Social Icons

Showing posts with label Referensi. Show all posts
Showing posts with label Referensi. Show all posts

Monday, September 2, 2013

Penulisan Daftar Pustaka dari Internet & Program Komputer

Penulisan daftar pustaka yang diambil dari internet tidaklah sembarangan, kita harus mengetahuinya karena hal ini sangat penting demi nilai keilmiahan skripsi, disertasi atau karya lainnya.

Mungkin banyak sekali mahasiswa yang mengambil dokumen dari situs internet namun tidak tahu bagaimana cara menulis daftar pustaka. Oleh karena itu, mari kita sama-sama simak bagaimana cara menulis referensi yang diambil dari situs internet atau program komputer.

Seperti biasa, penjelasan mengenai cara penulisan referensi ini saya ambil dari karangan Holtom dan Fisher. Keduanya (1999: 32-33) menjelaskan:

If you have used available computer programs, reference them fully: give the version number and reference the original paper in which the program appeared (or the name and address of the supplier of the program). If you have been searching databases then give either the version number of the database, or if the database is frequently updated give the date of your final search. If you have been using data or programs from World Wide Web sites give the name and address (http://www.. .) of each site.

Jika anda menggunakan program komputer, tulis referensinya secara penuh: artinya, berikan nomor versi dan cantumkan referensi data asli dimana program tersebut muncul (atau nama atau alamat pensuplai program tersebut). Jka anda mencarai data, berikan nomor versi databasenya, atau jika databasenya sering diupdate, berikan tanggal update hasil pencarian tersebut. 

Secara sederhana, penulisan daftar pustaka dimana kutipan diambil dari internet lebih mudah. Jika anda menggunakan data atau program dari situs internet, berikan nama alamat situsnya (http://www....) dari setiap situs.

Contoh penulisan daftar pustaka dari situs internet:

  • Vehovar, Vasja, Zenel Batagelj, and Katja Lozar. 1999. Language as a barrier. Internet Society Proceedings. <http://www.isoc.org/inet2000/cdproceedings/inet99/3i/3i 3.htm>.


  • Witmer, Diane F., and Sandra Lee Katzman. 1997. On-line smiles: does gender make a difference in the use of graphic accents? Journal of Computer-Mediated Communication 2(4). <http://www.ascusc.org/jcmc/vol2/issue4/witmer1.html>.


  • Paccagnella, Luciano. 1997. Getting the seats of your pants dirty: strategies for ethnographic research on virtual communication. Journal of Computer-Mediated Communication 3(1). <http//www.ascusc.org/jcmc/vol3/issue1/paccagnella.html>

Untuk mengetahui beberapa contoh penulisan daftar pustaka lainnya, silahkan cek pada link di bawah ini :



Referensi:

Holtom, Daniel and Fisher, Elizabeth. 1999. Enjoy Writing Your Science Thesis and Dissertation!.London: Imperial College Press

Penulisan Daftar Pustaka dari Hasil Wawancara

Kadangkala sumber informasi yang akan dijadikan acuan kita tidak ditemukan dalam buku. Untuk mendapatkan informasi tersebut, kita sepertinya harus mewawancarai seseorang. Lalu, bagaimanakah cara penulisan daftar pustakanya?

Tenang, ternyata, referensi bisa diambil dari percakapan atau tulisan yang tidak dipublikasikan melalui penerbit manapun. Dalam bahasa Holtom dan Fisher (1999: 32), unpublished papers and talks bisa saja digunakan sebagai referensi. Berikut penjelasan keduanya tentang cara menulis daftar pustaka yang diambil dari tulisan, percakapan, pembicaraan yang tidak dipublikasikan, yuk kita simak bersama-sama :

Give the speaker’s name, date, title of the meeting, place of meeting:

Holtom dan Fisher menjelaskan agar memberikan nama pembicara, tahun, judul pertemuan, dan tempat pertemuan (percakapan). Seperti contoh:

  • Dog, S. D. Ballistics in a Modern Context. Paper read at conference on Psychology of Risk. (University of West Cheam, June, 1998).
  • Sudrajat, Ahmad. 2012. Interview of "Bandeng History" on his home, Jl. Mertapada 20.


If you are giving information that someone has told you and it is unpublished and cannot be referenced in any other way, then put ‘personal communication’, or ‘pers. comm.’ as a reference-but avoid doing this if possible as the reader cannot easily check your source.

