Social Icons

Wednesday, July 24, 2013

Attributive Adjective vs Predicative Adjectives


Adjective secara umum adalah kata yang menjelaskan noun (kata benda), dalam Bahasa Indonesia, Adjective lebih dikenal dengan nama "kata sifat". Karena memang adjective itu adalah kata sifat, maka jelas fungsinya adalah mensifati benda baik itu singualar (satu) ataupun plural (banyak). Meskipun sekedar sebagai pelengkap keberadaan noun, adjective ternyata sedikit memiliki aturan yang wajib untuk diketahui. Oleh karena itu, jangan sampai kita tertipu dengan fungsi adjective yang tidak begitu banyak ini. Jika saja kita sampai tidak tahu tentang pelajaran grammar termudah ini, maka bisa dikatakan kita terlambat untuk mempelajari Grammar. Lalu, Aturan apa saja yang wajib kita ketahui atau ilmu apa saja sih yang patut kita pelajari dalam memahami adjective? Nah disini saya akan mencoba belajar bersama tentang attributive adjective dan predicative adjective. Kedua adjective tersebut adalah jenis adjective menurut letaknya, dimana kita perlu untuk mempelajarinya. Oke, mari kita langsung saja membahas tentang kedua jenis adjective tersebut:

Menurut posisi atau letaknya, adjective dibagi menjadi dua macam:

a.      With a noun, usually before it. This is called ‘attributive position’.

Posisi atau letak pertama adjective adalah sebelum noun. Dalam hal ini adjective disebut sebagai ‘Attributive adjective’.

 Contoh:

The new secretary doesn’t like me.
He’s going out with a rich businesswoman.

Kata new dan rich tersebut adalah adjective, dan terletak sebelum noun secretary, maka adjective new disebut sebagai attributive adjective.
Meskipun umumnya attributive adjective terletak sebelum noun headnya, namun dalam beberapa kasus, seperti dalam puisi ataupun lagu, posisi attributive adjective terletak setelah noun headnya.

Contoh:

He came from his palace grand.

b.      After be, seem, look, become, and other link verb. This is called ‘predicative position’.

Setelah kata kerja be, seem, look, become dan linking verb yang lain. Adjective jenis ini disebut ‘predicative adjective’.

Contoh:

That dress is new, isn’t it?
She looks rich.
I feel unhappy.

Kata new, rich dan unhappy tersebut diatas adalah ‘predicative adjective’ karena terletak setelah linking verb dan berfungsi sebagai predikat ataupun subjective complement dari subject.


Adjective Yang Hanya Bisa Digunakan sebagai Attributive Adjective.

Some adjectives are used only (or mostly) before nouns. After verbs, other words must be used.

Beberapa adjective hanya (umumnya) digunakan sebelum nouns. Setelah kata kerja (linking verb), kata yang lain harus digunakan. Artinya, adjective-adjective ini adalah adjective yang tidak bisa dijadikan sebagai predikat alias hanya bisa diletakkan sebelum noun saja.

Berikut adalah daftar adjective yang hanya bisa digunakan sebelum nouns atau hanya bisa sebagai ‘attributive adjective’ :

         Elder dan eldest.
Attributive Adjective    : My elder sister is a pilot
Predicative adjective     : she’s three years older than me
         Live
Attributive Adjective    : a live fish
Predicative Adjective    : it is still alive
         Little
Attributive Adjective    : a nice little house
Predicative Adjective    : this house is quite small
         Intensifying Adjective (adjective penegas noun)
He’s a mere child. (bukan that child is mere)
It’s sheer madness. (bukan that madness is sheer)
You bloody fool! (bukan that fool is bloody)

Adjective Yang Hanya Bisa digunakan sebagai Predicative Adjective.

Some adjectives beginning with a-, and few others, are used mainly after link verbs, especially be.

Beberapa adjective yang diawali dengan huruf a-, umumnya digunakan setelah linkin verb, khususnya be. Artinya adjective tersebut tidak bisa digunakan sebelum noun atau tidak bisa sebagai Attributive adjective. Adjective tersebut diantaranya: afloat, afraid, alight, alike, alive, alone, asleep, awake.

Contoh:

         The baby is asleep. Jika digunakan sebagai attributive adjective maka menjadi a sleeping baby. (tidak bisa an asleep baby)
         He was afraid. Jika digunakan sebagai attributive adjective maka diganti menjadi a frightened man. (tidak bisa an afraid man)

Pembahasan tentang attributive adjective dan predicative adjective ini semoga saja menambah wawasan kita mengenai Bahasa Inggris umumnya dan Grammar khususnya. Sekian saja dan terima kasih.

Referensi:

Swan, Michael. 2005. Practical English Usage. 3rd Edition. Oxford University Press.


