Social Icons

Sunday, November 17, 2013

Mengapa Mengajarkan Bahasa Inggris itu Penting?

Ada yang tahu mengapa mengajarkan bahasa Inggris itu penting? Mungkin ada di antara guru-guru kita yang selalu serius mengajarkan bahasa Inggris kepada kita, tanya mereka mengapa seserius gitu sih. Apa tidak bisa rileks sedikit saja. Huh, bagi kita yang sangat benci mempelajari bahasa Inggris, pasti sangat gerah mendengar "Pelajaran berikutnya adalah bahasa Inggris". Namun ada juga beberapa siswa menganggap bahasa Inggris itu adalah bahasa penting di Indonesia sekarang ini.

Lalu? ada yang tahu tidak mengapa Guru kita menganggap mengajarkan bahasa Inggris itu penting? Jika belum ada yang tahu, nih dia penjelasan dari Baker and Westrup (2000: 2) :

Teaching English is an important job. Many government and ministries of education believe that it is important for students to learn English. In many countries, secondary school and university courses are taught in English, and English is one of the main languages of national communication and business, finance, science, medicine, and technology. Students who become fluent in English can have the opportunity to contribute to the development of their country. So, as an English teacher, you have a valuable and worthwhile job.

Itu dia penjelasan singkat tentang pentingnya mengajarkan bahasa Inggris (baca juga: Pentingnya mempelajari Speaking dan Vocabulary.. Maka dari itu, bagi siswa yang merasa kurang senang akan pelajarang bahasa Inggris, dimohon untuk menghargai kerja keras mereka, Oke.

Tapi, jika ada guru / dosen bahasa Inggris yang tidak bisa mengajarkan bahasa Inggris dengan baik dan benar, minta ganti saja sebelum kalian dibodohi mereka. Oleh karena itu, untuk para guru segera perbaiki kinerja guru bahasa Inggris sedini mungkin, agar siswa juga senang bapak dan ibu guru bahasa Inggris mengajarkan bahasa Inggris dengan baik, benar, serius dan menyenangkan.



Baker, Joanna and Westrup, Heather. 2000. The English Language Teacher's Handbook. London: VSO.

Deferences between Skilled and Unskilled Writers

Perbedaan antara penulis mahir dan penulis yang tidak mahir dijelaskan dengan sangat singkat oleh David Nunan dengan mengutip beberapa pendapat para ahli. Memang menulis atau writing adalah salah satu--jika boleh saya katakan satu-satunya--skill berbahasa Inggris tersulit. Tidak hanya harus mempersiapkannya sedemikian rupa, tapi juga menulis membutuhkan konsentrasi yang cukup serius. Karena, pada dasarnya menulis adalah sebuah proses dimana ada beberapa tahap yang harus kita lewati.

Dalam menjelaskan tentang perbedaan antara penulis yang mahir dan yang tidak mahir, Nunan (1991: 91) mengatakan :

At the pre-writing stage, skilled writers spend time planning the task, while unskilled writers spend little time planning, in consequence, are confused when they begin. At the drafting stage, skilled writers write quickly and fluently, spend time reviewing what they write, and do most of their reviewing at the sentence and paragraph level. Unskilled writers spend little time reviewing what they have written, review only short segments of text, and are concerned principally with vocabulary and sentence formation. Finally at the revision stage, skilled writers revise all level of lexis, sentence and discourse, review and revise throughout the composing process, and use revisions to clarify meaning, while unskilled writers do not make major revisions in the direction or focus of the text, make most revisions only during the first draft and focus primarily on the mechanics of grammar, spelling, punctuation and vocabulary.

Coba lihat dengan seksama perbedaan kedua penulis di atas, anda sebagai calon penulis, baik menulis laporan, karya ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, novel, puisi, cerpen dan jenis tulisan lainnya, mau memilih menjadi A Skilled Writer atau An Unskilled Writer? Terserah anda.... Kalau saya sendiri, terserah saya donk... :-)


Nunan, David. 1991. Language Teaching Methodology. Prentice Hall.

Translating Humour

Kembali memahami catatan Peter Newmark mengenai Translation. Kali ini adalah penjelasan Newmark (1993: 18) tentang penerjemahan teks jenaka / teks humor. Lalu apa sih penjelasan beliau? Yuk kita lihat bersama-sama :
The essence of humor is incongruity of freshness. If you see a lot of men wearing top hats and white shirts in England, you might, or might not, laugh. But not in Israel. That is culture 'shock'. If you see a lot of people wearing red bulbs on their noses, you might laugh. That is a universal, but a sense of humour is individual as well as universal and/or cultural, and besides, what is humour? Something that makes you giggle or smile or chuckle or roar? If a text is humorous, it must be well written. I suspect that one day the translators will find P.G. Wodehouse, and he will be as popular as Lewis Carroll.

Singkat ya, namanya juga catatan.... tapi bisa dipahami, kan?


Newmark, Peter. 1993. Paragraphs on Translation. Clevedon: Multilingual Matters.