Social Icons

Showing posts with label Morphology. Show all posts
Showing posts with label Morphology. Show all posts

Friday, December 20, 2013

Definisi Morfologi (The Definition of Morphology)

Bagi mahasiswa yang mengambil fakultas ilmu bahasa tentu sangat mengenal istilah morphology, meskipun kadang mereka kurang mencintai mata kuliah tersebut. Oke, to the point, Kata-kata seperti learn, learns, learned, dan learning menunjukkan sebuah hubungan dalam bentuk dan makna sejenis yang sistematis, karena pola-pola sejenis seperti kata-kata tersebut selalu ada dalam verb bahasa Inggris. Salah satu sub bidang dalam linguistics yang membahas pola-pola tersebut disebut morphology (Geert, 2005: 4). 

Dalam hal ini Geert (2005: 7) menjelaskan, “In present-day linguistics, the term ‘morphology’ refers to the study of the internal structure of words, and of the systematic form–meaning correspondences between words.” Lebih lanjut, menurut Geert morphology adalah kajian ilmu tentang susunan internal dari kata dan hubungan bentuk dan makna dengan kata tersebut. 

Sebenarnya banyak sekali penjelasan dari buku-buku referensi Bahasa Inggris yang menerangkan tentang definisi morphology hingga materi-materi yang menjelaskan tentang bidang ilmu ini, namun disini saya hanya mengutip beberapa referensi penting tentang dasar-dasar morphology menurut Geert yang saya rangkum seperti dibawah ini:

“Morphology, the study of the internal structure of words, deals with the forms of lexemes (inflection), and with the ways in which lexemes are formed (word-formation). New words are made on the basis of patterns of form-meaning correspondence between existing words. Paradigmatic relationships between words are therefore essential, and morphology cannot be conceived of as ‘the syntax of morphemes’ or ‘syntax below the word level’ (ibid:14)
“The two basic functions of morphological operations are (i) the creation of new words (i.e. new lexemes), and (ii) spelling out the appropriate form of a lexeme in a particular syntactic context.”

“Morphology serves to expand the lexicon, the set of established words of a language, but is not the only source of lexical units, and not even that of all complex words, which also arise through borrowing, univerbation, and word creation.”

“The established (simplex and complex) words of a language are listed in the lexicon, an abstract linguistic notion, to be distinguished from the notions ‘dictionary’ and ‘mental lexicon’. Morphological rules have two functions: they specify the predictable properties of the complex words listed in the lexicon, and indicate how new words and word forms can be made.”

“Morphology as a subdiscipline of linguistics aims at adequate language description, at the development of a proper language typology, and at contributing to debates on the organization of grammars and the mental representation of linguistic competence.”


Kutipan-kutipan diatas bisa sobat dan sobit semua terjemahkan terserah anda yang Bahasa Inggrisnya lebih mahir daripada saya. Namun yang pasti, seperti yang diungkapkan oleh Malmkjaer bahwa, “While syntax is concerned with how words arrange themselves into constructions, morphology is concerned with the forms of words themselves.” 

Intinya adalah jika syntax membahas tentang bagaimana kata-kata disusun dalam sebuah kalimat, maka morphology membahas bentuk kata-kata tersebut. Keterangan yang sangat sederhana, namun sangat padat dan berisi, semoga bisa menjadi acuan yang bermanfaat untuk semua. Piss.

Referensi

Booij, Geert. 2005. The Grammar of Words: An Introduction to Linguistic Morphology. Oxford University Press.

Malmkjaer, Kirsten. 2002. The Linguistics Encyclopedia: 2nd edition. London and New York: Routledge.

Monday, November 18, 2013

Clipping - Makna dan Contoh

Clipping adalah salah satu jenis vocabulary atau kosakata bahasa Inggris kategori word-formation yang lebih dikenal dalam Morphology. bahasa Inggris. Seperti halnya Blending, clipping juga jenis vocabulary yang perlu kita ketahui. Untuk mengetahui makna clipping, mari kita pelajari penjelasan dari Yule (2010: 56) berikut ini :

The element of reduction that is noticeable in blending is even more apparent in the process described as clipping. This occurs when a word of more than one syllable (facsimile) is reduced to a shorter form (fax), usually beginning in casual speech. The term gasoline is still used, but most people talk about gas, using the clipped form. Other common examples are ad (advertisement), bra (brassiere), cab (cabriolet), condo (condominium), fan (fanatic), flu (influenza), perm (permanent wave), phone, plane and pub (public house). English speakers also like to clip each other’s names, as in Al, Ed, Liz, Mike, Ron, Sam, Sue and Tom. There must be something about educational environments that encourages clipping because so many words get reduced, as in chem, exam, gym, lab, math, phys-ed, polysci, prof and typo.
A particular type of reduction, favored in Australian and British English, produces forms technically known as hypocorisms. In this process, a longer word is reduced to a single syllable, then -y or -ie is added to the end. This is the process that results in movie (“moving pictures”) and telly (“television”). It has also produced Aussie (“Australian”), barbie (“barbecue”), bookie (“bookmaker”), brekky (“breakfast”) and hankie (“handkerchief”). You can probably guess what Chrissy pressies are.