Jika anda memberikan informasi bahwa seseorang telah berbicara kepada anda dan pembicaraan tersebut tidak diterbitkan dan tidak bisa dijadikan referensi dalam bentuk apapun, maka cantumkan saja kata ‘personal communication’ atau ‘pers. Comm’ sebagai referensi—tapi hindari hal ini jika pembaca mungkin tidak bisa dengan mudah memeriksa sumber anda.

Atau alternatif lain, bisa bubuhi kata interview setelah nama orang yang kita wawancarai. [Lihat juga : contoh daftar pustaka untuk keterangan lebih banyak tentang contoh-contohnya]

Untuk lebih meyakinkan, pastikan ada bukti rekaman ketika diadakannya wawancara tersebut agar bisa menjadi saksi bahwa wawancara ini benar-benar pernah dilakukan.

Dengan Singkat, Padat dan Semoga bermanfaat….

Referensi:

Holtom, Daniel and Fisher, Elizabeth. 1999. Enjoy Writing Your Science Thesis and Dissertation!.London: Imperial College Press

Penulisan Daftar Pustaka dari Hasil Seminar

Dalam dunia akademik, seminar dapat berfungsi sebagai sarana menambah ilmu. Sehingga wajar jika sekarang ini banyak sekali seminar ataupun konferensi yang mungkin saja bisa dijadikan sumber informasi skripsi atau karya ilmiah lainnya. 

Barangkali anda adalah salah satu mahasiswa yang ingin sekali mengutip pendapat sesorang dari absrtaksi ataupun hasil konferensi dan kongres. Nah ini dia bagaimana cara menulis daftar pustaka yang kita ambil dari hasil konferensi, muktamar, seminar, kongres ataupun pertemuan lainnya, seperti biasa saya ambil dari (1999: 32). Langsung saja ini dia penjelasan mereka mengenai cara penulisan referensi dari hasil konferensi dan sejenisnya:

Published abstracts and proceedings from conferences are referenced similarly, including the name of the conference and where it took place:

Hasil dari konferensi ataupun abstraksinya sama seperti penulisan daftar pusataka dari buku, ditambah dengan nama konferensi (pertemuan lainnya) dan dimana konferensi itu berlangsung. Contoh:

  • Bentliff, G. and O’Donovan, T. (1998) Diffusion artefacts of scanning tunnelling electron microscopy. Fifth International Workshop of Electron Microscopic Techniques. Humbolt, Canada.


  • Garling, H., Garling, 0. and Slattery Z. (1997) Disposal of the products of fermentation. Second European Conference on Catabolytes. Rogera, Spain.


Some conference proceedings state that you are not allowed to quote material from the abstracts without permission of the author(s).

Harus diingat: beberapa hasil konferensi menyatakan bahwa anda tidak boleh mengutip materi abstraksi tanpa izin dari pengarang.
                                                                                            
Karena ada seminar, kongres, muktamar, ataupun konferensi yang hasilnya tidak boleh dikutip oleh sang penulis.. maka lebih baik cari saja hasil konferensi yang boleh dikutip tanpa harus izin dulu dari penulisnya. Oke…

Untuk melihat lebih banyak contoh dan model penulisan daftar pustaka lainnya, silahkan baca : Contoh Daftar Pustaka

Sekian saja, semoga bermanfaat….

Referensi:

Holtom, Daniel and Fisher, Elizabeth. 1999. Enjoy Writing Your Science Thesis and Dissertation!.London: Imperial College Press

Sunday, September 1, 2013

Penulisan Referensi dari Skripsi, Tesis dan Disertasi

Memang bisa gitu kutipan referensi dari skripsi, tesis atau disertasi? Ah masa ga boleh, kan itu juga karangan ilmiah yang bisa dijadikan acuan dalam penulisan skripsi, tesis atau disertasi kita.. Iya tidak??? Nah konon kata Holtom dan Fisher (1999:31) penulisan referensi yang diambil dari Thesis or dissertation sebenarnya tidak ada bedanya dengan penulisan referensi dari buku, berikut adalah contohnya:

Morissette, A. (1999) The effect of sharp-edged prophylactics on patient recovery. (PhD Thesis). University of West Cheam. p. 963.

