :

Silvester  Goridus Sukur. 2009. Kaya Lewat Terjemahan: Menyingkap Rahasia Sukses Bisnis Alih Bahasa. Bandung: PT. Mizan Pustaka.

Wednesday, January 1, 2014

Text Styles - Analisa Teks (4)

Dalam dunia penerjemahan, untuk bisa menganalisa teks, kita harus tahu gaya bahasa sebuah teks (text styles). Tidak hanya membaca dan mengetahui maksud sebuah teks saja, kita juga harus memahami beberapa jenis teks sehingga kita bisa mengenali jenis teks yang sering muncul dalam beberapa karya sastra ataupun non-sastra.

Melanjutkan pembahasan kemarin tentang cara menganalisa teks, (1. Reading the text. 2. The Intention of the Text. 3. The Intention of the Translator), kini saatnya kita harus mengetahui gaya bahasa teks (Text Styles). Menurut Newmark (1988: 13), mengacu pada pendapat Nida, ia empat jenis teks, baik itu teks sastra ataupun bukan sastra, dan berikut adalah empat jenis teks tersebut :

  1. Narrative: a dynamic sequence of events, where the emphasis is on the verbs or, for English, 'dummy' or 'empty' verbs plus verb-nouns or phrasal verbs ('He made a sudden appearance', 'He burst in').
  2. Description, which is static, with emphasis on linking verbs, adjectives, adjectival nouns.
  3. Discussion, a treatment of ideas, with emphasis on abstract nouns (concepts), verbs of thought, mental activity ('consider', 'argue', etc.), logical argument and connectives.
  4. Dialogue, with emphasis on colloquialisms and phaticisms.
Meski menurut teori 'writing' jenis teks sangat beragam, dalam teori penerjemahan jenis teks yang harus kita pahami betul adalah 4 jenis teks tersebut. Setidaknya, keempatnya bisa mewakili berbagai jenis teks yang ada dalam teori bahasa lainnya.

Cukup ringkas bukan? Begitulah pendapat Newmark mengenai jenis teks dalam teori penerjemahan. Meski ia sendiri tidak mencantumkan pendapatnya secara pribadi dalam menjelaskan jenis teks karena ia meringkas pendapat Eugene Nida, seorang ahli penerjemahan abad 19 yang ia kagumi, namun setidaknya ia telah memberikan salah satu rujukan yang mungkin ia anggap baik untuk dikutip. Semoga kita juga bisa mengambil pelajaran dari apa yang telah dijelaskan di atas....

Referensi :
 
Newmark, Peter, (1988a) A textbook of Translation. New York : Prentice Hall Inc.
 

Lebih Banyak Tulisan Mengenai Terjemahan - Klik Link di bawah ini :
 
 
Kumpulan Tulisan Mengenai Terjemahan (Translation)

Sunday, December 29, 2013

Translation and Research

Adakah di antara sobat yang mengambil terjemahan (translation) sebagai wilayah kajian skripsi, tesis atau disertasi? Jika ada, maka sobat perlu membaca tulisan Peter Newmark tentang terjemahan dan penelitian (translation and research).

Menurut Newmark (1998: 206-207), ada beberapa hal yang harus dicatat ketika kita sedang mengadakan penelitian mengenai kritik terjemahan, khususnya penelitian ilmiah seperti untuk skripsi, tesis ataupun disesrtasi. Untuk memahami lebih lanjut tentang translation and research ini, mari kita pelajari penjelasan Newmark berikut ini :

