Social Icons

Tuesday, April 23, 2013

Ilmu Yang Kita Peroleh Saat Mengetahui Sebuah Kata

“What do we know when we know a word?” Begitulah pertanyaan yang pertama muncul saat Akmadjian dkk  akan menjelaskan informasi yang dapat kita peroleh saat mempelajari sebuah kata. Menurut mereka, saat kita mempelajari sebuah kata, banyak sekali informasi (ilmu) yang didapat. Andai saja kita mau berpikir tentang rahasia dibalik 'satu kata', wajar jika kita menjawab macam-macam karena memang 'satu kat' bisa saja mengubah sepi menjadi ramai, gelap menjadi terang dan lain sebagainya. Coba bayangkan saja jika kita mengenal istilah blogger, banyak sekali informasi yang bisa kita peroleh yang selanjutnya bisa kita bagikan Cuma dengan satu inti kata yaitu blogger. Nah jika disangkut pautkan dengan Morphology Bahasa Inggris, informasi apa saja sih, atau bisa dibilang ilmu apa sih yang dapat kita peroleh saat tahu satu kata? Oke, berikut adalah informasi yang akan kita peroleh saat kita mempelajari ‘a word’ yang diungkapkan Akamdjian dkk (2001:12-13):

1.   Phonetic / Phonological information.
 
For every word we know, we have learned a pronunciation-. Part of knowing- the word tree is knowing certain sounds—more precisely, a certain sequence of sounds. Phonetics and phonology are the subfields of linguistics that study the structure and  systematic patterning of sounds in human language.

Untuk setiap kata yang kita tahu, kita secara tidak langsung  juga mempelajari cara pelafalannya. Phonetik dan phonology adalah bagian dari linguistic yang membahas struktur dan pola sistematis tentang bunyi dalam bahasa manusia.

2.   Lexical structure information. 

For every word we have learned, we intuitively know something about its internal structure. For example, our intuitions tell us that the word tree cannot be broken down into any meaningful parts. In contrast, the word trees seems to be made up of two parts: the word tree plus an additional element, -s (known as the "'plural" ending). Morphology is the subfield of linguistics that studies the internal structure of words and the relationships amongs words

Untuk setiap kata yang kita pelajari, secara tidak langsung kita tahu apa yang ada dalam struktur internal kata tersebut. Contohnya, kata tree tidak bisa dipisah menjadi beberapa bagian. Sebaliknya, kata trees sepertinya dapat kita buat menjadi dua bagian yaitu kata tree dan elemen tambahan s (yang dikenal sebagai akhiran jamak dalam bahasa Inggris). Morphology adalah sub bidang dalam linguistic yang membahas masalah struktur internal kata dan hubungan kata-kata tersebut.

3.   Syntactic information.

For every word we learn, we leam how it fits into the overall structure of sentences in which, it can be used. For example, we know that the word reads can be used in a sentence like Mark reads the book., and the word readable (related to the word read) can be- used in a sentence like The book is readable. We may not know that read is called a verb or that readable is called an adjective; but we intuitively know, as native speakers, how to use those words in different kinds of sentences. Syntax is the subfield of linguistics that studies the internal structure of sentences and the relationships among ihe internal parts.

Untuk setiap kata yang kita pelajari, secara tidak langsung juga kita telah mempelajari bagaimana kata tersebut dapat dijadikan kalimat lengkap. Sebagai contoh, kita tahu bahwa kata reads dapat digunakan dalam kalimat seperti Mark reads the book, dan kita juga tahu bahwa kata readable (kata yang berhubungan dengan read) dapat digunaka dalam kalimat seperti the book is readable. Kita mungkin tahu bahwa read adalah kata kerja dan readable adalah adjective; tapi sebagai penutur bahasa asli, kita seharusnya tahu bagaimana menggunakan kata-kata tersebut dalam sebuah kalimat dalam berbagai jenis kalimat yang ada. Syntax adalah sub bidang linguistik yang membahas masalah susunan internal kalimat dan hubungannya dengan bagian internal yang lain.

4.   Semantic information.

For virtually every word we know, we have learned a meaning or several meanings. For example, to know the word brother is to know that it has a certain meaning (the equivalent of "male sibling"). In addition, we may or may not know certain extended meanings of the word, as in John is so friendly and helpful, he's a regular brother to me. Semantics is the subfield of linguistics that studies the nature of the meaning of individual words, and the meaning of words grouped into phrases and sentences.