Karena penjelasan dari Holtom dan Fisher mengenai penulisan referensi dari skripsi, tesis atau disertasi tersebut cuma segitu saja, maka saya juga ikut-ikutan disudahi saja… heehehehe. Semoga posting singkat mengenai cara menulis referensi yang diambil dari skripsi, tesis atau disertasi ini sangat bermanfaat, meski terlalu singkat dan semoga saja membawa manfaat.

Referensi

Holtom, Daniel and Fisher, Elizabeth. 1999. Enjoy Writing Your Science Thesis and Dissertation!.London: Imperial College Press.

Penulisan Referensi dari Buku

References from Books… Sebagai lanjutan dari cara penulisan referensi dari jurnal, sekarang saatnya kita memahami cara menulis referensi dari buku. Karena saya bukan pakar dalam menulis skripsi, tesis ataupun disertasi dan saya juga (pura-pura) tidak tahu cara menuliskan referensi atau bibliografi, maka dari itu mari kita teruskan saja pembahasan mengenai penulisan referensi menurut Holtom dan Fisher (1999: 30-31) di bawah ini:

Follow the same principles when writing the reference details for books.

1.       When you reference books, cite the authors, the date, title, the town or city where it was published, and the name of the publisher. For example:

Ketika anda membuat referensi dari buku, tulis nama pengarang, tahun, judul, kota atau negara tempat diterbitkannya buku tersebut dan juga nama penerbit, contoh:

Bowie, D. and Mitchell, J. (1994) A logic-based calculus of everyday objects. (Hendrix and Joplin Press, San Francisco).

2.      If you are citing a chapter from a book then include the above details, plus the name of the chapter, and the chapter authors, as well as the book title. For example:

Jika anda mengutip bab dari sebuah buku, maka cantumkan rincian buku tersebut, ditambah nama babnya, dan juga nama pengarang bab buku tadi, dan jangan lupa cantumkan judul bukunya. Contoh:

Downward, J. and Tybulewicz, V. (1998) Successful research methods. In Applications of Signalling. (Nottinghill Press, London)

3.      If the book is edited then include the names of the editors in your reference details:

Jika buku tersebut diedit (memiliki editor), maka cantumkan nama editornya pada rincian referensi anda. Contoh:

Bopper, B. and Miller, G. (1997) Statistics don't mean nothin'. In A Handbook of Paranormal Mathematics, Katsanis, N. and Bermingham, N. (Eds) (West Cheam University Press, West Cheam)

4.      You can also include the page numbers if you want to refer to just one section; p is used to refer to one page and pp to refer to a number of pages.

Anda juga bisa mencantumkan nomor halaman jika anda ingin mengacu pada satu bagian (bab) saja; huruf p (dalam penulisan referensi berbahasa Inggris) atau hal. (dalam penulisan referensi berbahasa Indonesia) digunakan untuk mengacu pada satu halaman saja, tapi jika mengacu pada nomor halaman bagian (bab) buku tersebut, maka gunakan huruf pp. Contoh:

Ashworth, A. and Marshall, C. (1997) Probability theory and gene cloning. In Favourite Oncogene Stories. (Fulham Publications, Cambridge), pp. 103-128

Sourounian, L., Doering, D. and Swendeman, S. (1998) The growth of red giants. In Stellar Evolutionary Theories. (Perm and Rockefellar, Boston), p. 206

5.      Also list the volume number if there is one, and edition number if it is necessary for the reader to find the reference:

Juga cantumkan nomor volume jika ada, dan juga nomor edisi jika diperlukan bagi pembaca agar menemukan referensi bukunya. Contoh:

Karloff, B., Greenwood, B. (Eds). 1963. Revitalisation ofthe Dead. Vol. 2. (Head and Throttle, Whitby)

6.     If the publisher lists several cities-for example, London, New York, Toronto, Sidney, Singapore-you only need to list the first one.

Jika penerbit buku tersebut tersebar di beberapa kota—contoh, London, New York, Toronto, Sidney—anda hanya butuh cantumkan kota pertamanya saja.

Untuk memperkaya contoh-contoh penulisan referensi yang diambil (dikutip) dari buku, berikut adalah model atau contoh penulisan referensi yang saya ambil dari beberapa buku koleksi saya:

Contoh penulisan referensi buku Model Pertama:

Guenthner, F. and Guenthner-Reutter, M. (eds), Meaning and Translation. Philosophical and Linguistic Approaches (London: Duckworth, 1978).