Whilst doctoral theses on this or that aspect of translation theory or consisting of contrastive translation criticism are no longer rare, it is unusual to include the candidate's own translation of a text as a component of such a thesis. Such a doctorate should, I think, consist of:
  1. A preface covering current thinking about the translation of this text-category;
  2. An introduction to the particular text and its translation, substantiating the translation method to be adopted by the candidate;
  3. The text and its translation;
  4. A detailed translation commentary;
  5. A conclusion, assessing the validity and the semantic loss of the translation.
I am assuming that the text chosen should be 'scholarly' (dottorabilejokecf. papabile, candidate for papacy), rich and complex; that it should be a serious and dignified piece of writing; that in length it should be between a quarter and a third of that of the whole thesis; that it should require extensive research ('pyramids of notes' as Vladimir Nabokov put it) to enable the candidate to translate it appropriately, and that it should have one or more of the following characteristics: it should be of historical and/or literary interest; it could be a distinguished text that urgently requires retranslating, since the previous translation is misleading; it should make an original contribution to its subject; it should be linguistically original and/or exceptionally difficult; it should be wide-ranging, polysemous, allusive and imaginative. Since translation is often maligned as a mere craft in some academic circles, the existence of such a degree should help to establish the academic respectability of translation. In the 19th century, German and British classical professors such as Housman were engaged in similar work, but before the time of doctorates in the humanities.

Cukup singkat bukan? :-) Meskipun tulisan Newmark tentang Terjemahan dan Penelitian (Translation and Research) ini cukup singkat, tapi semoga saja bermanfaat.....

Referensi :

Newmark, Peter. 1998. More Paragraphs on Translation. Clevedon: Multilingual Matters Ltd

The Intention of the Translator - Analisa Teks (3)

Setelah membaca sebuah teks (reading the text), mengetahui tujuan / maksud sebuah teks (the intention of the text), sekarang saatnya memahami tujuan / maksud seorang penerjemah (the intention of the translator).

Harus dipahami bahwa setiap kita akan menerjemahkan sebuah teks, kita juga harus mengetahui dengan pasti apa tujuan kita dalam menerjemahkan sebuah teks. Seorang penerjemah profesional harus tahu tujuan menerjemahkan sebuah teks, jika tidak maka sama saja kita menerjemahkan tanpa ilmu pengetahuan.Untuk lebih jelas mengetahui tujuan seorang penerjemah dalam menerjemahkan sebuah teks, mari kita lihat penjelasan singkat dari Newmark (1988: 12-13) berikut ini :

Usually, the translator's intention is identical with that of the author of the SL text. But he may be translating an advertisement, a notice, or a set of instructions to show his client how such matters are formulated and written in the source language, rather than how to adapt them in order to persuade or instruct a new TL readership. And again, he may be translating a manual of instructions for a less educated readership, so that the explanation in his translation may be much larger than the 'reproduction'.

Newmark menjelaskan bahwa biasanya maksud seorang penerjemah identik dengan maksud penulis bahasa sumber. Akan tetapi, bisa saja seorang penerjemah menerjemahkan iklan, maklumat, intruksi, untuk menunjukkan kliennya (pelanggan) bagaimana penerjemahan tersebut disusun dan ditulis dalam bahasa sumber daripada bagaimana ia mengadaptasi terjemahan tersebut sehingga membuat pembaca dari bahasa sasaran tergoda. 

(Mungkin) seperti itulah keterangan singkat dan padat dari Newmark. Jika ada penjelasan lain mengenai maksud seorang penerjemah dalam menganalisa sebuah teks, silahkan tambahkan, oke...

Referensi :
 
Newmark, Peter, (1988a) A textbook of Translation. New York : Prentice Hall Inc.
 
Baca Juga Cara Menganalisa Teks sebelumnya --- The Intention of the Text
 
Lebih Banyak Tulisan Mengenai Terjemahan - Klik Link di bawah ini :
 
 
Kumpulan Tulisan Mengenai Terjemahan (Translation)
 

Saturday, December 28, 2013

The Intention of The Text - Analisa Teks (2)

Sebelumnya saya sudah membagikan tulisan Peter Newmark tentang cara pertama dalam menganalisa teks. Dan sekarang saatnya saya melanjutkan analisa teks yang kedua.

Karena ini adalah pembahasan lanjutan, jelas tulisan ini masih dari tulisan Peter Newmark (baca: Mengenang Peter Newmark), tokoh dunia dalam bidang terjemahan yang telah meninggalkan karya-karyanya yang cemerlang. 