Tuesday, July 23, 2013

Perbedaan British dan American English (1)

Perbedaan Bahasa Inggris British dan Bahasa Inggris Amerika?? Pernah denger Obama pidato? (baca: Pidato Obama: Video + Teks) atau pernah lihat Steven Gerard  bicara? Obama menggunakan Bahasa Inggris Amerika sedang Steven Gerard jelas Bahasa Inggris British alias Bahasa Inggrisnya asli Inggris. Ya begitulah, Bahasa Inggris British dan Bahasa Inggris Amerika memang sering dianggap perlu untuk diketahui. Mengapa demikian? 

Nah disini saya akan mengutipkan tulisan dari Algeo (2006: 2) dalam Bukunya “British or American English?” tentang beberapa perbedaan antara Bahasa Inggrisnya orang asli Inggris dan Bahasa Inggrisnya orang Amerika. Meski tulisan tersebut hanya sebatas ringkasan dari sekian banyak pembahasan perbedaan Bahasa Inggris Amerika dan British, namun setidaknya hal ini bisa menjadi salah satu acuan dalam mengenal kedua jenis Bahasa Inggris yang terkenal di dunia. Berikut adalah Kutipannya:

“The most obvious difference between British and American is in the “tune” of the language, that is, the intonation that accompanies sentences. When a Briton or an American talks, they identify themselves primarily by the tunes of their respective varieties. In singing, the prose tune is overridden by the musical tune, making it much harder to distinguish British and American singers. Other pronunciation differences exist in stress patterns and in consonant and vowel articulation and distribution.”

Perbedaan paling jelas antara Bahasa Inggris British dan American adalah “nada” bahasanya, yaitu, intonasi yang ada pada kalimat-kalimatnya. Ketika orang Inggris dan orang Amerika bicara, mereka dikenal terutama dengan intonasi keanekaragaman mereka masing-masing. Ketika menyanyi, nada prosa berbeda dengan nada musiknya, hal ini lebih menyulitkan untuk membedakan antara penyanyi Inggris dan penyanyi Amerika. Perbedaan lain dalam pengucapan berada pada pola tekanan suara  dalam pengucapan konsonan dan vocal (huruf hidup).

“Grammatical differences have been treated, but mainly by individual scholarly studies focused on particular grammatical matters. Extensive and comprehensive treatment is rare. Popular writers on grammar are aware that British and American differ in their morphosyntax but tend to be sketchy about the details. Anthony Burgess (1992), who is one of the linguistically best informed men of letters, settled on a few verb forms as illustrations. The grammatical differences between the two principal national varieties of the language are, however, manifold. Some general treatments of British-American grammatical differences, from various standpoints, are those by Randolph Quirk et al. (1985), John Algeo (1988), Michael Swan (1995), Douglas Biber et al. (1999), Rodney Huddleston and Geoffrey Pullum (2002), Gunnel Tottie (2002, 146–78), Peter Trudgill and Jean Hannah (2002), and Pam Peters (2004).”

Perbedaan grammar telah lama diperbincangkan, tapi umumnya lewat studi para ahli secara perorangan yang difokuskan pada beberapa persoalan grammar. Perbincangan yang komprehensif dan ekstensif jarang terjadi. Para penulis grammar ternama memahami betul bahwa Bahasa Inggris British dan Bahasa Inggris Amerika berbeda dalam morphology dan syntaxnya, akan tetapi mereka cenderung membahasnya secara garis besarnya saja. 

Anthoni Burgess, salah seorang ahli bahasa, setuju bahwa beberapa bentuk kata kerja sebagai suatu ilustrasi belaka. Meskipun begitu perbedaan grammatikal antara dua bangsa yang berbeda ini memang bermacam-macam. Pembahasan umum mengenai perbedaan Bahasa Inggris British dan Amerika ini, dari berbagai sudut pandang dapat ditemukan pada karangan Randolph Quirk dkk, John Algeo, Michael Swan, Douglas Biber dkk, Rodney Huddleston dan Geoffrey Pullum, Gunnel Tottie, Peter Trudgill dan Jean Hannah, dan Pam Peters.

“Although many, few of the grammatical differences between British and American are great enough to produce confusion, and most are not stable because the two varieties are constantly influencing each other, with borrowing both ways across the Atlantic and nowadays via the Internet. When a use is said to be British, that statement does not necessarily mean that it is the only or even the main British use or that the use does not occur in American also, but only that the use is attested in British sources and is more typical of British than of American English.”

