Social Icons

Monday, April 8, 2013

Referensi Bahasa Inggris, Perlukah?

Bahasa Inggris selama ini dianggap sebagai bahasa internasional yang mampu menjadi penghubung antara berbagai komunitas di dunia. Meskipun bukan bahasa yang paling banyak digunakan di dunia ini, Bahasa Inggris selalu identik sebagai bahasa yang wajib dipelajari di berbagai Negara termasuk Indonesia. Lihat saja berapa jam waktu yang harus dihabiskan pelajar dan Mahasiswa, mereka tidak akan mungkin lepas dari bahasa Inggris. Di tingkat perguruan tinggi misalnya, meskipun mereka tidak mengambil jurusan bahasa Inggris, mereka tetap harus mempelajarinya sebagai salah satu mata kuliah wajib ataupun sebagai mata kuliah ekstra. Sungguh suatu pemaksaan yang sangat luar biasa.

Terlepas dari perlu atau tidaknya belajar bahasa Inggris, ada  sebuah pertanyaan yang sangat menarik untuk dibahas yaitu perlukah referensi dalam mempelajari bahasa Inggris? Entah itu pertanyaan yang menarik atau malah menggelitik, saya pasti akan menjawab dengan lantang, YA. Mengapa demikian? Berikut analisanya:

Bahasa Inggris bukan Bahasa Indonesia

Sebelum mendiskusikan jawaban dari pertanyaan tentang perlunya referensi dalam mempelajari bahasa Inggris, mari kita jawab pertanyaan ini lebih dahulu, “Mengapa kita lahir di Indonesia?” Tentu jawabannya sangat beragam, tergantung mood kita masing-masing. Namun jika di hubungkan dengan perlunya referensi dalam mempelajari bahasa Inggris, maka jelas pertanyaan diatas sangat relevan. Jika saja kita tidak lahir di Indonesia, maka tentu bahasa nasional kita bukanlah Bahasa Indonesia. Jika kita lahir di Indonesia berarti Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa asing di Indonesia. Karena Bahasa Inggris adalah bahasa asing, maka kita sebagai orang yang menghargai bahasa tidak usah mengaku-aku bahwa bahasa Inggris adalah bahasa kita. Dari otak-atik kalimat tersebut kita dapat menggarisbawahi bahwa, bahasa Inggris bukanlah bahasa asli kita (our native language).

Guru yang Baik

Jika saya adalah orang jawa yang bahasa sehari harinya adalah bahasa jawa, maka guru utama bahasa jawa saya adalah ibu saya dan orang-orang disekitar saya. Namun karena saya bukanlah penutur asli bahasa Inggris, maka tentu saya perlu guru yang baik dalam mempelajarinya. Lalu siapakah guru yang baik itu? Guru yang baik disini bukan guru yang selalu kasih nilai A dalam ujian bahasa Inggris ataupun guru yang jarang memberikan tugas bahasa Inggris. 

Namun guru yang baik tentu bukanlah guru yang sombong. Guru yang sombong, menurut saya, adalah guru yang menganggap dirinya paling pintar dalam bahasa inggris sehingga tidak menerima kritikan ataupun saran, semuanya terserah dia, salah ataupun benar ya terserah dia. Lalu guru yang baik, lagi lagi menurut saya, adalah guru yang menerima kritikan dan mau memberikan informasi tentang referensi yang dijadikan acuan dalam mengajar bahasa Inggris.

Guru yang baik juga tidak pernah menganggap dirinya paling pintar—karena mempelajari bahasa Inggris bagi orang Indonesia adalah sesuatu yang baru yang harus dimulai setelah kita mengetahui bahasa daerah dan bahasa nasional kita sehingga kita, bahkan guru sekalipun, wajib menganggap dirinya belum sepenuhnya benar-benar memahami bahasa Inggris. Jika ada yang bertanya mengapa demikian dan mengapa begitu, maka guru tersebut menjawabnya dengan bersandar dari referensi yang ia pegang.


Jika seorang guru bersandar pada referensi, lalu referensi apa yang baik untuk dijadikan landasan dalam mempelajari bahasa Inggris? Pertanyaan yang bagus, dan jawabannya seperti penjelasannya sebelumnya bahwa kita bukanlah penutur asli bahasa Inggris, maka dari itu referensi yang baik adalah referensi yang ditulis oleh seorang penutur asli bahasa Inggris yang ahli dalam bidang bahasa. Mengapa saya katakan penutur asli yang ahli dalam bidang bahasa, ya karena tidak semua penutur asli bahasa Inggris menguasai teori tentang ilmu bahasa. Saya tidak bermaksud menyepelekan referensi karangan-karangan ahli bahasa Inggris dari Indonesia, hanya saja mereka juga selalu menggunakan referensi berbahasa Inggris karangan penutur asli bahasa inggris yang ahli dalam bidang bahasa. 

Akhirnya, dalam mempelajari bahasa asing, termasuk bahasa Inggris, sebenarnya banyak sekali yang dibutuhkan. Dari guru yang professional, perlengkapan mengajar yang mupuni hingga persoalan otak anda mampu atau tidak. Akan tetapi landasan utama dalam mempelajari bahasa Inggris adalah sudahkah kita mempelajarinya seperti apa yang diungkapkan oleh para ahli bahasa Inggris? 

Maaf, tulisan ini tanpa referensi, hanya sekedar celoteh saja..Dan begitulah alasan mengapa blog ini bernama Referensi Bahasa Inggris - teori yang disajikan disini bukan dari pengurus blog ini, tapi menurut apa yang dijelaskan oleh para ahli..