Kembali lagi, dalam menganalisa sebuah teks, sembari membaca teks yang akan diterjemahkan (Reading the Text)--menurut Newmark--kita harus mengetahui tujuan dari teks tersebut (The Intention of the Text). Untuk lebih jelas, mari kita baca ulasan lengkap Newmark (1988: 12) di bawah ini:

In reading, you search for the intention of the text, you cannot isolate this from understanding it, they go together and the title may be remote from the content as well as the intention. Two texts may describe a battle or a riot or a debate, stating the same facts and figures, but the type of language used and even the grammatical structures (passive voice, impersonal verbs often used to disclaim responsibility) in each case may be evidence of different points of view. The intention of the text represents the SL writer's attitude to the subject matter.

A piece about floors may be 'pushing' floor polishes; about newspapers, a condemnation of the press; about nuclear weapons, an advertisement for them - always there is a point of view, somewhere, a modal component to the proposition, perhaps in a word - 'unfortunately', 'nevertheless', 'hopefully'. What is meant by 'That was clever of him'? Is it ironical, openly or implicitly? (In a text showing that BBC Radio 2 is a pale imitation of commercial radio, the irony may only be implicit and obscure to a non-British reader, and the translator may want to make the point more explicitly.) 'Clemente, notre justice repressive?', writes a journalist meaning 'Our repressive judicial system is far from lenient', or is it a bluff, mainly nonsense, for amusement? It may be 'iceberg' work to find out, since the tone may come through in a literal translation, but the translator has to be aware of it.

Again, in a detailed, confused piece about check-ups on elderly patients who may have to undergo chemotherapy the author's intention is to show that patients must have a thorough physical check-up before they start a course of drugs: if physical problems are cleared up first, there may be no need for psychiatry.

A summary of this nature, which uses only a few key words from the original, appears to be isolated from the language, simply to show what happens in real life, and it is indispensable to the translator. But he still has to 'return' to the text. He still has to translate the text, even if he has to simplify, rearrange, clarify, slim it of its redundancies, pare it down.

Baca Juga Cara Menganalisa Teks sebelumnya --- Reading the Text
 
Lebih Banyak Tulisan Mengenai Terjemahan - Klik Link di bawah ini :
TERJEMAHAN - Kumpulan Tulisan Mengenai Terjemahan (Translation)
 
 
Referensi :

Newmark, Peter, (1988a) A textbook of Translation. New York : Prentice Hall Inc.
 

Friday, December 27, 2013

Reading The Text - Analisa Teks (1)

Ingin jadi penerjemah? Maka sobat harus membaca tulisan tentang cara menganalisa sebuah teks sebelum diterjemahkan ke dalam bahasa sasaran. Jika sudah bisa menganalisa sebuah teks, maka langkah dalam penerjemahan bisa menjadi lebih mudah, betul tidak?
Nah, agar ringkas, berikut adalah tulisan asli Peter Newmark tentang cara pertama dalam menganalisa sebuah teks (The Analysis of a Text) dalam buku lawasnya yang populer "A Textbook of Translation".

Menurut Newmark, dalam menganalisa teks, hal pertama yang harus dilakukan adalah membaca teks yang akan kita terjemah. Untuk lebih jelasnya, mari kita pahami tata cara membaca sebuah teks yang baik dan benar dalam teori penerjemahan menurut Newmark. Yuk lihat tulisan Newmark (11-12) di bawah ini :

Reading The Text

You begin the job by reading the original for two purposes: first, to understand what it is about; second, to analyse it from a 'translator's' point of view, which is not the same as a linguist's or a literary critic's. You have to determine its intention and the way it is written for the purpose of selecting a suitable translation method and identifying particular and recurrent problems.

Understanding the text requires both general and close reading. General reading to get the gist; here you may have to read encyclopaedias, textbooks, or specialist papers to understand the subject and the concepts, always bearing in mind that for the translator the function precedes the description - the important thing about the neutrino in context is not that it is a stable elementary particle, preserving the law of conservation of mass and energy, but that now the neutrino has been found to have mass, the Universe is calculated to be twice as large as previously thought. 'Chair', chaise, Stuhl, Sessel, sedia, silla, stul- they all present somewhat different images, lax bundles of shapes that differ in each culture, united primarily by a similar function, an object for a person to sit on plus a few essential formal features, such as a board with a back and four legs. A knife is for cutting with, but the blade and the handle are important too - they distinguish the knife from the scissors.