Jadi intinya, clipping adalah pengurangan satu kata yang memiliki suku kata yang lebih dari satu menjadi satu suku kata. Bingung?

Gasoline memiliki suku kata lebih dari satu yaitu ga - so - line, disingkat menjadi satu suku kata menjadi gas saja.

Contoh Clipping beberapa di antaranya :

Facsimile = Fax
Advertisement = Ad
Fanatic = Fan
Influenza = Flu
Public House = Pub
Examination = Exam



Yule, George. 2010. The Study of Language. 4th Edition. New York: Cambridge University Press

Sunday, August 4, 2013

Blending - Makna dan Contoh

Pernah dengar istilah Blend - blending - blended words atau lexical blend? Mungkin ada yang belum, bagi yang belum tahu mohon tidak mencampur adukkan istilah blend ini dengan blender yang buat membuat es campur ya... hehehe.. Blending dalam morphology memang sangat penting untuk kita ketahui. Dengan memahami blending—disebut juga dengan istilah a lexical blend—bisa menambah kemampuan kita dalam memperkaya vocabulary (kosakata) yang kita miliki. 

Dalam pembahasan mengenai vocabulary, istilah blend adalah salah satu jenis vocabulary yang masuk dalam kategori word-formation. Lalu, apa sih blending itu sendiri? Nah disini akan saya kasih informasi mengenai blending dan juga beserta beberapa contohnya. Oke mari kita langsung kita awali dengan penjelasan blending menurut Yule (2010: 55-56):

The combination of two separate forms to produce a single new term is also present in the process called blending. However, blending is typically accomplished by taking only the beginning of one word and joining it to the end of the other word.

Menurut Yule, gabungan dua kata terpisah yang menghasilkan satu istilah baru disebut blending. Akan tetapi, blending umumnya dibentuk dengan mengambil suku kata pertama dan menggabungkannya dengan suku kata dari kata kedua. Untuk lebih jelasnya lihat contoh berikut:

Contoh blending:

Motor + hotel = motel
Helicopter + airport = heliport
Breakfast + lunch = brunch
Smoke + fog = smog
Advertisement + editorial = advertorial
Channel + tunnel = chunnel
Oxford + Cambridge = Oxbridge
Yale + Harvard = Yarvard
Slang + language = slanguage
Guess + estimate = guesstimate
Square + aerial = squaerial
Toys + cartoons = toytoons
affluence + influenza = affluenza
information + commercials = informercials
dock + condominium = dockominium
smoke + haze = smaze
smoke + murk = smurk
binary + digit = bit
television + broadcast = telecast
information + entertainment = infotainment
simultaneous + broadcast = simulcast
teleprinter + exchange = telex.



Tidak jauh berbeda dengan Yule, Crystal (1994: 130) menyebut a lexical blend—sebagai istilah pengganti blending--dengan mengartikan, “A lexical blend, as its name suggests, takes two lexemes which overlap in form, and welds them together.” Menurut David Crystal blending adalah mengambil dua leksem yang cocok dalam bentuknya, dan menggabungkan keduanya menjadi satu.

Singkat padat dan semoga bermanfaat….

Cukup sekian saja keterangan mengenai blending ini, semoga kemampuan kita dalam memahami blended words bisa dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya. Mohon maaf jika ada kekurangan… See ya…


 Crystal, David. 1994. The Cambridge Encyclopedia of the English Language. Cambridge University Press.

Yule, George. 2010. The Study of Language. 4th Edition. New York: Cambridge University Press.


Tuesday, April 23, 2013

Ilmu Yang Kita Peroleh Saat Mengetahui Sebuah Kata

“What do we know when we know a word?” Begitulah pertanyaan yang pertama muncul saat Akmadjian dkk  akan menjelaskan informasi yang dapat kita peroleh saat mempelajari sebuah kata. Menurut mereka, saat kita mempelajari sebuah kata, banyak sekali informasi (ilmu) yang didapat. Andai saja kita mau berpikir tentang rahasia dibalik 'satu kata', wajar jika kita menjawab macam-macam karena memang 'satu kat' bisa saja mengubah sepi menjadi ramai, gelap menjadi terang dan lain sebagainya. Coba bayangkan saja jika kita mengenal istilah blogger, banyak sekali informasi yang bisa kita peroleh yang selanjutnya bisa kita bagikan Cuma dengan satu inti kata yaitu blogger. Nah jika disangkut pautkan dengan Morphology Bahasa Inggris, informasi apa saja sih, atau bisa dibilang ilmu apa sih yang dapat kita peroleh saat tahu satu kata? Oke, berikut adalah informasi yang akan kita peroleh saat kita mempelajari ‘a word’ yang diungkapkan Akamdjian dkk (2001:12-13):

1.   Phonetic / Phonological information.
 
For every word we know, we have learned a pronunciation-. Part of knowing- the word tree is knowing certain sounds—more precisely, a certain sequence of sounds. Phonetics and phonology are the subfields of linguistics that study the structure and  systematic patterning of sounds in human language.