Untuk setiap kata yang kita ketahui, kita telah mempelajari maknanya atau beberapa makna didalamnya. Contoh, untuk mengetahui kata brother berarti kita telah mempelajari makna tertentu (seperti padanan kata ‘saudara laki-laki sekandung’). Semantic adalah sub bidang linguistik yang membahas masalah makna individual kata dan makna yang terkandung dalam frase atau kalimat.

5.   Pragmatic information.

For every word we leam, we know not only its meaning or meanings but also how to use it in the context of discourse or conversation. For instance, the word brother can be used not only to refer to a male sibling but also as a conversational exclamation, as in "Oh brother! What a mess!" In some cases, words seem to have a use but no meaning as such. For example, the word hello is used to greet, but it seems to have no meaning beyond that particular use. Pragmatics is the subfield of linguistics that studies the use of words (and phrases and sentences) in the actual context of discourse.

Untuk setiap kata yang kita pelajari, kita tidak hanya tahu maknanya secara umum tapi juga kita tahu bagaimana menggunakannya dalam konteks wacana dan obrolan. Sebagai contoh, kata brother tidak hanya berarti (saudara laki-laki sekandung) saja, tapi juga dalam beberapa kasus seperti kalimat seruan seperti, oh brother! What a mess! Kadang ada tulisannya/omongannya tapi tidak ada maknanya sama sekali. Pragmatik adalah sub bidang ilmu linguistik yang membahas masalah penggunaan kata (frase dan juga kalimat) dalam konteks wacana yang sebenarnya.

Sekian, semoga bermanfaat. Mohon maaf jika saya menerjemahkan sesederhana mungkin, maksudnya biar tidak terlalu formal. Thanks a lot.

Referensi:

Akmadian, Adrian [et al]. 2001. Linguistics: An Introduction to Language and Communication, 5th ed. London: The MIT Press.
Page 12-13

Monday, April 22, 2013

Cara Memahami Subject Kalimat

Dalam ‘Sentence Structure’ Bahasa Inggris, subject adalah hal pertama yang harus kita kenali, meskipun sebenarnya banyak yang harus kita pelajari. Pokoknya, mau atau tidak mau anda jika mau menguasai susunan kalimat Bahasa Inggris, maka anda harus mau mempelajari subject. Ringkas saja, tak perlu panjang lebar ini dia jenis-jenis subject yang harus anda kenali:

1.   Noun

Apapun jenisnya, noun semuanya bisa menjadi subject. Dari proper noun hingga collective noun semuanya bisa diterapkan sebagai subject kalimat. Jangan ragu-ragu, karena memang salah satu fungsi noun memang sebagai subject.

2.  Noun Phrase

Jika dibandingkan dengan noun, noun phrase sebenarnya lebih populer keberadaannya dalam susunan kalimat Bahasa Inggris. Namun intinya sama saja, noun phrase jelas bisa sebagai subject.

3.  Noun Clause

Meskipun penggunaannya tidak sebanyak noun dan noun phrase, noun clause sebenarnya sangat bisa menjadi subject. Namun, konon katanya ia lebih cocok sebagai object. Tapi tak usah bimbang, menggunakan noun clause sebagai subject menambah nilai kita bahwa kita bisa Grammar dengan baik.

4.  Pronoun

Tidak jauh beda dengan noun, karena memang pronoun lebih dikenal sebagai pengganti noun, maka sudah tidak asing lagi jika pronoun menjadi subject sebuah kalimat. Namun ada beberapa jenis pronoun yang kurang wajar dijadikan subject, seperti reflexive pronoun dan reciprocal pronoun.

5.  Gerund

Gerund (kata kerja yang dibendakan, katanya) sangat jelas mengandung makna noun sehingga wajar jika gerund mampu dijadikan sebagai subject.

6.  Gerund Phrase

Gerund phrase, sebagai keluarga besar bapak Gerund, harusnya mewarisi kekayaan yang dimiliki keluarganya (tuh kan nglantur). Maksudnya, karena Gerund phrase bertumpu pada Gerund maka tak perlu aneh jika gerund dijadikan sebagai subject.

7.  To Infinitive

Apa tuh to infinitive, pokoknya kalau ada to terus diikuti kata kerja murni (bare infinitive) maka itu yang dinamakan to infinitive. Meskipun umumnya to infinitive difungsikan sebagai object atau complement, namun tidak salah jika to infinitive dijadikan sebagai subject.

8.  To Infinitive Phrase

Seperti halnya hubungan antara gerund dan gerund phrase, to infinitve phrase juga berfungsi sebagai subject, tidak jauh beda dengan orang tuanya, si to infinitive phrase.