Close reading is required, in any challenging text, of the words both out of and in context. In principle, everything has to be looked up that does not make good sense in its context; common words like serpent (F), to ensure they are not being used musically or figuratively (sly, deceitful, unscupulous) or technically (EEC currency) or colloquially; neologisms - you will likely find many if you are translating a recent publication acronyms, to find their TL equivalents, which may be non-existent (you should not invent them, even if you note that the SL author has invented them); figures and measures, converting to TL or Systeme International (SI) units where appropriate; names of people and places, almost all words beginning with capital letters - 'encyclopaedia' words are as important as 'dictionary' words, the distinction being fuzzy. (Words like 'always', 'never', 'all', 'must' have no place in talk about translation - there are 'always' exceptions.) You can compare the translating activity to an iceberg: the tip is the translation - what is visible, what is written on the page - the iceberg, the activity, is all the work you do, often ten times as much again, much of which you do not even use.

Silahkan Mahasiswa Jurusan Translation terjemahkan kalimat di atas... :-)

Referensi :

Newmark, Peter, (1988a) A textbook of Translation. New York : Prentice Hall Inc.

Sunday, December 22, 2013

Terjemahan Al Quran Versi Bahasa Inggris

Al Quran adalah kitab suci umat Islam yang wajib dibaca, dipelajari dan diamalkan. Meski Al Qur'an menurut beberapa ulama dianggap tidak boleh diterjemahkan dan hanya bisa ditafsirkan / interpretasikan, namun nyatanya saat ini terjemahan Al Qur'an telah berkembang ke dalam berbagai bahasa dan tersebar luas di berbagai negara.

Di Indonesia sendiri, terjemahan Al Qur'an diawasi dan dipublikasikan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Hasil terjemahan Al Qur'an dalam bahasa Indonesia pun telah menyebar kemana-mana. Bahkan bagi anda yang memiliki komputer / laptop, biasanya ada add-ins khusus terjemahan Al Qur'an ke dalam bahasa Indonesia untuk Sistem Operasi Windows pada aplikasi word processing Microsoft Office Word.

Lalu bagaimana dengan terjemahan Al Qur'an versi bahasa Inggris? Sebenarnya banyak sekali Al Qur'an terjemahan versi bahasa Inggris, namun untuk mempermudah akses anda dalam menelusuri surat, ayat dan juz dalam Al Qur'an silahkan anda menuju link-link di bawah ini :

Terjemahan Al Qur'an Versi Bahasa Inggris

Dalam link di atas, anda bisa menemukan terjemahan Al Qur'an lengkap dalam bahasa Inggris. Silahkan bandingkan dengan versi Al Qur'an asli dalam bahasa Arab dan lihat juga terjemahan Al Qur'an versi bahasa Indonesia. 

Mudah bukan?

Sunday, November 24, 2013

Terjemahan Puisi

Mungkin maksud 'terjemahan puisi' adalah puisi terjemahan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, atau juga berarti terjemahan puisi bahasa asing ke bahasa Indonesia. Jika benar bahwa pengertian terjemahan puisi adalah seperti disebut tadi, maka anda harus membaca artikel ini : Contoh Terjemahan Puitis Estetik

Akan tetapi, jika 'terjemahan puisi' adalah cara menerjemahkan puisi dari bahasa sumber (bahasa asing) ke dalam bahasa target (bahasa kita) maka anda wajib membaca beberapa catatan bahasa Inggris di bawah ini :


Namun jika ketiga tulisan diatas tidak cocok dengan apa yang sedang anda cari, mohon beri saran kami tentang apa yang sebenarnya anda cari. Dan semoga kami bisa memberikan jawabannya.