Nida, E. and Taber, C., The Theory and Practice of Translation (Leiden: E.J. Brill, 1969)

Beaugrande, Robert de, Factors in a Theory of Poetic Translating (Amsterdam and Assen: Van Gorcum, 1978).

Davie, Donald, Poetry in Translation (Milton Keynes: The Open University Press, 1975)

Contoh penulisan referensi buku Model Kedua

Adams, R.M. (1973) Proteus, His Lies, His Truth: Discussions of Literary Translation, New York: Norton.

Baker, M. (1992) In Other Words: A Coursebook on Translation, London and New York: Routledge.
——(ed.) (1998) Encyclopedia of Translation Studies, London and New York: Routledge.

Derrida, J. (1979) “Living On/Border Lines,” trans. J.Hulbert, in Deconstruction and Criticism, New York: Continuum, pp. 75–176.

Sudah cukup kan? Jika nanti saya temukan model-model contoh penulisan referensi lainnya, pasti saya update lagi. Semoga saja contoh-contoh penulisan referensi diatas bisa menjadi pedoman agar penulisan referensi skripsi kita atau disertasi kita menjadi benar adanya.


Holtom, Daniel and Fisher, Elizabeth. 1999. Enjoy Writing Your Science Thesis and Dissertation!.London: Imperial College Press.



Penulisan Referensi dari Jurnal


Bagi anda yang pernah atau lagi menyusun sebuah skripsi, tesis atau disertasi, pastilah anda tahu mengenai permasalahan bagaimana cara penulisan daftar pustaka. Nah sekarang saatnya saya bercerita mengenai cara penulisan referensi yang diambil dari jurnal.
 
Terkadang, sumber data atau dokumen yang dikutip dalam sebuah skripsi adalah jurnal, namun sebelum membahas penulisan referensi (reference) atau disebut juga bibliografi (bibliography) atau disebut juga daftar pustaka yang diambil dari jurnal, mari kita sama-sama melihat beberapa contoh tulisan referensi dari jurnal di bawah ini:

  • Kravitz L. Roachford A. 1998. The Life Cycle of Landfish in South Coast Resort Towns. Landfish Today. 4: 8-12.

  • Kravitz, L. and Roachford, A. (1998). The life cycle of landfish in south coast resort towns. Landf. Tod. 4 8-12.

  • Kravitz, L. Roachford, A. (1998). The life cycle of landfish in south coast resort towns. Landf. Tod. 4 8-12.



Langsung saja... Dalam penulisan referensi yang diambil dari jurnal, menurut Holtom dan Fisher (1999: 29-30), hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

a.  Surname of all the authors and initials (Nama asli pengarang dan inisialnya)

It is best to cite the authors in full unless this would be very unwieldy (if for example a paper has 40 or 50 authors). Prince, A.X.K., et al. does the job, but is a little unfair on the other authors (one of whom might be your examiner). It is best to include the initials, particularly with common names, such as Fisher, Wong or Patel, to make it clear exactly which Fisher, Wong or Patel the author is.

Baiknya, kutip nama pengarang secara penuh kecuali jika penulisan tersebut sangat sulit ditulis (contoh: jika suatu tulisan [jurnal] memiliki 40 atau 50 pengarang). Jika demikian, cukup tulis penambahan, et al (dalam Bahasa Inggris) / dkk (dalam Bahasa Indonesia). Namun hal tersebut sedikit kurang adil bagi pengarang lainnya (apalagi jika salah satu pengarangnya adalah dosen penguji skripsi/disertasi anda). Maka alangkah baiknya memasukkan inisial, khususnya dengan nama yang umum seperti Fisher, Wong atau Patel, untuk memperjelas siapa Fisher, Wong atau Patel pengarang tersebut.

If the article has been published by a team or institution rather than individual authors, list the group by name:

Jika artikel yang telah dipublikasikan oleh sebuah tim atau sebuah institusi bukan dari pengarang individu, maka cantumkan saja nama group (tim)nya, seperti contoh di bawah ini:

West Cheam Landfish Taskforce (1996). Landfish Survey: West Cheam and Adjacent Areas. Landf. Tod. 2: 43-58.

b.     Year of publication (tahun terbit)

This is essential. Remember, it is best to use the most up-to-date references as possible, because this shows the examiner that you are following developments in your field.