Meskipun kedua perbedaan bahasa tersebut terlihat tidak stabil karena kedua keragaman tersebut saling mempengaruhi—dengan meminjam kedua cara melalui laut atlantik dan via internet pada saat ini—sedikit perbedaan grammar antara Bahasa Inggris British dan Amerika memang cukup membingungkan. Ketika penggunaan bahasa dikatakan sebagai Bahasa Inggris British—sebuah ungkapan tidak diartikan bahwa ini hanyalah satu-satunya Bahasa Inggris British atau penggunaan Bahasa Inggris British tidak terjadi di Amerika jua—tapi hanya saja bahwa penggunaan tersebut dibuktikan dengan sumber bahasa dari Bahasa Inggris British dan penggunaan bahasa tersebut lebil khas sebagai Bahasa Inggris British daripada Amerika.

Mungkin cukup sekian saja beberapa perbedaan umum antara Bahasa Inggris British dan Bahasa Inggris Amerika, mohon maaf dan koreksinya untuk terjemahan yang kurang pas, yah wajar lah dadakan…. Mumpung ada pulsa internet satu hari,…

Referensi

Algeo, John. 2006. British or American English? A Handbook of Word and Grammar Patterns. New York: Cambridge University Press.

Friday, July 19, 2013

Rumus Tenses Yang Benar

Rumus tenses adalah suatu pokok bahasan Grammar yang paling sering di bahas dalam pembahasan mengenai Grammar. Seperti diketahui Rumus tenses dalam buku-buku grammar berbahasa Indonesia rata-rata menawarkan 16 rumus. Akan tetapi, seperti yang saya tuliskan pada 16 Rumus Tenses salah, pendapat tersebut jelas-jelas aneh. Mengingat para pakar grammar Bahasa Inggris hanya memberikan 12 rumus tenses. Pakar-pakar Traditional Grammar seperti Michael Swan, Marcella Frank, Betty S. Azar, hanya memberikan 12 rumus tenses. Karena ada sebagian pembaca blog ini (mungkin dari pendukung 16 tenses) yang meminta untuk dijelaskan tentang rumus tenses, Oleh karena itu, saya akan memberikan daftar rumus tenses yang benar yang saya rangkum dari beberapa pakar Grammar Bahasa Inggris diatas:

1.      Simple

a.      Simple present
b.      Simple Past
c.       Simple Future

2.      Continuous

a.      Present Continuous
b.      Past Continuous
c.       Future Continuous

3.      Perfect

a.      Present Perfect
b.      Past Perfect
c.       Future Perfect

4.      Perfect Continuous

a.      Present Perfect Continuous
b.      Past Perfect Continuous
c.       Future Perfect Continous

Jika ditabelkan maka ke-12 rumus tenses tersebut menjadi


Past
Present
Future
Simple
S + V2
S + Vbi (V –s/es)
S + shall/will + Vbi
Continuous
S + was/were + V-ing
S + is/am/are + V-ing
S + shall/will + be + V-ing
Perfect
S + had + V3
S + has/have + V3
S + shall/will + have + V3
Perfect Continuous
S + had + been + V-ing
S + has/have + been + V-ing
S + shall/will + have + been + V-ing


Keterangan:

V2        : 

Past verb, misalnya kata “go” maka bentuk V2 (verb 2) nya adalah went Lihat daftar regular/irregular verb di kamus-kamus monolingual yang terpercaya, semisal Go – went – gone
V3        : 

Past participle, dikenal  verb 3. Contoh kata verb 3 “go”  adalah gone.

Vbi       : 

Verb bare Infinitive, kata kerja yang tidak dicampuri dengan ‘suffix’ atau akhiran apapun, Contoh: verb bare infinitve dari go ya tetep go, tidak boleh menjadi goes, went, gone.

Meski rada sulit untuk membaca table diatas, namun table tersebut adalah table terbaik untuk memahami semua jenis rumus tenses.

Sedangkan 4 rumus tenses tambahan yang menurut para pakar yang berpendapat ada 16 tenses adalah:

1.      Past Future
2.      Past Future Continuous
3.      Past Future Perfect
4.      Past Future Perfect Continuous

Keempat tambahan rumus tenses tersebut sebenarnya sudah ada dalam teori grammar Bahasa Inggris, namun keempat-empatnya tidak termasuk dalam pembahasan tenses. Keempatnya Jika lihat di buku-buku karangan Ahli Grammar di dunia, pembahasan tersebut sesungguhnya termasuk dalam teori Subjunctive atau lebih dikenal oleh pelajar Indonesia sebagai conditional sentence.

Jika memang anda menganggap keempat rumus tersebut adalah bagian dari rumus tenses, maka rumusnya adalah mengganti kata shall/will di kolom future menjadi should/would.

Cukup sekian dan semoga bermanfaat… Untuk melihat contoh-contohnya, silahkan baca di buku grammar yang dapat dipercaya. Saya disini hanya memberikan penjelasan rumus tenses saja. Namun jika memang ada waktu lagi, saya akan mencoba memberikan penjelasan, fungsi serta contoh kalimat tentang tenses ini… see you later…..