Tuesday, November 19, 2013

Notes on Literary Translation

Catatan Peter Newmark kali ini akan mempelajari beberapa catatan tentang penerjemahan sastra. Newmark (1998: 201) mengurutkan 12 catatan dalam penerjemahan karya sastra, berikut ini :
  1. The more serious the text, morally and aesthetically, the more accurately and economically it should be translated, reflecting the thought, style (idiolect rather than variety of language), emphasis (through functional sentence perspective), and as far as possible, particularly in poetry, the rhythm and sound of the original.
  2. The more important the language of a text, which is on a scale from poetry (where every word and feature are important, but paradoxically, there are so many factors, that close translation is most difficult and denotatively least likely or possible) through the short story and the novel to tragedy, drama, comedy and farce, the last four being actively affected by their audiences, the more closely it should be translated.
  3. A deviation from normal SL social usage, whether lexical, idiomatic, or grammatical, should usually be reflected in the translation.
  4. A word, whether key-word or leit-motif repeated in the source language text, should be repeated, never replaced by a synonym, in the translation.
  5. An original universal metaphor should be translated literally; an original cultural metaphor should retain as much of the original image as is possible consonant with the situational and linguistic context bringing and making the meaning clear to the second readership.
  6. A standard metaphor should be translated by its standard equivalent or, failing that, comprehensibly adapted.
  7. Humour and irony must be reflected in the translation, sometimes at the cost of literal or denotative meaning.
  8. If the dramatist intends the audience to cry or to smile or to laugh at a certain place in a play, the translator must do likewise, sometimes, in the case of broad laughter, at the cost of a faithful linguistic translation.
  9. Sound should be reflected in onomatopoeia and compensated in assonance, but may have to be sacrificed in alliteration.
  10. Essentially, literature, belles-lettres, is about individuals and their actions, while non-literature, Sachbücher, is about objects and movements. The salient features of literary texts are the human qualities expressed in adjectives, adverbs and nouns of manner. These are the more sensitive components of language, readily changing in meaning in response to their situational and linguistic contexts: thus, 'cool' (branché, super) or 'streetwise' (dégourdi).
  11. Sound, linguistic rhythm, speech-rhythms, colloquial language and linguistic innovations are fundamental factors in literary language from poetry through drama to fiction, and have to be recreated in the translation.
  12. Literary language is basically the recording of spoken language, a dialogue between writer and reader ('Reader, I married him'), or between the first and the second person singular. Nonliterary language is basically third person singular, impersonal or passive.

Newmark, Peter. 1998. More Paragraphs on Translation. Clevedon: Multilingual Matters Ltd

Monday, November 18, 2013

The Translation of Irony

Newmark (1998: 24) elaborates on irony in translation as the following words:

Irony in translation is lost unless it is perceived and understood. I suspect it is not used in languages that have had little contact with others, and/or where a religious constraint against lying precludes it. Basil Hatin has pointed out that Arabic readers normally take sentences literally, and therefore misinterpret the sophisticated irony that appears in Western writing. Adjectives like 'interesting', 'remarkable', 'curious', 'odd' are misunderstood. Sentences like 'The Israeli government can take all credit fo. . . .' are construed as Israeli propaganda, where in fact they are ironical. Innocence of irony is the glory of little children, who always believe what you say and possibly the handicap of speakers of languages who have little contact with other languages.


Newmark, Peter. 1998. More Paragraph on Translation. Clevedon: Multilingual Matters, Ltd.

Sunday, November 17, 2013

Translating Humour

Kembali memahami catatan Peter Newmark mengenai Translation. Kali ini adalah penjelasan Newmark (1993: 18) tentang penerjemahan teks jenaka / teks humor. Lalu apa sih penjelasan beliau? Yuk kita lihat bersama-sama :
The essence of humor is incongruity of freshness. If you see a lot of men wearing top hats and white shirts in England, you might, or might not, laugh. But not in Israel. That is culture 'shock'. If you see a lot of people wearing red bulbs on their noses, you might laugh. That is a universal, but a sense of humour is individual as well as universal and/or cultural, and besides, what is humour? Something that makes you giggle or smile or chuckle or roar? If a text is humorous, it must be well written. I suspect that one day the translators will find P.G. Wodehouse, and he will be as popular as Lewis Carroll.

Singkat ya, namanya juga catatan.... tapi bisa dipahami, kan?


Newmark, Peter. 1993. Paragraphs on Translation. Clevedon: Multilingual Matters.