Hal ini sangat penting. Ingat, baiknya gunakan referensi se-paling update mungkin, karena hal ini memberitahu penguji bahwa anda mengikuti perkembangan-perkembangan mengenai skripsi atau disertasi yang anda teliti.

c.     Title of article or paper (judul artikel atau makalah)

This tells the reader about the contents of the paper—it can also be a useful last minute reminder before an oral examination. Give all titles in their original language, with a translation in brackets if necessary.

Hal ini memberitahu kepada pembaca tentang isi dari makalah—ini juga bisa menjadi pengingat menit terakhir yang berguna sebelum sidang skripsi, tesis atau disertasi. Cantumkan semua judul dalam bahasa aslinya, jika perlu berikan terjemahannya di dalam kurung ( ….).

d.    Journal name (nama jurnal)

The journal name is the only way people can track down the reference, so you must include it. People usually do not bother to write the journal name in full because every journal name has a standard abbreviation, which you should use. If you are not sure of a particular abbreviation you can usually find out by checking the journal in question. If you have difficulty ensuring you have the correct abbreviation the following reference book, which is probably held in your main library, lists science journal abbreviations.

Nama jurnal adalah satu-satunya cara orang bisa menelusuri referensi, jadi anda harus mencantumkannya. Orang-orang biasanya tidak menghiraukan penulisan nama jurnal secara penuh karena setiap nama jurnal memiliki singkatan/kependekan, yang bisa anda gunakan. Jika anda tidak yakin akan singkatannya secara pasti, anda biasanya ragu-ragu mencarinya dengan memeriksa jurnal tersebut. Jika anda memiliki kesulitan dalam memastikan singkatan jurnal tersebut, maka cantumkan saja dalam daftar singkatan jurnal ilmiah, seperti contoh:

Alkire, L. Periodical title abbreviations. 10th edition. 1996. (Gale Research, Inc., Detroit)

e.     Volume number (nomor volume)

This is essential for allowing the reader to find the article. You do not need to include the issue number for each volume. (p.30)

Hal ini penting agar pembaca bisa menemukan artikel yang anda jadikan referensi. Anda tidak perlu mencantumkan nomor terbitan untuk setiap volume.

f.       First and last page number of the article (halaman pertama dan halaman akhir artikel)

In order to find the article quickly the reader needs the first page number. Giving the last page number will make the examiner more inclined to believe that you at least looked at the article and did not just copy the reference citation from another paper. Check that your last page number is always greater than your first page number (p.30).

Agar dapat menemukan artikel yang dijadikan referensi, pembaca butuh halaman pertama. Memberikan halaman terakhir akan membuat penguji lebih cenderung percaya bahwa anda setidaknya melihat (membaca) artikel dan tidak sekedar menyalinnya dari makalah lain. Periksa bahwa halaman akhir jurnal anda selalu lebih baik dari halaman awal (jurnal yang anda kutip).

Kesimpulan:

Setelah mengetahui cara penulisan referensi skripsi, tesis, disertasi (thesis and dissertation) yang diambil dari buku jurnal, mari kita simpulkan urutan penulisannya dibawah ini:

1.       Nama Pengarang
2.      Tahun terbit
3.      Judul artikel
4.      Judul jurnal
5.      Nomor volume
6.      Halaman awal dan akhir jurnal

Contohnya bisa dilihat diatas artikel ini ya,.. namun jika kurang saya kasih beberapa contoh penulisan referensi dari beberapa jurnal seperti di bawah ini:

  • Baker, Mona (1995) “Corpora in Translation Studies: An Overview and Some Suggestions for Future Research,” Target 7:223–43.

  • Barsky, R.E. (1996) “The Interpreter as Intercultural Agent in Convention Refugee Hearings,” Translator 2:45–64.

  • Beerbohm, M. (1903) “Translation of Plays,” Saturday Review (London) 96:75–6.

Dah cukup belum??? Sebenarnya masih banyak contoh referensi yang diambil dari jurnal dari buku-buku koleksi yang saya punya, tapi berhubung capek ngetiknya, ya, saya hanya berharap ketiga contoh diatas bisa mewakili contoh penulisan referensi yang diambil dari jurnal. Oke… see you…


Holtom, Daniel and Fisher, Elizabeth. 1999. Enjoy Writing Your Science Thesis and Dissertation!.London: Imperial College Press.