Sunday, April 7, 2013

Jenis-Jenis Possessive

Menjawab pertanyaan Mamas blogonol tentang The book of heri is on the table, saya perlu ekstra hati-hati karena jangan-jangan itu bukan pertanyaan melainkan sebuah test apakah saya benar-benar mampu menjelaskan Grammar yang konon dibilang rumit oleh beberapa kalangan atau malah saya sedang bermain-main dengan kata-kata. Sebab dari itu, sebelumnya saya memohon maaf , saya tidak sedang menggurui keberadaan sobat-sobit semua, hanya memberikan sebuah penjelasan yang memang benar-benar ada referensinya. To the point, ada beberapa jenis-jenis possessive yang perlu diketahui dalam mempelajari Grammar. Possessive secara harfiah berarti kepemilikan. Namun secara ilmu tata bahasa lebih panjang penjelasan dan aturannya. Meskipun begitu banyak sekali penjelasan tentang possessive dalam buku-buku Grammar. Penjelasan tentang possessive tersebut sangat bervariasi, ada yang menjelaskannya secara terpisah dan ada yang menerangkannya dalam satu bab secara detail. Meskipun begitu, tidak ada salahnya untuk merangkumnya hingga menjadi kesatuan yang lumayan baik untuk dijelaskan.

Ya seperti yang saya utarakan kali ini saya mencoba merangkumnya hingga penjelasan-penjelasan tersebut bisa dipahami secara seksama. Pertama, dari segi bentuk parts of speechnya possessive dibagi menjadi tiga macam: (a) Possessive Nouns, (b) Possessive Pronoun, dan (c) Possessive Adjective. Kedua, dari segi fungsi possessive hanya dibagi menjadi adjective dan pronoun saja. Akan tetapi, dari segi makna possessive tidak ada sedikitpun perbedaannya, semuanya menjelaskan tentang kepemilikan. Meskipun kedua-duanya sama-sama menunjukkan kepemilikan, namun hal ini perlu diwaspadai dalam memahami Grammar. Sebab, jika salah memahaminya, bisa-bisa juga salah dalam aplikasinya. Let’s take a look at these differences:

Possessive Nouns
  • Heri’s book is on the table
  • Selly’s dog is barking
  • Your children’s bags are expensive
Possessive Adjective
  • His book is on the table
  • Her dog is barking
  • Their bags are expensive

Possessive Pronouns
  • His is on the table
  • Hers is barking
  • Theirs are expensive

Kalimat-kalimat diatas bermakna sama. Perbedaanya hanya bentuknya saja. Analisanya seperti ini:

Possessive Nouns
Keterangan
Heri’s book is on the table
Huruf yang berwarna merah adalah inti subject dari kalimat tersebut, Heri’s hanya menjelaskan milik dari buku tersebut. Intinya yang diatas meja adalah buku, bukan Heri
Selly’s dog is barking
Sama seperti diatas, selly hanya menjelaskan milik dari anjing tersebut. Yang pasti bukan Selly yang menggonggong kan?
Your children’s bags are expensive
Tidak jauh beda dengan diatas, hanya saja

Possessive Adjectives
Keterangan
His book is on the table
His memang menggantikan kata Heri, tapi juga menjelaskan tentang kepemilikan book. Karena itu possessive ini dikategorikan sebagai adjective
Her dog is barking
Kata her menunjukkan kepemilikan dog.
Their bags are expensive
Kata their menunjukkan kepemilikan bags.

Possessive Pronouns
Keterangan
His is on the table
Berbeda dari his yang sebagai possessive adjective, his disini bisa berdiri sendiri menggantikan frasa heri’s book. Sedang his yang menjadi adjective hanya menggantikan Heri saja. Ingat fungsi-fungsi pronoun.
Hers  is barking
Begitu juga dengan Hers dan theirs. Lihat perbedaan antara Possessive adjective dan Possessive Pronoun.
Theirs are expensive


Dengan kata lain, Possessive pronoun menggantikan possessive adjective + noun.
Possessive adjective menjadi penjelas noun tentang pemilik noun.
Dan possessive noun sama seperti possessive adjective. Nah loh.. bingungkan, coba utarakan kebingungan anda...

Referensi

Azar, S. Betty. 2002.
Understanding and Using English Grammar: 3rd edition. Pearson: Longman

Frank, Marcella. 1972.
Modern English; A Practical Reference Guide. New Jersey: Prentice Hall, Inc.

Swan, Michael. 1996. Practical English Usage. Oxford University Press

Kumpulan Referensi Vocabulary

Setelah beberapa hari offline dan sejenak menghilang dari gemerlap dunia maya, akhirnya saya kembali lagi. Kali ini saya tidak akan panjang lebar bercerita apalagi menggurui sobat-sobit semua, akan tetapi sekarang ini saya akan mencoba bagi-bagi informasi tentang kumpulan referensi vocabulary--maksudnya buku ataupun jurnal yang bisa dijadikan referensi untuk makalah, skripsi, tesis atau disertasi yang membahas tentang vocabulary. Referensi ini saya download langsung dari situsnya Mr. Nation, salah seorang ahli dalam bidang pembelajaran vocabulary. Oke, terus terang saya bisa saja menampilkan seluruh referensi tentang vocabulary tersebut, tapi mengingat banyaknya mencapai 77 halaman, tentu akan sangat melelahkan untuk dibaca disini, sekaligus saya sangat menghormati apa yang Mr. Nation tulis. Maka dari itu saya kasih saja link downloadnya langsung disini. Or, Let's check it out here...

Mohon maaf cuma itu saja dulu yang bisa saya informasikan, sekalian update. Piss...