Saturday, November 16, 2013

Terjemahan Lirik Lagu 'Virus' Slank

terjemahan lirik lagu slank
Music-Linked Translation yang ditampilkan Slank dalam album versi bahasa Inggrisnya memang begitu menarik. Tidak hanya album ini berisii 10 lagu berbahasa Inggris, tapi juga beberapa diantaranya adalah hasil terjemahan dari lagu-lagu Slank berbahasa Indonesia. Seperti sebelumnya, saya menunjukkan korelasi terjemahan lagu bahasa Indonesia ke bahasa Inggris lirik lagu 'Too Sweet To Forget' (Terlalu Manis) karya Slank, sekarang saatnya membandingkan terjemahan lirik lagu slank 'Virus' versi Bahasa Inggrisnya. Yuk kita lihat kepiawaian Slank dalam menghubungkan musik dengan dunia penerjemahan :


Virus.

Aku gak mau menjadi setan yang menakutimu
Aku gak mau menjadi iblis yang menyesatkanmu
 
Don’t ever want to be a demon which follows you around.
Don’t ever want to be some evil thing leading you astray.

Yang aku mau kau mencoba .. tuk mengenal aku
Yang aku mau kau belajar .. tuk mencintai aku
Tulus .. dan apa adanya ..

For you to know me and so love me well.
there’s something you must know
and that’s to show me your
love is real and take me as I am.
now-and forever more. 

Aku gak mau seperti api .. membakar hatimu
Aku gak mau seperti duri .. yang melukaimu

I m nothing like a raging fire, consuming your heart.
never want to be like a bed of nails Piercing and wounding you

Yang aku tahu ku mencoba .. terbuka
Yang aku tau ku sengaja .. tuk bicara
Tulus .. dan apa adanya ..

but I want to be open with you, not to hurt you….
and though the truth hurts
I must speak honestly
‘Cause that’s the way I am.
Now-And forever more

Aku bisa saja menjadi seperti virus
Yang melumpuhkanmu

or I’ll become like a virus
which only brings you down

Apa ada kejanggalan dalam terjemahan lagu virus yang dibawakan Slank tersebut? Mungkin ada, namun tidak berarti terjemahan lagu tersebut menyalahi aturan penerjemahan. Karena memang Music-linked Translation (baca: Terjemahan lirik lagu Laskar Cinta Dewa) atau terjemahan yang dihubungkan dengan musik harus sesuai dengan nada dan irama dalam lagu bahasa sumber (bsu), bukankah demikian?

Translating Difficult Sentences

Cara menerjemahkan kalimat yang sulit dan rumit? apa benar ada kalimat yang rumit dan sulit? Jawabannya ada. Lalu bagaimana menerjemahkannya? Oke, ini dia penjelasan Newmark. Dalam catatan Peter Newmark (1998: 110) mengungkapkan ada dua cara menerjemahkan kalimat yang sulit, berikut ini:

There are broadly two ways of translating syntactically/lexically difficult sentences: (a) read them carefully, get the sense, and edge it towards the full meaning; (b) in particular for long and syntactically complex sentences, and when you can scarcely make head or tail of them, first translate them literally ('plough through them', I say), get the sense, and then edge it in stages towards your final (intermediately positioned) version. Which method you use may depend on the occasion and your temperament, and you may use both methods, ending up in the middle and amending them for the appropriate register or discourse. Personally, I prefer the second method, and I think most people and most translators would prefer the first.

Begitulah penjelasan tentang 2 cara menerjemahkan kalimat yang sulit. Lalu seperti apa sih kalimat yang sulit itu? Jika melihat penjelasan tentang cara penerjemahan kalimat yang rumit di atas, saya simpulkan bahwa kalimat yang rumit dan sulit adalah complex sentence (kalimat majemuk bertingkat) yang benar-benar panjang dan penuh dengan sisipan. (lihat di Jenis Kalimat menurut Jumlah Predikatnya)

Contoh penerjemahan kalimat bahasa Inggris yang rumit ini juga pernah diberikan oleh Choliludin s(2007: 125) eperti di bawah ini :

The point that it would be interesting, in view of the cultural division in America between Whites and Blacks,, if their speech had not developed differently.