Untuk setiap kata yang kita tahu, kita secara tidak langsung  juga mempelajari cara pelafalannya. Phonetik dan phonology adalah bagian dari linguistic yang membahas struktur dan pola sistematis tentang bunyi dalam bahasa manusia.

2.   Lexical structure information. 

For every word we have learned, we intuitively know something about its internal structure. For example, our intuitions tell us that the word tree cannot be broken down into any meaningful parts. In contrast, the word trees seems to be made up of two parts: the word tree plus an additional element, -s (known as the "'plural" ending). Morphology is the subfield of linguistics that studies the internal structure of words and the relationships amongs words

Untuk setiap kata yang kita pelajari, secara tidak langsung kita tahu apa yang ada dalam struktur internal kata tersebut. Contohnya, kata tree tidak bisa dipisah menjadi beberapa bagian. Sebaliknya, kata trees sepertinya dapat kita buat menjadi dua bagian yaitu kata tree dan elemen tambahan s (yang dikenal sebagai akhiran jamak dalam bahasa Inggris). Morphology adalah sub bidang dalam linguistic yang membahas masalah struktur internal kata dan hubungan kata-kata tersebut.

3.   Syntactic information.

For every word we learn, we leam how it fits into the overall structure of sentences in which, it can be used. For example, we know that the word reads can be used in a sentence like Mark reads the book., and the word readable (related to the word read) can be- used in a sentence like The book is readable. We may not know that read is called a verb or that readable is called an adjective; but we intuitively know, as native speakers, how to use those words in different kinds of sentences. Syntax is the subfield of linguistics that studies the internal structure of sentences and the relationships among ihe internal parts.

Untuk setiap kata yang kita pelajari, secara tidak langsung juga kita telah mempelajari bagaimana kata tersebut dapat dijadikan kalimat lengkap. Sebagai contoh, kita tahu bahwa kata reads dapat digunakan dalam kalimat seperti Mark reads the book, dan kita juga tahu bahwa kata readable (kata yang berhubungan dengan read) dapat digunaka dalam kalimat seperti the book is readable. Kita mungkin tahu bahwa read adalah kata kerja dan readable adalah adjective; tapi sebagai penutur bahasa asli, kita seharusnya tahu bagaimana menggunakan kata-kata tersebut dalam sebuah kalimat dalam berbagai jenis kalimat yang ada. Syntax adalah sub bidang linguistik yang membahas masalah susunan internal kalimat dan hubungannya dengan bagian internal yang lain.

4.   Semantic information.

For virtually every word we know, we have learned a meaning or several meanings. For example, to know the word brother is to know that it has a certain meaning (the equivalent of "male sibling"). In addition, we may or may not know certain extended meanings of the word, as in John is so friendly and helpful, he's a regular brother to me. Semantics is the subfield of linguistics that studies the nature of the meaning of individual words, and the meaning of words grouped into phrases and sentences.

Untuk setiap kata yang kita ketahui, kita telah mempelajari maknanya atau beberapa makna didalamnya. Contoh, untuk mengetahui kata brother berarti kita telah mempelajari makna tertentu (seperti padanan kata ‘saudara laki-laki sekandung’). Semantic adalah sub bidang linguistik yang membahas masalah makna individual kata dan makna yang terkandung dalam frase atau kalimat.

5.   Pragmatic information.

For every word we leam, we know not only its meaning or meanings but also how to use it in the context of discourse or conversation. For instance, the word brother can be used not only to refer to a male sibling but also as a conversational exclamation, as in "Oh brother! What a mess!" In some cases, words seem to have a use but no meaning as such. For example, the word hello is used to greet, but it seems to have no meaning beyond that particular use. Pragmatics is the subfield of linguistics that studies the use of words (and phrases and sentences) in the actual context of discourse.

Untuk setiap kata yang kita pelajari, kita tidak hanya tahu maknanya secara umum tapi juga kita tahu bagaimana menggunakannya dalam konteks wacana dan obrolan. Sebagai contoh, kata brother tidak hanya berarti (saudara laki-laki sekandung) saja, tapi juga dalam beberapa kasus seperti kalimat seruan seperti, oh brother! What a mess! Kadang ada tulisannya/omongannya tapi tidak ada maknanya sama sekali. Pragmatik adalah sub bidang ilmu linguistik yang membahas masalah penggunaan kata (frase dan juga kalimat) dalam konteks wacana yang sebenarnya.

Sekian, semoga bermanfaat. Mohon maaf jika saya menerjemahkan sesederhana mungkin, maksudnya biar tidak terlalu formal. Thanks a lot.

Referensi:

Akmadian, Adrian [et al]. 2001. Linguistics: An Introduction to Language and Communication, 5th ed. London: The MIT Press.
Page 12-13