Untuk mempermudah pemahaman tentang jenis-jenis subject diatas, mari kita langsung saja lihat tabel berikut ini:

Jenis Subject
Contoh
Noun
Ani always goes to school every morning
Noun phrase
The famous mosque in Jakarta is Istiqlal
Noun clause
That Istiqlal is the famous mosque in Jakarta is true
Pronoun
She always goes to school every morning
Gerund
Eating is his hobby
Gerund phrase
Eating bakso is his hobby
To infinitive
To eat is his hobby
To Infinitive Phrase
To eat bakso is his hobby

Nb: 

To infinitive dan To infinitive Phrase dalam hal ini mempunyai makna yang sama dengan Gerund atau Gerund phrase. Dalam penggunaannya, kadang ada yang menghilangkan kata to –nya, meskipun intensitasnya tidak begitu banyak dan bahkan jarang sekali.

Sekian saja, untuk lebih jelasnya bisa dilihat di buku-buku Grammar yang baik atau di Kamus monolingual berbahasa Inggris. Atau boleh didiskusikan disini. Thanks a lot….

Sunday, April 21, 2013

When Life Leaves Us Blind: Pesan dari Linkin Park

Beberapa bulan yang lalu adik saya sering mendengarkan lagu yang satu ini, setiap membuka laptop selalu saja yang diputar lagu ini dari pagi hingga malam tak pernah berubah. Bahkan di laptop ini juga ternyata sudah ada lirik lagunya yang sepertinya dapat dari internet. Saking sering ikutan denger lagu ini, saya jadi ikut-ikutan suka. Lumayan dan serta nyaman didenger, apalagi saat ngantuk (Maklum Cuma ada suara vocalist serta guitar akustik dan piano saja). Ya, lagu berjudul “The Messenger”  ini dibawakan oleh Linkin Park di Album terbaru mereka yang bertajuk A Thousand Sun. Seperti biasa, jangan terlalu lama, mari kita belajar mengetahui pesan yang terkandung dalam lirik lagu “The Messenger” ini serta berbagai analisanya. Kita mulai dengan Melihat teks asli Lirik Lagu “The Messenger” berikut ini:



Lyrics | Linkin Park lyrics - The Messenger lyrics


Grammatical Analyses:

The Messenger
First Stanza
When you feel you’re alone
Cut off from this cruel world


Your instincts telling you to run



Listen to your heart

Those angel’s voices



They’ll say to you
they’ll be all good back home

Chorus
When life leaves us blind
Love keeps us kind

It keeps us kind

Second Stanza
When you suffered enough
And your spirit is breaking


You’re growing desperate from the fight
Remember you’re loved
And you always will be
This melody will bring you light back home

When life leaves us blind
Love keeps us kind



:
:


:



:

:



:



:
:

:


:
:


:

:
:
:


:

Bait Pertama
Sub Clause: Adverbial clause of time
Sub clause: Adverbial clause of time, reducing conjunction ‘when’ and its subject
Sub Clause: omitting conjunction
‘when’ dan auxiliary verb ‘are’, seharusnya Your instincts are telling you to run
Main clause: Imperative Sentence/Command
Main clause: Imperative Sentence/Command: Menghilangkan Listen to, seharusnya Listen to those angel’s voices.
Statement: Simple Future
Object of Verb Say

Chorus
Sub Clause: Adverbial Clause of time
Main Clause: Simple Present General Truth
Sentence Emphasis

Bait Kedua
Sub clause: Adverbial clause of time
Sama seperti diatas, omitting conjunction ‘when’ menambahkan coordinative conjunction and.
Sub clause: Adverbial clause of time, omitting ‘when’
Main Clause: Imperative sentence
Sejajar seperti diatas
Statement: Simple Future


Sub clause: Adverbial clause of time
Main clause: Simple Present General truth (maybe)


Ada yang menganggap bahwa lagu tersebut ditujukan untuk anak-anak yang ditinggal oleh orang tuanya. Namun, menafsirkan lagu bisa bermacam-macam maknanya. Menurut saya inti dari lagu tersebut adalah, “Meski dunia ini penuh dengan kekejaman, kebencian dan lain-lain, kita tak perlu sedih karena cinta pada hakikatnya membuat kita tetap berbuat baik tanpa merasa kita dalam kepedihan, maka dengan itu semoga kita tidak dibutakan oleh kehidupan yang serba menyeramkan ini. Lirik lagu diatas sengaja tidak saya analisa tentang vocabulary-nya, karena saya yakin, sobat-sobit pasti sangat mengerti makna kosakatanya, simple dan tidak neko-neko.

Namun yang pasti, sangat rugi jika sobat-sobit tak pernah mendengarkan lagu ini,  that's great…