Kalimat di atas dianggap rumit karena ada sisipan adverbial phrase (in view of the cultural division in America between Whites and Blacks) diantara main clause dan sub clausenya. Dan terjemahan kalimat tersebut ke dalam Bahasa Indonesia menjadi :

Mereka menekankan bahwa akan sangat mengejutkan jika gaya bicara mereka tidak berkembang secara berbeda karena pada kenyataannya terdapat pembagian budaya di Amerika antara orang kulit putih dan orang kulit hitam.

Referensi :

Choliludin. 2007. The Technique of Making Idiomatic Translation. Jakarta: Visipro.
Newmark, Peter. 1998. More Paragraphs on Translation. Multilingual Matters, Ltd.

Thursday, November 14, 2013

(Translating) Poetry

terjemahan puisi, penerjemahan puisi, poetry translation, translating poetryPenerjemahan Puisi (Poetry) memang dianggap beberapa Ahli Penerjemahan sebagai hal yang mustahil. Namun ada juga beberapa ahli yang mengatakan bahwa menerjemahkan puisi itu bisa saja dilakukan. Seperti Andre Lavefere yang memberikan 7 Cara / Metode Penerjemahan Puisi. Lalu apa pendapat Peter Newmark tentang penerjemahan puisi? Yuk, kita pelajari catatan Peter Newmark (1998: 126) tentang menerjemahkan puisi berikut ini:

The more important the words and their order in the original, the more closely the original should be translated. Since the genre where words and their order are most important is poetry, you would expect the translation of poetry to be the closest form of translation. Far from it. This is not possible since the language of poetry includes so many additional important factors the kind of poem, poetic form, metre, connotations, rhythm, sound, including rhyme, alliteration, assonance, onomatopoeia, word-playwhich are missing or not so important in other types of writing. Nevertheless, poetry translation is always worth attempting, and I think the best poetry translations are miracles of closeness. (Stefan George, Roy Campbell, Pierre Leyris.)

Meskipun Newmark juga menganggap penerjemahan puisi sangat tidak mungkin dilakukan; namun Newmark juga mengajak untuk mencoba menerjemahkan puisi. Lalu, sudahkah kita mencoba menerjemahkan puisi???



Newmark, Peter. 1998. More Paragraphs on Translation. Clevedon: Multilingual Matters Ltd

Monday, November 11, 2013

The Translation of Footnotes

Kembali belajar memahami catatan Peter Newmark: Setelah kemarin membahas mengenai siapa sih The Perfect Translator, sekarang saatnya mengutip keterangan Newmark (1998: 151) tentang cara menerjemahkan footnote / catatan kaki. The Translation of Footnotes dijelaskan Newmark berikut ini :

The footnotes of non-literary authoritative texts should normally be closely translated as an integral part of the SL text, with the same references and in the same position. Any additional translators' notes, for the purposes of explanation or comment, to assist the new readership, should be framed: [. . . -Tr.]


In non-authoritative texts, the translator may decide to shorten, summarize or omit the footnotes if she considers them of little interest culturally or professionally, or as already known to the new readership.


In literary texts, explanatory footnotes frequently have to be expanded or added to accommodate the second readership.
(I am grateful to my former outstanding student Rhona Wilson for pointing out that no translation theorist has discussed this topic. Note that the above remarks are tentative, for the reader to react against or to assent to.)



Newmark, Peter. 1998. More Paragraphs on Translation. Clevedon: Multilingual Matters Ltd

Sunday, November 10, 2013

Google Translate Belum Bisa Menerjemahkan Imperative Sentence

Google Translate | Google Terjemahan Belum Bisa Menerjemahkan Imperative Sentence??. Imperative Sentence atau juga disebut Request atau Command Sentence ternyata belum bisa diterjemah oleh Google Translate. Setidaknya untuk saat ini Google Translate belum bisa menerjemahkan kalimat perintah Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia.

Mungkin banyak anggapan bahwa Google Translate banyak memiliki kekurangan dalam menerjemahkan kata bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Saya katakan tidak selamanya terjemahan mesin Google Translate / Google Terjemahan ini buruk untuk menerjemahkan kalimat. Ada banyak kata atau kalimat yang diterjemahkan dengan hampir sempurna oleh Google Translate. Terjemahan Google yang hampir sempurna ini bisa dianggap anugerah tersendiri bagi netter yang membutuhkan terjemahan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.
Mungkin, salah satu kekurangan Google Translate | Google Terjemahan saat ini (10 November 2011) adalah tidak bisa menerjemahkan Imperative Sentence / Kalimat Perintah Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia. Google Translate masih lurus menerjemahkannya.

Harus diingat bahwa Imperative Sentence adalah kalimat perintah sehingga subject kalimat tidak ditampilkan. Jadi imperative sentence harus diawali dengan Kata Kerja bare infinitive, alias kata kerja murni tanpa penambahan apapun.

Contoh :

Read the book.
Write this sentence.
Tell me the truth!

Dengan atau tidak adanya tanda seru, biasanya jika ada kalimat dengan susunan seperti diatas adalah imperative sentence / kalimat perintah. Oleh karena itu harus diterjemahkan dengan kalimat perintah dalam bahasa Indonesia, yaitu tanpa imbuhan kata kerja aktif me-kan atau kata kerja pasif di-kan, dsb.

Dengan demikian, kata diatas harus diterjemahkan menjadi:

Bacalah buku ini / Baca buku itu.
Tulislah kalimat ini. / Tulis kalimat ini
Katakan sejujurnya padaku! / Jujur saja!

Namun, ternyata Google Translate | Google Terjemahan belum bisa memahami kalimat diatas, dan tetap menerjemahkannya secara kata perkata dengan menggunakan kata kerja kalimat aktif Bahasa Indonesia.

Hasilnya seperti Gambar di bawah ini :

Klik Gambar Untuk Memperbesar Hasil Terjemahan Google
Terjemahan Google pada kalimat ke 4 "I read the book after I wrote this sentence." saya anggap sudah cukup mewakili hasil terjemahan mesin pada umumnya, sehingga jika kita anggap jelek maka sama saja kita menyamakan Terjemahan Mesin dengan terjemahan manusia.


Semoga Google Translate bisa memperbaiki kekurangannya ini.

Friday, November 8, 2013

Contoh Terjemahan Puitis-Estetik

Terjemahan Puitis-Estetik juga telah dijelaskan pada posting mengenai jenis terjemahan menurut Brislin. Setelah sebelumnya kita bahasan mengenai contoh terjemahan pragmatik, sekarang kita bahas tentang contoh terejemahan puitis-estetik. Untuk mempersingkat pembahasan terjemahan puitis-estetik ini, langsung saja kita lihat contoh bahasa sumber yang akan diterjemahkan dengan terjemahan puitis-estetik berikut ini:

The rising sun is found not to be the rising sun
It is the world which goes around
The bachelor is found not to be a bachelor
It is the flower that thought he was a liar
The love that shines collides with the lust and desire she fears
And the bachelor flies to the skies to gt the dice to show in front of her eyes.
But he dies and she dies.

If we can't say good bye eye to eye
Then we don't have to cry
But actually I want to cry
For you must fly high up in the sky
Leaving me alone here high and dry
There will be no more lullaby
Recited with a tone of shy


Terjemahan ke bahasa Indonesianya menjadi seperti berikut:

Matahari terbit ternyata bukanlah matahari terbit
Dunialah yang sebenarnya mengorbit
Sang bujangan ternyata bukanlah seorang bujangan
Si bungalah yang menganggapnya pengarang
Cinta yang bersinar bertabrakan dengan birahi dan hasrat yang dia takutkan
Dan sang bujangan terbang ke langit 'tuk mengambil dadu untuk dia tunjukkan di depan matanya
Namun, sang bujangan mati dan sang bunga pun mati.

Kalaulah kita tidak bisa ucapkan selamat tinggal bertatap muka
Maka janganlah kita menangis
Namun, sebenarnya aku benar-benar ingin menangis
Karena kau harus terbang tinggi ke angkasa
Tinggalkan aku sebatang kara
Tak akan ada lagi nyanyian nina bobo
Yang dinyanyikan malu-malu


Choliludin. 2007. The Technique of Making Idiomatic Translation. Jakarta: Kesaint Blanc.